Ternyata ada tempat gaul di Blitar, de CLASSE namanya

Sudah lama rasanya tidak ke Blitar, sejak 2004 mungkin kota pertama di Jawa yang aku kunjungin selain Surabaya yang hanya mampir Juanda dan Bungur dan Malang sebagai tempat tujuan untuk kuliah. Dalam beberapa kesempatan ketika aktif ngadain magang untuk mahasiswa di tahun 2006 hampir sebulan disana belajar tentang ikan Koi, selanjutnya beberapa kali sampai lulus pernah main kesana atau hanya sekedar lewat ketika penelitian ke Trenggalek waktu itu. Dan akhirnya kemarin kesana lagi.

Tidak ada yang berubah memang, selain mungkin lebih bersih dan ada beberapa pembangunan disana-sini tapi sejatinya tidak merubah corak kota Blitar secara keseluruhan, masih tetap sama sesuai ingatan yang ada di kepalaku. Kecuali tempat ini. de CLASSE namanya, ketika menuju tempat teman saya terperangah melihat tempat yang cozy dan sangat gaul untuk kota yang jam 7 malam sudah sepi kayak Blitar, untuk itulah ketika selesai pekerjaan kami memutuskan mampir dan waoww..tempatnya memang luar biasa.

Mungkin desain cafe model seperti ini jarang ditemukan dibeberapa kota besar selain Jakarta dan Surabaya, bahkan untuk sekelas Jakarta saya hanya baru mampir yang ada di Grand Indonesia ketika datang Kompasianival, kesasar dan ternyata bagus banget tempatnya dengan gaya retro. Cafe ini memang didesain dengan gaya Retro banget.

IMG_20171114_121027

IMG_20171114_120729

Untuk sebagai tempat nongkrong Cafe ini sangat cocok apalagi untuk kota seperti Blitar, dan memang terbukti tempat inilah yang sering paling ramai dibandingkan dengan tempat lain menurut beberapa teman yang datang bareng kami dan orang asli blitar. Pertama Turun dari depan kita dapat melihat sebuah tempat dengan kesan yang mahal dan high class, dengan menu utama kopi dan Ice Cream juga menghidangkan sajian layaknya tempat nongkrong kebanyakan ada pizza, french fries, salad dan masih banyak lagi menu yang cocok buat kamu nongkrong (untuk makan besar tidak ada disini).

IMG_20171114_120733

IMG_20171114_122945

Ketika masuk suasana cafe yang terang benderang dan banyak kaca-kaca yang mengelilingi tempat kasir dan beberapa menu seperti Ice Cream membuat kesan mewah, saya lihat ini kayaknya ini versi besarnya Cafe di Kesempurnaan Cinta yang ada di Net TV itu. Tempat duduknya pun tidak biasa, ada beberapa drum yang dijadikan meja, batang kayu yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak terkesan biasa. ada meja Bilyar juga disudut yang bisa dipakai pengunjung ketika lelah ngobrol dan ngopi.

IMG_20171114_120751

IMG_20171114_120723

Untuk rasa, jangan ditanya ini setara dengan cafe mahal yang ada di kota besar, dengan harga terjangkau mereka hadir untuk memberikan kelezatan yang sama dan untuk perempuan saya yakin pasti akan tergoda untuk mencicipi deretan Ice Cream yang ada di etalase kaca, semuanya menggoda.

IMG_20171114_120807

IMG_20171114_123436

Satu hal lagi, tempat ini jadi ajang berkumpulnya para fans klub bola terkenal semacam Liverpool, Real Madrid dan Barcelona (hanya itusih yang saya lihat) dan memang kata pramusaji sana, itu sudah menjadi markas bersama beberapa fans klub.

Kamu gak percaya di Blitar ada Cafe Gaul ? coba kesana deh.

