Philauri-Cerita roman yang tak membosankankan #Reviewfilm

Kanaan seorang India yang pulang setelah menyelesaikan pendidikannya di Amerika, pulang dengan rencana menikahi gadis pujaannya sejak SMA, Anu. Akan tetapi karena masih percaya pada mitos horoskop sesuai budaya India, Kanan diharuskan menikahi sebuah pohon terlebih dahulu sebelum menikahi Anu untuk menghindari hal buruk yang bakal menimpanya setelah pernikahan sesuai ramalan.

Walaupun tidak terima akan tetapi karena keluarga besarnya memaksa dan hanya untuk mengikuti adat meraka, akhirnya Kanaan menerima syarat tersebut dan melakukan ritual menikahi sebuah pohon. Kejadian unik pun mulai menimpanya ketika malam, seorang hantu datang dan mengaku bahwa dia adalah penunggu pohon yang telah dinikahinya.

Kedatangan hantu, ketidaksiapannya menerima pernikahan di usia muda ternyata mulai mempengaruhi rencana pernikahan Kanan dengan Anu, mulai ada kecurigaan diantara mereka bahwa Kanan tidak ingin menikah. Akan tetapi Kanan pun mulai terjebak dengan cerita masa lalu Sashi, si Hantu pohon yang baru saja dinikahinya dan hanya dia yang mampu melihat wujudnya. Cerita panjang keduanya akhirnya membuka tabir bahwa pohon yang baru dinikahi Kanan adalah tempat Sashi menggantung dirinya ketika calon suaminya Philauri tidak datang di hari yang mereka tentukan.

Cerita ini memang klise sih, ada hantunya yang tidak mengganggu manusia dan terkesan mempunyai urusan yang masih belum selesai sehingga masih gentayangan. Sama dengan mitos di negara kita kalau orang bunuh diri pasti arwahnya gentayangan. Tapi harus diakui ramuan ceritanya tidaklah seremeh dengan film hantu yang dibuat sineas negeri kita, mereka dengan apik membuat semuanya menjadi masuk akal bahkan sangat romantis dengan konflik yang sangat tidak biasa.

Film Philauri hadir dengan alur maju mundur dengan menggabungkan perjalanan kisah pernikahan Kanan dan Anu serta cerita cinta masa remaja Sashi dan Philauri, dan kesemuanya menggabungkan dua motif keterbelakangan berdasarkan budaya, dimana Kanan dengan budaya pernikahan yang ingin modern tapi keluarganya sangat oldschool serta Sashi yang ketika hidup adalah lahir dari keluarga dokter dan berada yang menganggap pekerjaan seni menyanyi dan penyair adalah profesi rendahan dengan Philauri sebagai tujuan utama cerita.

Walaupun part terakhirnya memang sangat biasa dan tidak ada kejutan sama sekali, bahkan kisah perhantuan gentayangan diseluruh dunia mungkin seperti itu akhirnya tapi secara keseluruhan film ini sangat menghibur, bisa romantis, komedi dan drama satir sekaligus, tidak akan kecewa melihat film 2 jam 18 menit ini karena kisahnya memang walaupun idenya sangat biasa tapi sekali lagi kita harus mengakui kemasan film India semakin hari semakin membaik.

Dan Anuskha Sharma sejak tampil di PK sepertinya semakin hari semakin bersinar termasuk di film ini.

Selamat menonton ya.

Genre ComedyDramaFantasyRomance Actor
Director Country India
Duration 2 jam 18 menit IMDb
6.1 /10 from 1,666 users
Release 24 March 2017

Iklan

Ordinary Person, film tentang orang biasa di tengah politik negara

Dengan latar tahun 1987, seorang detektif yang baik dan jujur bernama Kang Sung Jin diperankan oleh Son Hyun-Joo hidup dengan istrinya yang bisu Song Jeong-sook (Ra Mi-ran) dan anaknya Min Guk yang tulangnya lemah sehingga susah untuk berjalan. Kehidupan keluarga itu sangat pas-pasan karena promosi Kang Sung Jin tidak juga didapatkannya, ketika dia mampu menangkap penjahat benama Swifty ternyata di klaim oleh atasannya sebagai hasil kerjanya pribadi.

Ketika mengejar Swifty tersebut secara tidak sengaja dia menangkap seorang pelaku pembunuhan bernama Kim Tae Sung, yang berujung pada pemanggilannya untuk datang ke Namsan (markas intelijen korea) dan diberi berkas pekerjaan oleh Choi Gyu-nam (Jang Hyuk) untuk mengumpulkan bukti bahwa ternyata Kim Tae Sung adalah tersangka pembunuh berantai pertama yang terjadi di Korea, 17 orang telah dibunuhnya menurut berkas tersebut.

