Nikmatnya Bakso Bakar Cak Soleh Pakisaji

Saya bukan penikmat bakso, bahkan mungkin dalam kondisi selapar apapun jarang memilih bakso sebagai makanan yang dikonsumsi, dalam beberapa tahun belakangan dalam 5 tahun kemarin mungkin bisa dihitung berapa kali makan bakso, sampai saat kemarin selesai presentasi pekerjaan di DKP Malang di Kepanjen teman ngajakin ngebakso, Bakso bakar katanya. Karena gak umum saya putusin buat mencoba.

IMG_20171025_161537

Letaknya di jalan arah Malang-Kepanjen, lihat saja disebelah kiri jalan, Bakso Bakar Cak Soleh namanya, tempatnya lumayan kecil tapi rame sekali orang datang, terutama pegawa-pegawai negeri yang lewat ketika berdinas.

Bakso bakar sebenarnya gak terlalu jauh berbeda dengan bakso lainnya, buletannya memang besar seperti Bakso Rudal tapi ada juga bakso kecil-kecil yang menurut saya bakso malah lebih enak dalam bulatan kecil daripada besar-besar kayak sekarang yang legi ngehits, bakarnya pun dalam artian sesungguhnya tidak berbeda dengan bakso yang tidak dibakar, cuma ditusuk dan ditaruh diatas perapian, cuma seperti itu saja.

IMG_20171025_161548

IMG_20171025_160821

Tapi rasa ternyata jauh berbeda dengan bakso yang disajikan biasa, walaupun mungkin belum ditemukan perpaduan rasa yang menarik antara kuah bakso kalau dicampur dengan bakso bakarnya, makanya tempatnya dipisah, Bakso bakar dengan kuah kacang diberi tempat lain. Nyummiii..ternyata enak bakso kalau dibakar, saya belum tahu daerah lain ada bakso bakar seperti ini tapi kalau saat berkunjung kota lain pengen juga ngerasain apakah cita rasanya sama atau bahkan mungkin ada yang sudah tahu? Kabarin ya dikomen.

IMG_20171025_160825

IMG_20171025_160747_HHT

Harga Bakso Bakar Cak Soleh Pakisaji pun sangat terjangkau, untuk satu mangkok bakso bakar kita hanya cukup merogoh kocek kurang dari 10.000 tapi itu belum ditambah dengan kalau mau nambah lontong tapi harganya murah kok paling cuma 2.000 satu lontongnya.

Gimana? berminat mencoba Bakso Bakar?

 

Bakso Bakar Cak Soleh Pakisaji
AlamatJl. Raya Pakisaji No.90, Pakisaji, Malang, Jawa Timur
Jam buka10.00–20.00
Telepon0851-0177-6830

 

Iklan

Ternyata ada tempat gaul di Blitar, de CLASSE namanya

Sudah lama rasanya tidak ke Blitar, sejak 2004 mungkin kota pertama di Jawa yang aku kunjungin selain Surabaya yang hanya mampir Juanda dan Bungur dan Malang sebagai tempat tujuan untuk kuliah. Dalam beberapa kesempatan ketika aktif ngadain magang untuk mahasiswa di tahun 2006 hampir sebulan disana belajar tentang ikan Koi, selanjutnya beberapa kali sampai lulus pernah main kesana atau hanya sekedar lewat ketika penelitian ke Trenggalek waktu itu. Dan akhirnya kemarin kesana lagi.

Tidak ada yang berubah memang, selain mungkin lebih bersih dan ada beberapa pembangunan disana-sini tapi sejatinya tidak merubah corak kota Blitar secara keseluruhan, masih tetap sama sesuai ingatan yang ada di kepalaku. Kecuali tempat ini. de CLASSE namanya, ketika menuju tempat teman saya terperangah melihat tempat yang cozy dan sangat gaul untuk kota yang jam 7 malam sudah sepi kayak Blitar, untuk itulah ketika selesai pekerjaan kami memutuskan mampir dan waoww..tempatnya memang luar biasa.

Mungkin desain cafe model seperti ini jarang ditemukan dibeberapa kota besar selain Jakarta dan Surabaya, bahkan untuk sekelas Jakarta saya hanya baru mampir yang ada di Grand Indonesia ketika datang Kompasianival, kesasar dan ternyata bagus banget tempatnya dengan gaya retro. Cafe ini memang didesain dengan gaya Retro banget.