 

de CLASSE Gelato & Coffee
AlamatJalan S. Supriadi No.56, Bendogerit, Sananwetan,
Bendogerit, Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur
Jam buka
07.00–23.00

 

 

Iklan

Ayam Lodho Hj. Kasnan-terenak di Tulungagung

Beruntung banget bisa ke Tulungagung minggu kemarin, dengan pekerjaan yang tidak terlalu serius hanya datang ke 2 tempat wilayah penelitian, alhasil sebelum jam 1 siang pekerjaan itu akhirnya selesai dan diniatkan bener untuk cari Ayam Lodho, karena beberapa kali mampir di kota ini tapi gak kesampaian buat ngerasain. Pilihan kami adalah tempat Ayam  Lodho yang katanya terenak di Tulungagung, Ayam Lodho Hj. Kasnan di Jayeng Kusuma.

IMG_20171115_130943

IMG_20171115_130956

Pertama sampai tempanya sih biasa saja, kayak restoran kayak biasanya bahkan mungkin lebih biasa dari tempat makan Ayam Lodho lain dikota ini, tapi teman yang asli Tulungagung meyakinkan saya bahwa ini adalah yang terenak, masuklah kami dan langsung memilih menu Ayam Lodho satu paket dengan Urap-urap dan Nasi untuk 4 orang.

IMG_20171115_131041

Tempatnya sangat biasa, hanya beberapa meja yang ada didalam restoran itu, bahkan bisa dibilang sangat sempit untuk ukuran restoran yang katanya menjadi langganan orang dinas ke kota Tulungagung ini, tapi ya mungkin seperti itu rahasianya, karena untuk mencair makanan asli Jawa Timur yang enak kadang ditempat gak biasa, kayak Rujak Cingur yang enak itu adalah yang dijual dibawah pohon dan dipinggir jalan.

Begitu pesanannya datang dalam waktu tidak lama sejak pemesanan, yang terlintas pertama kali wah bumbunya sangat kental dengan bau khas, langsung aja menyendok nasi dan mengambil potongan ayam yang paling kecil sebagai permulaan,  saya baru tahu juga kalau nasinya itu nasi uduk dan rasanya gurih banget, untuk nasi saja begitu terasa nikmatnya.

IMG_20171115_131541

Ketika potongan pertama mengenai lidah, ayamnya memang benar-benar ayam kampung yang lembut tanpa perlu bersusah payah mengunyah potongan dagingnya langsung lumer dan langsung menyatu, enak banget rasanya, perpaduan rasa ayam, urap-urap, nasi uduk dan sambalnya memang begitu nikmat, saya bahkan mungkin baru ingat makan ayam berkuah ini terakhir kali itu masakan kaparendenya ibu saya dan itu lama banget waktu masih di sulawesi sana.

Untuk  harga paket 4 orang dengan urap-urap, nasi dan minum kami menghabiskan biaya sekitar Rp. 170.000,- jad kalau dihitung rata-rata untuk makan disana per orang sekitar RP. 65.000, – sangat wajar dengan kualitas makanan seenak itu, bahkan termasuk murah karena ini ayamnya memang ayam kampung asli. Selain menjual Ayam Lodho rumah makan ini juga menjual Ayam Bakar bumbu kecap serta Ayam Goreng

IMG_20171115_135150

Kalau ke Tulungagung, wajib deh coba makan disana.

Ayam Lodho Sumber Rejeki Hj. Kasnan
Jl. Jayeng Kusuma no. 22 Tulungagung
Buka: Pukul 08.00 – 21.00

Cabang : Sumber Gempol (Timur Koramil Sumber Gempol)

Kalau ke Sampang wajib mampir ke Kaldu Al-Ghazali

Sampang, daerah penghasil garam terbesar di Indonesia. terletak di tengah antara Bangkalan dan Pamekasan yang bisa dibilang merupakan daerah yang ada di Pulau Madura paling kecil, iya gak sih?