Kepercayaan yang diberikan Pihak Namsan itu ternyata berbuntut pada kemewahan yang diterimanya, diberi mobil pribadi untuk pekerjaannya, diberikan uang yang banyak akan tetapi beberapa kali dia harus mengirim barang terlarang dengan mobil pribadinya, hati kecilnya mulai bergejolak akan tetapi operasi tulang anaknya membuatnya tidak memikirkan apa-apa lagi, termasuk ketika sahabatnya seorang reporter bernama Chu Jae-jin (Kim Sang-ho) memberitahukan bahwa pembunuh asli dari korban-korban yang ada di berkas pembunuhan Kim Tae Sung orangnya sudah meninggal dan menuju pada satu logika kalau Kim Tae Sung bukanlah pelaku dari pembunuhan berantai dan kasus tersebut dibuat-buat oleh pihak Namsan.

Kang Sung Jin akhirnya harus diuji dengan sangat keras ternyata sahabatnya Chu Jae-jin diburu oleh pihak intelijen karena memegang sebuah data penting dari sebuah skandal besar yang akhirnya Chu memilih untuk bersembunyi di rumah Kang, sementara sebelumnya Kang Sung Jin diperintahkan untuk mencarinya oleh Choi, dilema antara persahabatan dan karier akhirnya membawa Kang memutuskan untuk melaporkan posisi Chu dengan syarat sahabatnya tersebut pulang dari interogasi dalam keadaan utuh, ternyaa Chu Jae-jin ditemukan tewas dengan kepala bocor, dibunuh oleh pihak Namsan.

Peristiwa itulah yang akhirnya membuat Kang Sung Jin berbalik arah dan melawan Choi Gyu-nam.

Film ini benar-benar memukai dari awal sampai akhir, walaupun memang walaupun ini film action tapi dipastikan yang gak kuat nahan sedih pasti nangis lihat alur cerita hidup Kang Sung Jin ini, apalagi melihat adegan dia membeli dua buah pisang sisa di penjual dan satu buah untuk anaknya sedangkan satu lagi disuapkan ke istrinya, dan Kang Sung Jin? harus rela menjilat bagian dalam kulit pisang itu. 😦

Secara sinematografi film garapan Kim Bong-Han ini sangatlah memukau, baik dari settingnya yang harus mundur lama di tahun 1987 dan tidak terlihat sama sekali kejanggalan, model Thrillernya sangatlah bagus walaupun terbaca di beberapa frame akan seperti apa tapi garis cerita ini belum pernah saya lihat sejenis dan mirip, kisah ini sangat orisinil apalagi dikaitkan dengan birokrasi korup dan diktator negara ginseng ini.

Polisi yang korup dan menyetting kasus, seorang wartawan yang percaya bahwa idealisme sepertinya masih akan terus hidup, serta aksi massa yang masif karena ketidakadilan penguasa dipertontonkan seperti layaknya rakyat korea tidak puas dengan pemerinahan Perdana Menteri Park yang akhirnya mereka turun kejalan dan Park pun akhirnya dipecat.

Tonton deh, siapkan tissu dan saksikan magis film ini, very recomended deh.

Genre Action, Crime, Drama Actor , ,
Director Country South Korea
Duration 2 jam 1 menit IMDb
0 /10 from 0 users
Release 23 March 2017

Pencurian yang tidak profesional, #ReviewFilm The Profesional

Komentar saya melihat film ini sejak awal memang tidak mengexpektasikan apa-apa, walaupun banyak teman blogger yang diundang untuk premiere filmnya dan menuliskannya dalam satu artikel membahas film ini juga tidak menarik perhatian saya untuk menonton, dan ternyata benar. Saya ngerasa hambar nonton film ini.

Kalau yang sering nonton film tentang pencurian ala drama gini, kiblat saya adalah Ocean Twelve, Ocean Thirteen atau hal yang dikit seru model pencuriannya adalah model Fast and Fourius terutama di edisi Fast Five atau mau model pembobolan brankas kayak The Italian Job, bagi saya list film itu master piecenya. Kenapa saya sebut film-film itu karena hampir semua adegan di film The Profesional (kecuali adegan kejar-kejarannya) hampir selaras dengan model cerita itu, sebut saja pada saat fragmen ketika ruangan brankas Reza hanya bisa dicapai dengan lift yang hanya bisa diakses menggunakan sidik jari Reza, cara untuk mengambilnya ya Abi pura-pura datang keruangan Reza dan mendapatkan sidik jari dari hasil memancing Reza. Ingat itu mirip dengan alur mana? adalah ketika Gisele di Fast Five mendapatkan sidik jari Hernan Reyes , bukan mau bilang ini plagiat loh tapi semacam dejavu aja dan tidak ada suprise.

