Pada Engkau

IMG_20160826_175348

ketidakmampuanku
keterbatasanku
yang begitu mencintaimu dengan caraku

keanggunanmu
kesucianmu
yang selalu membuat aku tertunduk dalam renunganku

dalam air mata suci
dalam kekekalan hati
bersemayam dalam rangkaian wangi

ijinkan aku mencium keningmu
sebagai tanda kehilanganku
sebagai tanda keabadianmu
salam

salam wanitaku
pada engkau (Crista Claudia)

Iklan

Aku, Kamu dan Hujan Rindu

tumblr_lr4c4ogFIA1qcdrybo1_500

Kenangan itu seperti matahari yang punya sejarah indah bersama siang yang merona kebahagiaan ketika melihatnya hadir dan membuang embun kesedihan akan tetapi ketika ternyata senja menjadi jeda diantara kita dan aku hanya mampu menjadi matahari yang hadir menyinari bulanmu yang sedang bercumbu dengan malam.

Aku telah hidup dalam jutaan waktu, berdetak sempurna sejak kau hadir dalam bilah-bilah jarum hidupku, bersama seumpama detak jantung yang tak mungkin berhenti mengalirkan darah seluruh pembuluh darah kita, kita memang pernah menjadi manusia yang sempurna, sempurna karena saling melengkapi apa yang tidak ada diantara kita.

Nada-nada renyah penuh tawa yang hadir dalam hidup kita mungkin bukanlah isapan jempol belaka karena waktuku selalu terbuang percuma untuk sekelebat beberapa detik hadir menonton kenangan kita dimasa lalu, Kamu adalah rindu yang selalu kupuja.

Hujan rindu ini pun hadir bukan tanpa sengaja, tapi sering menyergap diantara benih-benih rasa yang hadir ketika malam tiba, mengiringi nyanyian bulan menanti gerhana untuk menyempurnakan cintanya dengan kelam yang menyembunyikan kesedihannnya dengan gemerlap cahaya yang hadir bukan dari tubuhnya.

Jeda dan rasa adalah alasan yang sempurna atas sebuah rindu, tidak perduli itu hujan yang menyegarkan hadir memisahkan kecerahan, ataupun senja yang indah memisahkan siang dan malam, karena jeda hanyalah hadir sewaktu-waktu tapi rindu lebih kuat dari itu.

Senja di Pare Pare

12650964_10207632350380969_8806683225676498562_n

Aku menyapa nya ketika itu,
siang yang tenggelam,gelap temaram
kemudian mendung menjadikannya hujan,

Aku menyapa nya ketika itu
angin yang bertiup,hujan berdetak keras
kemudian ombak menerpanya menjadikanya buih.

Aku menyapanya ketika itu
Risau mendera,hati dalam renjana
Kemudian diam menjadikanya hening.

Seperti saat itu, Senja di Pare Pare

Puisi Kopi

12743823_10207703048108368_2512565426990151331_n

Di suatu ruang kecil
aku memikirkan mu
atau terkadang mencuri pandang.
pada segelas kopi yang tersimpan utuh
pada sudut itu.
saat sebelum beku menjelma sunyi saat itu.
atau senja yang menjadi gelap.
aku hanya ingin mendekati mu
menyentuh kopi pahit di ruang mu
tanpa gula atau pekat nya rasa

Mengingat mu,
adalah perjalanan saat pagi
sepagi mentari yang mengecap lelah mu
dan kopi hangat yang mencumbu mu.
Meja dan gelas berdebu mu,
selalu kau tatap ketika sepi menghimpit.
dan juga pintu yang kau tutup
tanpa berharap.
Kau tau apa arti rindu ? seperti pisau
menghujam kalbu saat pagi.
Dan sore menenggelamkan nya dalam
senja.

Kamu tau apa arti rindu,
Seperti kopi pahit yang kau minum,
Dan rindu yang kau pendam,
Adalah pekat nya.

Dua Buah Janji

ini-sejarah-kenapa-ada-janji-pakai-jari-kelingking-kamu-pasti-pernah-150430v

Rasa dan kata ini begitu menggebu
Mengartikan kehadiranmu tanpa ragu
Ribuan menit yang menyapa dalam suara
Meraup semua emosi dalam tawa bahagia

Ku uraikan semua kata yang ingin kuucap
Pada lembar hatimu yang kutuju dengan tulus
Kutulis semua nada hatiku yang ingin berharmoni
Di dentang musik jiwamu dalam rindu

Apakah ini cinta…
Sebesar ini dalam dada.
Apakah ini cinta…
Harmoni itu benar terasa

Ini semua hanyalah tinggal doa
Realisasi dari janji dua manusia
Ketika nada menjadi instrumen kehidupan yang indah
Akan bersama demi semua kebahagiaan

[Puisi] Perempuanku

Pakaian-Jilbooks-Wanita888-Shutter-Stock-15082014
Sumber:google images
Ada satu masa..
Entah esok, entah hanya ada di masa lalu
sebuah cerita tentang perempuan
Perempuan yang selalu ada dihatiku
Aku mungkin lupa pernah melewatkannya..
Atau juga mungkin dia hanya berada dibayang-bayang
Bayangan masa depan
Atau juga cuma sekedar timbul tenggelam
Diperihnya waktu yang terlantar tenggelam
Aku memang tak bisa menyebut nama
Karena dia masihlah sebuah rahasia
Mungkin dia pernah kupeluk mesra
Atau cuma pernah bertegur sapa.
Bisa juga belum pernah bertemu muka
Apapun itu engkau tetaplah perempuanku.
Selalu ku tunggu untuk masuk kedalam hidupku
ketahuilah aku ini merindu