Jadi ceritanya sebelum ada kejadian seperti yang diceritakan di sini, saya dan teman-teman berkeliling Kab. Sampang dari utara sampai selatan bahkan sampai nyasar juga di Tanjung Bumi, daerah paling utara Bangkalan. Maklum dengan hanya mengandalkan GPS dan nanya-nanya orang sekitar tentang objek penelitian yang kami cari.

Selama berada disana kami menginap di Camplong, salah satu daerah terujung selatan Sampang, kata teman yang asli daerah sana dari tempat kami menginap sampai Pamekasan itu cuma 20 menit, cukup dekat yang membuat orang Camplong kadang kalau belanja lebih suka ke Pamekasan yang memang bisa dibilang kotanya lebih besar daripada Sampang.

Untuk makanan memang tidak banyak yang istimewa dari kota ini, kami praktis hanya makan di 3 tempat dalam 5 hari perjalanan, bahkan Restoran Pantai  Camplong itu tempat makan kami selama 4 hari dan satu tempat makan bernama Nikmat serta satu lagi Kaldu Al Ghazali.

Untuk Restoran Pantai Camplong tidak ada yang istimewa disini, makanannya pun hampir sama dengan tempat makan yang lain tapi untuk daerah sana itu termasuk tempat yang hits apalagi dengan bonus pantai Camplong yang kadang katanya seru dipakai pacaran malam oleh pemuda setempat.

Ini Sedikit Gambar yang diambil menu yang ada disana. IMG_20170703_190453_HDR_optimized

IMG_20170703_195457_HDR_optimized

IMG_20170703_195551_HDR_optimized

Menunya termasuk biasa kan? makanya yang pengen saya bahas sebenarnya adalah salah satu tempat makan yang ada di Sampang dan termasuk hits, kalau orang yang melewati jalur selatan ke arah Pamekasan dan Sumenep begitu juga sebaliknya selalu mampir tempat ini karena berada dijalur utama, pada awalnya juga kami gak ngeh sampai satu teman yang asli Pamekasan melihat postingan IG kami dan menyuruh mampir ke tempat yang bernama Kaldu Al Ghazali.

IMG-20170704-WA0025

Awalnya kami gak paham dengan apa yang disebut Kaldu itu, kami mengira itu hanyalah sebuah makanan berkuah dengan kaldu ayam atau sapi yang istimewa sampai makanan itu sampai di Meja.

19665281_10209950568825796_7605623035775257551_n
Maaf fotonya tidak begitu jelas, frame rate kameranya jelek. :p

Ternyata yang dimaksud Kaldu itu adalah Tulang Sapi yang gedenya masya allah, orang didaerah lain mungkin ada yang jual ini tapi lebih erat dengan sebutan Sum-sum entah dicampur dengan bakso menjadi bakso sum-sum atau dengan kreasi makanan yang lain, sejak pertama saya lihat sudah langsung yakin bahwa makanan itu tidak akan sanggup dihabiskan, ini pernah serupa saya alami ketika makan sum-sum tulang kerbau di Medan, tapi saat itu lagi kurus banget jadi gak khawatir, tapi dengan berat badan sudah miring ke kanan membuat saya berpikir ulang makan ini banyak-banyak, tapi tidak begitu dengan kedua teman saya, mereka dengan lahap menghabiskan satu porsi itu sampai tandas.

IMG-20170704-WA0026
Satu porsi 😀

Rasanya memang enak, keseluruhan daging terasa sangat lembut di gigit dengan aroma kuah yang menggoda dan seluruh daging yang menempel ditulang semuanya bisa diambil dengan sendok, tanpa perlu disediakan pisau kecil seperti yang pernah saya makan di Lombok. Entah butuh berapa lama mereka mengolah tulang sapi dengan daging yang masih banyak dan gajih berwarna putih menjadi selembut itu.

Depot Kaldu Al Ghazali tidak hanya menyediakan kaldu saja, mereka juga menyediakan soto iga, lalapan, nasi rawon dan nasi rames tapi menu yang ada itu banyak kami temukan didaerah lain makanya kaldunya menjadi istimewa.