Atau adegan ketika model hacker seperti Ferry yang diperankan sama Cornelio Sunny, meretas gedung, kamera CCTV sampai pecahin kode enkripsi file, itu masih tidak istimewa dibandingkan gaya Napster di film The Italian Job atau Tej Parker di Fast Five apalagi mau dibandingkan dengan gaya hacker model Benji di film Mission Imposible, kemampuan Ferry di The Profesional tidaklah istimewa.

Lihat lagi adegan Sophie ketika merayu Dani si ahli IT perusahaan Reza, dibikin mabuk sampai bisa membocorkan rahasia, itu terlihat kayak si Matt Damon merayu Ellen Barkin agar bisa masuk dalam ruangan berlian, caranya kayak gimana? ya buat Ellen jatuh cinta dan dibuat mabuk pada saat malam pencurian, dan Sophie ke Dani? juga hampir mirip :D.

Sekali lagi saya gak pengen bilang film ini adalah meniru film-film tersebut  akan tetapi dengan referensi film bagus yang cukup maka saya berani bilang kalo penonton tidak akan terlalu excited untuk melihat alurnya karena terlalu banyak kesamaan model, dan cara bekerja mereka dalam film pun tidaklah menunjukan mereka profesional dalam pencurian tingkat tinggi seperti yang diinginkan dalam film The Profesional ini.

Adegan membuka brankas pun terkesan sangat tidak profesional, jauh bila dibandingkan dengan aksi Charlize Theron yang memerankan Stella Bridger yang untuk membuka brankas yang sulit bahkan harus dengan mengebor kemudian melanjutkan dengan cara manual memakai pendengaran, sedangkan Pak Cokro yang diperankan Lukman Sardi bisa buka brankas dalam sistem pengamanan berlapis hanyalah seperti membuka brankas biasa seperti tempat penyimpanan itu tidak ada apa-apanya padahal pernah dibuat stres sampai bertengkar ketika tahu bahwa brankas yang dipakai Reza adalah type M, tipe tersulit, dan simpulkan sendiri aja deh.

Akhirnya saya hanya bisa bilang bahwa tidak ada suprise yang bisa membuat saya terpesona melihat alur film ini, penggarapannya terlalu mentah, bukan pula saya ingin membandingkan dengan cerita film luar yang biasa saya tonton akan tetapi kalau tidak bisa  lebih baik alangkah baiknya hadir dengan ide orisinil sehingga cerita utuhnya ketangkap dengan baik.

Akhirnya kesimpulannya film ini, bagus, iya bagus. Tapi tidak Istimewa.

Power Rangers yang tidak lebih baik dari seri kartunnya #Reviewfilm

Awalnya saya berharap sangat baik dengan kemunculan seri layar lebar kartun kesayangan dimasa kecil ini, apalagi ketika melihat awalnya yang dibuka sangat baik dengan kematian Zordon di 65 juta tahun yang lalu saya berharap lanjutannya semakin baik, masih baik ketika sosok Jason yang ugal-ugalan muncul dan kemudian dikejar oleh polisi keesokan harinya menampar dengan keras salah seorang teman sekelasnya yang menganggu Billy si anak autis, ceritanya masih sangat menjanjikan.

Akan tetapi ketika sudah mulai masuk ketengah film mulai terasa sekali alurnya sangat hambar, bertele-telenya mereka hanya untuk menjadi Ranger dihadapan Zordon hanya terkesan memperpanjang alur film, dan lagi-lagi saya kecewa.

Mungkin saya terlalu berharap film ini akan semakin filosofis dan lebih up to date mengingat ini film yang dibuat ditahun 2017 akan tetapi hanya dibuat dengan animasi seadanya, yang lebih mengherankan kenapa Jason dan kawan-kawannya yang terpilih sementara Zordon sebelum mengubur koin merah dan kuning menginginkan koin itu menemukan orang yang sangat kuat untuk menerima anugerah itu, dan kenapa juga dua koin itu dari merah dan kuning tiba-tiba bisa menjadi merah, kuning, biru, pink dan hitam? filosofinya bagaimana?

Begitupula dengan adegan pertempurannya, untuk sekelas animasi tahun 2017 ini masih sangatlah biasa bila dibandingkan dengan pertempuran yang terjadi di film Pasific Rim apalagi Transformers, yang lebih aneh lagi ketika lima robot rangers dipaksa masuk lubang kedalam Lava oleh Goldar tiba-tiba mereka bersatu menjadi Megazord? what the..belum lagi konflik yang terjadi dimasyarakat ketika ada Goldar ditengah kota atau Megazord yang tiba-tiba membela mereka, pihak kepolisian juga tidak terlihat ikut campur dan semakin menjadi mirip serial kartunnya.