IMG_20171114_121027

IMG_20171114_120729

Untuk sebagai tempat nongkrong Cafe ini sangat cocok apalagi untuk kota seperti Blitar, dan memang terbukti tempat inilah yang sering paling ramai dibandingkan dengan tempat lain menurut beberapa teman yang datang bareng kami dan orang asli blitar. Pertama Turun dari depan kita dapat melihat sebuah tempat dengan kesan yang mahal dan high class, dengan menu utama kopi dan Ice Cream juga menghidangkan sajian layaknya tempat nongkrong kebanyakan ada pizza, french fries, salad dan masih banyak lagi menu yang cocok buat kamu nongkrong (untuk makan besar tidak ada disini).

IMG_20171114_120733

IMG_20171114_122945

Ketika masuk suasana cafe yang terang benderang dan banyak kaca-kaca yang mengelilingi tempat kasir dan beberapa menu seperti Ice Cream membuat kesan mewah, saya lihat ini kayaknya ini versi besarnya Cafe di Kesempurnaan Cinta yang ada di Net TV itu. Tempat duduknya pun tidak biasa, ada beberapa drum yang dijadikan meja, batang kayu yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak terkesan biasa. ada meja Bilyar juga disudut yang bisa dipakai pengunjung ketika lelah ngobrol dan ngopi.

IMG_20171114_120751

IMG_20171114_120723

Untuk rasa, jangan ditanya ini setara dengan cafe mahal yang ada di kota besar, dengan harga terjangkau mereka hadir untuk memberikan kelezatan yang sama dan untuk perempuan saya yakin pasti akan tergoda untuk mencicipi deretan Ice Cream yang ada di etalase kaca, semuanya menggoda.

IMG_20171114_120807

IMG_20171114_123436

Satu hal lagi, tempat ini jadi ajang berkumpulnya para fans klub bola terkenal semacam Liverpool, Real Madrid dan Barcelona (hanya itusih yang saya lihat) dan memang kata pramusaji sana, itu sudah menjadi markas bersama beberapa fans klub.

Kamu gak percaya di Blitar ada Cafe Gaul ? coba kesana deh.

 

de CLASSE Gelato & Coffee
AlamatJalan S. Supriadi No.56, Bendogerit, Sananwetan,
Bendogerit, Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur
Jam buka
07.00–23.00

 

 

Ayam Lodho Hj. Kasnan-terenak di Tulungagung

Beruntung banget bisa ke Tulungagung minggu kemarin, dengan pekerjaan yang tidak terlalu serius hanya datang ke 2 tempat wilayah penelitian, alhasil sebelum jam 1 siang pekerjaan itu akhirnya selesai dan diniatkan bener untuk cari Ayam Lodho, karena beberapa kali mampir di kota ini tapi gak kesampaian buat ngerasain. Pilihan kami adalah tempat Ayam  Lodho yang katanya terenak di Tulungagung, Ayam Lodho Hj. Kasnan di Jayeng Kusuma.

IMG_20171115_130943

IMG_20171115_130956

Pertama sampai tempanya sih biasa saja, kayak restoran kayak biasanya bahkan mungkin lebih biasa dari tempat makan Ayam Lodho lain dikota ini, tapi teman yang asli Tulungagung meyakinkan saya bahwa ini adalah yang terenak, masuklah kami dan langsung memilih menu Ayam Lodho satu paket dengan Urap-urap dan Nasi untuk 4 orang.

IMG_20171115_131041

Tempatnya sangat biasa, hanya beberapa meja yang ada didalam restoran itu, bahkan bisa dibilang sangat sempit untuk ukuran restoran yang katanya menjadi langganan orang dinas ke kota Tulungagung ini, tapi ya mungkin seperti itu rahasianya, karena untuk mencair makanan asli Jawa Timur yang enak kadang ditempat gak biasa, kayak Rujak Cingur yang enak itu adalah yang dijual dibawah pohon dan dipinggir jalan.

Begitu pesanannya datang dalam waktu tidak lama sejak pemesanan, yang terlintas pertama kali wah bumbunya sangat kental dengan bau khas, langsung aja menyendok nasi dan mengambil potongan ayam yang paling kecil sebagai permulaan,  saya baru tahu juga kalau nasinya itu nasi uduk dan rasanya gurih banget, untuk nasi saja begitu terasa nikmatnya.