Harga kaldu termasuk cukup murah, hanya dengan merogoh kocek 45.000 satu porsi kita dapat merasakan kenikmatan yang pasti jarang kamu dapatkan di daerah lain ada juga katanya yang spesial dengan harga 65.000,- tapi tidak kami pesan.

Untuk kamu yang kalau ada kesempatan ke arah Sampang, Pamekasan atau Sumenep wajib singah ditempat ini, karena Depot Al Ghazali berada di daerah jalan utama jalur selatan pulau Madura.

Depot Al Ghazali 
Daerah Tanglok
Jl. Diponegoro 34A Sampang,
Harga 45.000-65.000

N.B : maaf fotonya diambil tidak terlalu bagus, karena kamera hpnya jadul 😀

Soto Lamongan “Tuyul” Pak Mardi

Kalau ke Lamongan gak lengkap rasanya kalau tidak mencicipi kuliner berkuah yang satu ini, akan tetapi kalau kamu ke kota ini jangan nganggep semua soto yang dijual disini enak semua loh, selama saya setahun lebih tinggal disini, hanya dua tempat makan soto yang recomended, yang satunya ada di Depot Asih Jaya, warung soto yang ini sudah terkenal dimana-mana bahkan banyak artis yang sudah pernah makan disini, dilihat dari foto-foto staf bersama artis yang terpampang di hampir semua sudut ruangan, tapi selain enak disini juga satu hal yang perlu diwaspadai, Harganya Mahal !!!, maklum mungkin karena sudah ramai banget tempatnya juga sangat strategis ada di pinggir jalan pantura.

Nah yang kedua inilah yang ingin saya ceritakan kali ini, Soto Lamongan Pak Mardi yang warungnya tepat berada disamping Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, tepat berada di perempatan.

Rasanya jangan ditanya enak pake banget, secara rasa tidak jauh beda sama yang ada di Depot Asih Jaya, dan menurut saya selain bumbunya yang pas dalam meracik kuah sotonya, di Soto Pak Mardi kamu bakal dapat tambahan dua potong telur bebek asin yang kalau lidah saya tidak salah (berarti bener) puncak kenikmatannya terletak pada telur asin ini.

img_20161116_111333

Tempat ini sangat ramai dikunjungin dari buka sampai sore ( jam 3 sore jualannya sudah habis). Hal inilah yang membuat orang banyak heran karena dengan tempat seadanya, soto ini bisa sangat luar biasa pengunjungnya, sehingga ramai yang nyebut tempat itu ada tuyulnya, banyak juga yang buat cerita kalau makan soto disitu emang enak, tapi kalau sudah dibawa pulang rasanya beda.

img_20161116_111839

Padahal seharusnya mereka paham, kuah soto itu kan kalau dibungkus harus pakai plastik kecuali yg belinya bawa tempat sendiri, nah ketika dibungkus plastik kuahnya jadj tercampur lagi dan otomatis tidak akan enak lagi, begitulah kira-kira sehingga saya kalau makan disitu selalu makan ditempat, murah kok dengan es teh dan kerupuk dua paketannya harganya cuma 12.000, udah puas banget deh.

Sekali-kali coba deh kalau mampir Lamongan saat siang, dan bukan hari Jum’at dan rasakan “Tuyul” Pak Mardi bekerja.

Sehabis Ngopi di Rumah Kopi, Lamongan

Sore kemarin disela-sela kesibukan, diajakin teman buat ngopi yang maklum awal-awal tahun lagi sibuk-sibuknya pada bagi-bagi jatah proyekan, jadi sebagai orang yang punya akses ke beberapa konsultan saya menjadi penting untuk diajak ngobrol beberapa peluang entah minjam bendera atau nyari investor beberapa proyek yang katanya mereka bisa akses.