Seingat saya bahkan dulu ketika Power Rangers masihlah sebuah kartun, bahkan untuk memilih hewan mana yang mereka dapat ketika menjadi ranger pun ada filosofinya, kenapa Kimberly dapat burung, dan Jason dapat Singa. Bahkan pemilihan masing-masing ranger berwarna apa juga ada penjelasanya detilnya, tidak ujug-ujug Kimberly dapat warna Pink dan Trini mendapatkan warna kuning, apa alasannya?

Bagian yang paling apik bagi saya adalah ketika mereka tiba-tiba mendapatkan kekuatan selepas mereka kecelakaan mobil dan membuat koin kuning dan merah bersatu, hampir mirip dengan apa yang dialami para superhero lainnya. Kaget dengan perilaku mereka yang tiba-tiba punya kekuatan, juga hal lain yang oke adalah ide untuk memunculkan markas persembunyian kapal Zordon yang ada dibawah gravitasi air, itu belum ada di ide cerita film manapun, juga kalau tidak ada tingkah lucu dari seorang Billy mungkin hubungan antar pemeran Ranger terkesan hambar tanpa ada celetukan khas negronya.

Untuk sebuah film animasi saya berharap lebih, semoga kalau ada serial keduanya bisa digarap lebih serius dan bisa menyinggung banyak makna kehidupan.

Untuk cerita anak-anak bolehlah membawa buah hati anda melihat ini

Selamat menonton.

Dangal, Aamir Khan dan Film India syarat makna #Reviewfilm

Transformasi film India memang sangat luar biasa, sebagai penikmat sejak kecil mungkin bukan hal yang aneh dengan lagu-lagu serta tarian khas mereka, akan tetapi dalam satu dekade belakangan film mereka sudah berubah menjadi lahan kritik akan tetapi dengan sinematografi luar biasa yang menjadi kombinasi apik antara cerita dan alur film, film india bukan lagi hanya soal hal-hal remeh tentang jagoan yang sangat jago dengan suara pukulan yang kadang lebay, juga bukan tentang cerita cinta yang alay dengan cerita mendayu-dayu penuh tarian yang kadang tidak nyambung dengan cerita, film India sudah berubah banyak menjadi kumpulan film syarat makna.

Aamir Khan mungkin menjadi salah satu orang yang konsen dengan hal tersebut, walaupun tidak sedikit juga film dimasa mudanya masih sangat alay. Tetapi ketika sudah terjun dalam dunia belakang layar sekaligus pemain dimasa matangnya, Aamir Khan lahir dengan film yang sangat penuh makna, sebut saja film 3 Idiot yang mendunia dengan sindiran bahwa orang harus bekerja sesuai dengan passionnya, atau kasus pendidikan anak istimewa yang mengidap disleksia di film Taare Zamen Par (baca reviewnya sini), begitu juga sindirian kerasnya terhadap konsep beragama di India bahkan seluruh dunia lewat film PK dan yang terakhir adalah film tentang perempuan india yang memenangkan medali emas dalam kejuaran gulat commonwealth. Dangal.

Dangal memang adalah salah satu contoh kesuksesan baik secara harfiah kehidupan lakon asli cerita ini, juga bagaimana sinematografi berjalan dengan baik.

Film Dangal adalah cerita drama keluarga syarat makna, Dinamika antara Mahavir Singh Phogat sebagai seorang ex juara gulat nasional, yang diperankan Aamir Khan, dengan anggota keluarganya menjadi kekuatan inti filmnya. Bagaimana tidak, dengan harapan bahwa anak laki-lakinya lah yang akan menjadi penerus cita-citanya menjadi juara internasional ternyata Mahavir Singh Phogat dihadapkan pada kenyataan kalau semua anaknya adalah perempuan.

Sempat kecewa dengan kenyataan hidup tersebut akhirnya Mahavir Singh Phogat seperti mendapatkan anugerah yang luar biasa ketika dua anak perempuan tertuanya Geeta dan Babita datang kerumah dengan membawa serta dua anak laki-laki yang habis dihajarnya, bukannya marah dengan kenyataan tersebut Mahavir Singh Phogat disadarkan bahwa anak perempuannya juga adalah seorang emas yang lahir dari darahnya. Darah pegulat.

Mulailah dia melatih dua anak perempuannya menjadi pegulat, dengan rutin berlatih sejak jam 5 pagi. Melawan cibiran orang dikampungnya bahkan mengabaikan protes dua anaknya tersebut sampai istrinya, memotong pendek rambut dua putrinya dengan dingin untuk sebuah cita-citanya dimasa muda, hasil kegigihannya pun bernilai sebuah emas dan perak Juara Comonwealth.

