cerpen

Feminis dalam lipatan kekuasaan

Hari itu Balai Desa  gempar, Lek Tarmi bersitegang dengan Cak Polo kepala dusunnya. Janda beranak tiga itu geram dengan statement perangkat desa yang meremehkan mereka para wanita calon penerima bantuan pemerintah propinsi, pendamping  dari kabupaten pun terdiam seribu bahasa kaget melihat… Read More ›

Pagi untuk Afni

Kayu berukuran lengan itu pecah ditubuhnya, sedari subuh kemarahan ayahnya memuncak setelah malam tadi mereka bersenda gurau.  Pagi dan malam bagi mereka memang seperti bumi dan langit dalam 5 tahun ini, ayahnya berubah dari sosok yang begitu lembut di malam… Read More ›

Kepentingan yang memihak

Berbaju putih hitam Dia masuk ruangan itu, menyerahkan sejumlah berkas kepada orang yang disebut Sekretaris Dekan, wajahnya wanita sekretaris itu Dia kenal sejak dulu walaupun setelah 5 tahun tak masuk kampus ini lagi. Dia mendapati banyak yang berubah termasuk Dekan… Read More ›

Tato mawar Luna

Taksi meluncur dengan cepat melintasi perempatan Jalan Pemuda yang lampunya sedang hijau untuk masuk daerah Embong Kenongo dimana Aku memesan online di kereta tadi siang dalam perjalanan dengan Kereta Taksaka. Karena terlambat memesan kereta akhirnya perjalanan ke Malang untuk liburan… Read More ›