20160201_172053

Sejak tinggal di Lamongan sejak bulan 6 kemarin, selain mengurus kerjaan saya juga sibuk antar jemput calon istri yang pulkam dihari jumat dan balik lagi ke Gresik di hari minggu, dan sering banget lewatin tempat ngopi ini, Rumah Kopi namanya berada di sekitaran jalan Veteran Kota Lamongan, akhirnya karena mumet juga akhirnya saya ajaklah teman untuk ngopi disitu sekaligus bisa tahu bagaimana tempatnya.

Karena kemarin sempat ambil beberapa foto dan mumpung rada kosong hari ini saya mau nyoba ngereview tempat ini dan karena saya orang yang paham ekonomi (secara jurusan saya sosial ekonomi) akhirnya coba deh kita bahas tempat ini dalam konsep bauran pemasaran (4P) yang terdiri dari Product, Price, Place dan Promotion

Product

Varian product yang ditampilkan disini cukup bervariasi kalau boleh saya bilang ini tempat yang agak lengkap untuk seukuran kota kecil seperti Lamongan, kopinya lengkap dari Aceh sampai Brazil, tempat pembuatan kopinya juga lumayan lengkap seperti Mokapot dan lain-lain, serta mereka juga membuat produk camilan lain yang bisa dikonsumsi barengan sama kopi ini, akan tetapi jujur untuk makanan kecil/snack yang dibuat tidaklah istimewa, karena ada chicken chips yang saya pesan itu kalau saya tidak salah adalah produk dari sebuah perusahaan yang ngeluarin produk semacam nugget dan sebangsanya. tapi untuk kopi sangatlah tidak mengecewakan karena rasa Kopi aceh Gayo yang saya cicipi itu terasa istimewa.

20160201_161226

Price

Kalau bagi saya kalau dibandingkan sama tempat-tempat ngopi di Jakarta, Surabaya atau Jogja harganya jauh banget murahnya karena sepengetahuan saya di kota-kota tersebut harga kopinya ya lumayan diatas 20rb, sementara disini hanya berkisar 7ribuan sampai 20rban, tapi rasanya tidak mengecewakan loh walaupun jauh lebih murah (untuk Kopinya) tapi kalau dibandingkan dengan warung kopi yang memang banyak berserakan di Lamongan harganya cukup diatas sedikit.

Place

Ini jadi perhatian saya sebenarnya, tempatnya sangat tidak tepat dan terlalu mepet dengan jalan akhirnya tidak maksimal, design tempatnya gak terlalu oke dibandingkan Mato Cofee di Jogja, atau misalnya Peacock yang juga di Jogja, akan tetapi bagian dalam Rumah Kopi Lamongan ini bagus menurut saya, enak buat lesehan tapi kurang begitu luas dan pihak rumah kopi yang sudah memasang banner mereka sekaligus tempat kursus barista tempat ini jauh dari rasa nyaman baik buat ngopi ataupun percaya bahwa ini bisa melatih menjadi barista handal.

Promotion

Ini adalah kelemahan buka usaha di Lamongan mau promo sekayak gimanapun ya pasti cuma kayak gitu-gitu aja, walaupun mereka juga punya sosial media seperti twitter dan blog (blognya bisa dilihat disini) ya walaupun tampilan blognya masih biasa-biasa saja, twitternya juga biasa aja dengan pengikut yang gak sampai 30, saya yakin mereka gak serius garap promosi mereka dengan menggunakan media online. dan bagi saya ini cukup percuma sih, dengan logo yang menarik serta tagline menarik dan juga menganut konsep pendidikan buat barista mereka lalai menggarap pasar onlinenya,

20160201_154414

Mereka jual biji kopi/bubuk semua jenis kopi dan untuk ukuran lamongan mereka seharusnya menjadi trend setter dan pemasok utama tempat-tempat kopi yang di Lamongan jumlahnya buanyak banget.

Tapi kalau untuk tempat santai, tempat ini bolehlah, wifinya juga kencang banget dan gak mengecewakan seperti tempat ngopi di lamongan yang biasanya pada lemot atau gak bisa nyambung.