Dengan durasi 2 jam 49 menit, Dangal melahirkan menit demi menit gambar yang sangat mengesankan, dari rangkain itupun kita dapat memahami bagaimana susahnya olahraga gulat tersebut, Fatima Sana Shaikh yang memerankan tokoh Geeta Phogat pun dengan baik memeragakan semua teknik gulat, konon katanya Fatima harus menjalani 8 bulan rutin penuh untuk mempelajarinya dan hasilnya memang sangat baik, tidak ada yang janggal dari semua teknik yang dimainkannya, like a profesional.

Untuk peran ini pun Aamir khan harus menaikan berat badan sekaligus bentuk badannya sekaligus, jauh dari kata atletis seperti peran-perannya selama ini sekitar 2 kali lipat dari bentuk badannya terdahulu, tapi hal itu pulalah yang menunjukan ketotalannya dalam mempelajari teknik gulat sampai kemiripan dengan tokoh asli Mahavir Singh Phogat

Film ini layak untuk diacungi jempol sangat tinggi, baik secara cerita maupun sinematografinya, dan sekali lagi film ini sangat sarat makna. Menyentuh sebuah keuletan dan kegigihan seorang yang ingin mewujudkan cita-citanya  sampai dengan pelajaran ketidak pedulian mendengarkan cibiran orang demi sebuah kesuksesan.

Selamat Dangal, Selamat Aaamir Khan dan Selamat untuk Film India

#ReviewDrama Goblin Episode 2

Jie Eun Tak yang secara tidak sadar mampu mengikuti pergerakan Kim Shin yang mampu berpindah tempat kemana saja, ketika mereka berada di Korea dan keluar lewat pintu ternyata mereka berpindah di Kanada, Kim Shin gak nyangka ada wanita yang mampu tahu dia adalah Goblin, bisa memanggil dia lewat cahaya yg ditiup serta bisa ikut berpindah.

Kim Shin pun mencoba itu pada Malaikat Pencabut nyawa yang ikut tinggal dirumahnya, keluar lewat pintu depan dan langsung menuju padang rumput ternyata si Malaikat pencabut nyawa keluar lewat pintu yang sama malah keluar rumah beneran.

Jie Eun Tak yang sedih ditindas oleh keluarga bibinya dan keluar malam secara tidak sengaja bertemu dengan Malaikat pencabut nyawa yang sudah mencarinya selama 10 tahun dan Jie Eun Tak disebutnya sebagai Jiwa yang hilang karena tidak terdaftar di buku kehidupan manapun. Tapi si Goblin Kim Shin datang menolongnya.

Jie Eun Tak akhirnya mendapatkan pekerjaan di warung makan Ayam sesuai dengan apa yg diucapkan Goblin pada saat pertemuan mereka pertama kali.Pertemuan dengan Malaikat pencabut nyawa pun membuatnya dia harus kabur dari rumah.

Tapi ternyata Bibi Jie Eun Tak punya banyak utang dan ingin melunasi dengan uang asuransi peninggalan almarhum ibunya, dua penagih utang yang diceritakan jumlahnya pun sangat tertarik dan menculik Jie Eun Tak untuk mencari buku rekening untuk diuangkan, tapi. Tentu saja Goblin datang menolong

Episode keduanya ini sedang mengexplore semua hal tentang kehidupan baik Jie Eun Tak ataupun si Goblin itu sendiri, konflik asmaranya pun mulai mendayu-dayu banget, sudah sangat korea banget.Kisah Jie Eun Tak seperti kisah putri zaman dulu yang susah..ibunya meninggal tinggal dirumah keluarganya yang kejam tapi punya malaikat pelindung..bahkan malaikat maut yg harusnya nyabut nyawa orang malah jadi salah satu orang yg pernah menyelamatkan dia.

Jam Tayang : Jumat & Sabtu, 20 : 00 KST
Tanggal Tayang : 2 Desember 2016 s/d 21 Januari 2017
Network : tvN
Episode : 16 (To Be Confirmed)
Genre : Romance, Fantasy

Pemeran :

  • Gong Yoo sebagai Kim Shin (Dating Agency : Cyrano/2013 : Cameo (Ep.9))
  • Kim Go Eun sebagai Ji Eun Tak (Cheese In The Trap/2016 : Hong Seol)
  • Lee Dong Wook sebagai Wang Yeo (Bubblegum : 2015 : Park Ri Hwan)
  • Yoo In Na sebagai Kim Sun / Sunny (One More Happy Ending/2016 : Go Dong Mi)
  • Lihat pemeran selengkapnya di sini.

Ketika mencintai tapi harus membohongi #Reviewfilm Never Said Good Bye

Makan malam mereka menjadi malam yang terakhir pertemuan, sekaligus pengumuman Junho (Lee Joon-gi)  yang ingin balik ke Italia mendadak keesokan harinya dengan meninggalkan para sahabatnya dan juga Xiaouyou (Zhou Dongyu), pacarnya. Malam itu pertengkaran antara Junho dan Xiaouyou menuju puncaknya dan Junho memutuskan pergi saat itu juga dan tidak pernah memberikan kabar apapun.Dalam kemarahannya menunggu kabar Junho, Xiaouyou hanya memberikan waktu satu bulan, lewat dari itu maka hubungan mereka selesai. ternyata 3 bulan berlalu dan hubungan mereka diputuskan oleh waktu.

Kepergian Junho juga ternyata bukan hal yang mudah bagi teman-temannya apalagi Direktur Ma (Xing Jiadong), semenjak kepergian Junho dia selalu marah-marah hampir tiap hari dan yang menjadi sasaran kemarahannya adalah Xiaouyou yang dianggapnya selalu tidak becus dalam segala hal, Xiaouyou dipecat pada akhirnya dan beberapa hari kemudian terdengar kabar Junho meninggal.

Nelangsa ditinggalkan Junho, dipecat dari pekerjaannya bukan membuat Xiaouyou berubah akan tetapi menjadi lebih parah, semakin ingat kenangannya dengan Junho, sampai mencari desain bar buatan Junho yang dijanjikan akan diselesaikan dan setelah itu akan membawa Xiaouyou ke Italia diperkenalkan pada keluarganya, Bar itu pun ternyata terlantar sepeninggal Junho, dan Xiaouyou menjadikan itu sebagai alat untuk melupkan Junho, akan tetapi ada kebohongan yang tidak diketahui oleh Xiaouyou karena saking cintanya Junho pada dia, hal yang paling urgent pada dirinya pun tidak diberitahu.

Ini memang film mandarin, akan tetapi sangat rasa korea apalagi yang main adalah Lee Joon-gi dan dialognya pun campur antara korea dan mandarin. Ceritanya juga sangat picisan banget dengan memakai alur maju mundur yang memainkan perasaan penonton, saya jamin yang lihat adegan Junho nembak Xiaouyou pasti klepek-klepek deh, sangat korea banget deh. Endingnya juga sangat korea banget penuh dengan tangisan, kalau cewek nonton ini pasti deh mewek dan terharu dengan perjuangan Junho untuk mempertahankan kebohongannya kepada Xiaouyou demi kebahagiaan pujaan hatinya itu.

Film ini adalah tentang perjuangan pria yang sangat mencintai kekasihnya, rela berbohong demi kebaikan pasangannya, picisan banget. Caranya yang diam menyembunyikan semua hal yang buruk tentang dia dan hanya hadir dalam bentuk bayang-bayang menjadikannya very romantical man, setidaknya pasti menurut cewek kebanyakan pasti gitu, kebayang banget dengan sifat kekanak-kanakan Xiaouyou gimana jalanin hidup tanpa Junho, dan dia mau Xiaouyou kuat seperti itu, dibantu dengan kebohongan kawan-kawannya yang lain juga pastinya.

Kalau yang suka film pasti bilang ini sangat tertebak banget alurnya, tapi kalau kamu suka film yang romantis abis, ini jawaban buat kamu, tapi ada twist lain loh yang menarik di film ini, tonton deh.

Selamat Menonton ya.

Sebuah passion yang bukan (lagi) passion #Reviewfilm Ordinary World

Ketika ngeliat awal film saya agak ragu ini film biografi atau drama, karena Billie Amstrong si Vokalis dan Gitarisnya Green Day yang main, sekaligus nyanyi di awal tapi ketika film beneran mulai saya jadi tahu kalau si vokalis green day in lagi nyoba akting ternyata makanya nyoba film yang ada hubungannya dengan musik. Film ini tentang seorang Pery, vokalis band tenar dimasanya yang kemudian mundur karena mempuyai anak perempuan dan 15 tahun kemudian dia sesali.

Pery (Billie Joe Amstrong) bangun dengan ceria pagi itu akan tetapi isrinya yang sibuk karena harus ada meeting di pagi hari, dan lupa ulang tahun suaminya, belum lagi titipan tugas yang diberikan istrinya Karen (Selma Blair) juga terlalu banyak mulai mengantar anak sekolah sampai menunggu kedatangan orang tua istrinya di siang hari, dan permasalahan kecil itu yang membuatnya rindu dengan dunianya yang dulu yaitu ngeband.

Permasalahan kecil dari istrinya lupa mengucapkan selamat ulang tahun, adiknya yang tiba-tiba memecatnya karena selalu telat masuk kantor, berbuntut dengan mengundang kembali seluruh teman bandnya untuk pesta disebuah prresiden suite hotel yang mahal, ditempat itu pula Perry bertemu dengan mantannya Christy (Judy Greer) yang ternyata masih suka dan nekat untuk masuk kedalam kamar presiden suite diantara teman band Perry mengundang seluruh orang yang dikenal untuk merayakan ulang tahun Perry, sementara itu anaknya Salome (Madysin Shipman) sedang menunggu Perry membawakan gitar baru untuk penampilan di sekolahnya, konflik batin Perry sampai melupakan kewajiban yang biasa dia lakukan, dan merasa dia harus kembali ngeband untuk kembali pada passionnya.

Film ini drama biasa sih, no suprise ending bahkan terkesan datar sekali. Tapi untuk sebuah drama keluarga sih lumayan, awalnya padahal saya mengira ini film musical dari ngeband trus berkeluarga bandnya vakum dan kemudian kembali ngeband dengan lagu-lagunya yang tenar lagi, tapi itu tidak ada dan munculnya seorang penyanyi ternama yang di manajeri oleh Christy juga gak penting banget muncul.

Ini tentang konflik batin dengan semua kekacauan yang dirasakan karena ngerasa ngelakukan hal yang bukan passionnya, akan tetapi ketika dia mencoba masuk dalam passion yang dirasa itu dia banget, Perry ternyata menyadari bahwa hidupnya sudah tersetting untuk menyukai passionnya yang baru dan dia tidak sadari berpengaruh pada gaya hidup.

Not bad sih, tapi nontonnya jangan pake ekspektasi macam-macam, nanti jatuhnya kecewa kayak saya heheh.

Silahkan dicari trus ditonton kalau berminat ya.

Keluargalah yang terpenting #Reviewfilm Run The Tide

Udah lama bukan gak nonton filmnya Taylor Lautner? ada nih film terbarunya bertema drama yang berjudul Run The Tide, kalau terakhir dia beraksi itu di film Tracer tahun 2015, agak lama kayaknya baru muncul lagi pas akhir tahun.

Rey (Taylor Lautner) adalah seorang kakak yang membesarkan adiknya Oliver (Nicos Cristou) sendirian setelah ibunya Lola (Costance Zimmer) dipenjara karena narkoba dan juga kasus pelacuran. Keluarga mereka hancur karena itu, pernikahan Lola dengan Bo (Kenny Johnson) pun terancam hancur walaupun Bo masih mau mengurusi Rey dan Oliver. Akan tetapi Oliver yang merasa punya ibu merasa harus sering mengunjungi ibunya dan Rey ataupun Bo tidak melarang hal tersebut bahkan menyembunyikan sebab ibunya dipenjara.

Menjelang Lola bebas dari penjara, dia merasa ingin membesarkan Oliver sendiri sementara Rey tidak bisa menerima bakal kehilangan adiknya yang sudah diurus sejak kecil bahkan sejak mantan pacarnya masih bersama dia. Kebetulan pun terjadi Michell (Johanna Braddy) pacar Rey sewaktu SMA pun muncul dan euforia kedekatan mereka bangkit lagi dan Michelle mengajak Rey untuk tinggal bersamanya di San Fransisco akan tetapi sempat  ditolak karena Rey ingin mengurus adiknya,  dan ternyata ketika keesokan harinya Rey kembali galau karena takut adiknya akan di ambil oleh ibunya, maka option yang dia punya adalah hidup bersama Michelle dan membawa kabur Oliver. Pergilah mereka ke San Fransisco dan perjalanan rumit mereka pun dimulai.

Film ini kalau boleh bilang, gak cocok banget dengan karakternya si Taylor..Drama keluarga banget, beda sama genre yang biasa dia mainkan sebelumnya tapi mungkin si doi bosan dengan peran yang action seperti biasanya makanya ngambil peran ini, berhasilnya sih berhasil tapi cocoknya? dalam rentang 1-10 saya kasih 6 aja deh untuk aktor pemeran serigala ini.

Film ini hanyalah tentang drama keluarga broken yang hancur karena narkoba dan perselingkuhan, tapi kenapa judul Run The Tide ? kalau menurut saya pribadi adalah yang pertama ini cerita perjalanan dari daratan US ke daerah pinggiran pantai semacam San Fransisco, makanya disebut Run The Tide, Tide artinya ombak kan ya? iya gak sih?

Alur ceritanya juga mengajarkan bahwa kita harus percaya pada keluarga, dan harus ada kesempatan kedua bagi keluarga semacama Bo yang dihancurkan hidupnya karena sifat Lola sebelum dipenjara, atau Oliver pernah ingat dia dibentak oleh ibunya ketika sakau tapi berusaha menghilangkan ingatan itu kalau itu bukan ibunya, walaupun seperti itu tetap saja pasti ada orang seperti Rey, yang tidak percaya pada ibunya lagi akan tetapi akan ada momen dia sadar bahwa hanya keluargalah dia kembali dan keluargalah yang terpenting.

Kayak banyak dari kita, akan ingat keluarga pada saat susah dan ingat kalau hanya keluargalah yang tidak pernah bosan membantu selama mereka bisa. Kehidupan itu seperti ombak yang ada di lautan kita tidak bisa mengarungi dia semuanya, cukup berada di hal yang kita bisa aja, dan ombak itu seperti masalah yang kita hadapi terus menerus apabila kita berada di lautan, ketika kita melawan kita yang akan hancur maka cukup merasakannya maka hidup kita bisa bergelombang tapi tetap menyenangkan.

Mau tau akhirnya nonton aja ya, hehehe

Persahabatan atau cinta, yang mana kelemahanmu? #Reviewfilm Ae Dil Hai Mushkil

Kebayang gak kalau dua orang yang ketemu dalam satu diskotik langsung melakukan hubungan percintaan, akan tetapi karena ciuman dari si cowoknya itu gak oke maka si perempuan kehilangan hasrat dan langsung pamit pergi, tapi si cowok gak mau menyerah begitu saja dan mengejar gadis itu kemudian secara ajaib mereka akrab malam itu.

Ceweknya adalah si Alizeh (Anuskha Sharma) dan Cowoknya adalah Ayan ( Ranbir Kapoor) berjanji lagi keesokan harinya bertemu untuk saling mengenalkan pasangan mereka masing-masing, tapi tidak disangka pacar mereka saling menyukai dan akhirnya berselingkuh di toilet pria, Ayan dan Alizeh melihat langsung kejadianya, kebayang banget gak tuh sakitnya gitu. Tapi bagi Alizeh itu ternyata tidak menyakitkan dan dia punya kelemahan terbesarnya seorang cowok lain yang bernama DJ Ali (Fawad Khan) dan ketika Alizeh menemukan kembali cinta terhebatnya, Ayan ditinggalkan begitu saja sedangkan dia seperti sudah merasa menemukan cintanya yang hilang, konflik pun dimulai.

Alizeh memutuskan untuk menikah dengan DJ Ali ketika mantannya itu menyesal dan mengajaknya menikah dan Ayan yang sudah tergila-gila pada Alizeh ternyata harus merelakan bahkan dia ikhlas menjadi pendamping karena keputusan Alizeh menikahi DJ Ali, Alizeh harus rela diusir oleh keluarganya. Sementara Ayan? dalam perjalanan pulangnya berkenalan dengan Saba (Aishwara Rai) seorang janda cantik penulis puisi kenamaan, petualangan Ayan dimulai dari awal lagi, akan tetapi ketika bertemu Alizeh, Saba menyadari kalau cinta Ayan hanya untuk Alizeh dan dia harus pergi karena jika dia memaksakan tetap bersama orang yang dicintainya, dia akan lemah.

Secara umum film ini adalah tentang dua jenis cinta, yang kadang memang selalu kita perdebatkan antara apakah ini lebih baik persahabatan atau saling mencintai, atau memang dua hal itu tidak bisa digabungkan walaupun betapa sayangnya kita sama seseorang tapi kalau hanya cocok untuk sahabat ya hubungan itu gak akan kemana-mana.

Film ini juga menceritakan banyak sisi manusia ada beberapa tokoh yang lemah karena cinta, ada yang memaksa dirinya kuat karena cinta walaupun tak terbalas, ada yang bingung apakah dia jatuh cinta atau hanya merasa sayang sebagai seorang sahabat biasa, akan tetapi di film ini, kita bakal ngelihat satu bukti bahwa dalam setiap persahabatan antara cowok dan cewek pasti salah satunya baper, kalo kamu gimana? baper juga gak?

Film ini memakai alur maju mundur dengan memakai model menceritakan kembali, alurnya terasa halus dan menaikturunkan emosi penonton secara nyata, setelah tertawa karena adegannya langsung tegang dan mendadak sedih, plotnya tidak terduga. Walaupun memang kelemahannya di filmnya Ranbir Kapoor atau film yang disutradarai Karan Johar itu terlalu banyak lagunya, di beberapa moment terasa pas lagunya akan tetapi ada beberapa yang kurang pas dan terkesan overlah.

Yang paling mencengangkan saya adalah adanya Aishwara Rai dalam film ini, muncul ditengah cerita kemudian berperan diluar jalur perannya selama ini, seperti janda muda nakal dan binal, jadi iri banget sama seorang Ranbir Kapoor yang banyak ngerasain ciuman ama gadis-gadis cantik India, mulai dari Katrina Kaif, Deepika Padukone sampai si Ratu India Aishwara Rai.

Buat penggemar Sakhruh Khan kalian bakal ngeliat artis idola kalian disini, karena superstar India ini main sebagai cameo beberapa scene juga ada Alia Bhatt si cantik ini yang barusan habis bermain sama Shahrukh Khan di film lain juga muncul beberapa menit menjadi cameo pula.

Kamu nonton deh biar gak penasaran ya 😀