IMG_20171115_131541

Ketika potongan pertama mengenai lidah, ayamnya memang benar-benar ayam kampung yang lembut tanpa perlu bersusah payah mengunyah potongan dagingnya langsung lumer dan langsung menyatu, enak banget rasanya, perpaduan rasa ayam, urap-urap, nasi uduk dan sambalnya memang begitu nikmat, saya bahkan mungkin baru ingat makan ayam berkuah ini terakhir kali itu masakan kaparendenya ibu saya dan itu lama banget waktu masih di sulawesi sana.

Untuk  harga paket 4 orang dengan urap-urap, nasi dan minum kami menghabiskan biaya sekitar Rp. 170.000,- jad kalau dihitung rata-rata untuk makan disana per orang sekitar RP. 65.000, – sangat wajar dengan kualitas makanan seenak itu, bahkan termasuk murah karena ini ayamnya memang ayam kampung asli. Selain menjual Ayam Lodho rumah makan ini juga menjual Ayam Bakar bumbu kecap serta Ayam Goreng

IMG_20171115_135150

Kalau ke Tulungagung, wajib deh coba makan disana.

Ayam Lodho Sumber Rejeki Hj. Kasnan
Jl. Jayeng Kusuma no. 22 Tulungagung
Buka: Pukul 08.00 – 21.00

Cabang : Sumber Gempol (Timur Koramil Sumber Gempol)

Surabaya Patata, Buat oleh-oleh Kota Pahlawan

Awalnya saya rencana beli cake kekinian di daerah Jakarta, ketika kemarin ada kesempatan main kesana bukan Surabaya Patata, terlintas buat belipun ketika 5 menit turun dari Stasiun Pasar Turi untuk menuju Bungur dan kembali ke Malang, Tapi setelah dipikir lagi masak balik gak ada yang dibawa, minimal adalah yang ditenteng pikirku.

Setelah ngecek di medsos milihlah tempat ini, Cake Kekinian yang ada di Surabaya yang katanya punya Ria Ricis. Yang bikin khawatir sebenarnya takut rasanya gak sesuai dengan ekspektasi apalagi ini hanyalah sekilas project aji mumpung karena cake artis lagi booming dibeberapa kota di Indonesia, sesuai dengan review Raditya Dika di youtubenya (linknya disini) yang paling enak malah kuenya Titi Kamal dan itu juga rencananya yang pengen dibeli kemarin tapi berhubung pasar minggu jauh bener dari Kemang makanya gak jadi beli.

IMG_20171112_061657

Dengan gojek pergilah saya ke Jl. Dharmahusada Surabaya, bodohnya lagi sebenarnya di Stasiun Pasar Turi itu ada cabang Surabaya Patata juga, jadi seharusnya gak harus kesana tapi pengalaman untuk beli langsung ternyata gak semenyebalkan akhirnya ketika datang ditempat jualan yang begitu modis dan begitu instagramable sangat sesuai dengan tren kekinian anak sekarang yang doyan selfie.

IMG_20171112_062232

IMG_20171112_062158

Dari Segi tempat Cake milik Ria Ricis ini sangatlah baik dengan desain kekinian dan entah kenapa pilihan warna kuning dan coklat itu begitu pas perpaduannya, suasananya juga begitu rapih dengan tempat parkir yang luas yang juga dikeliling spot foto kece cocok untuk dipakai berselfie ria ketika menunggu antrian masuk untuk membeli.

Pilihan tempat di Jl. Dharmahusada juga tepat menurut saya, lokasi yang dekat dengan pusat oleh-oleh Ibu Rudi bahkan bisa dibilang berhadapan dengan tempatnya, terletak ditengah-tengah antara stasiun Gubeng dan Pasar Turi membuatnya sangat strategis, Cabangnya pun saat ini ada di dua stasiun itu, tapi mungkin kedepannya bolehlah tambah satu spot lagi di Terminal Bungur.

IMG_20171112_062012

IMG_20171112_070057

Surabaya Patata menjual kue dengan berbagai varian rasa, bentuk bulat yang dipilihnya dengan banyak model kue artis yang berbentuk bolu dan memanjang pilihan ini juga termasuk cerdas, waktu saya datang kesana yang dijual hanya 5 varian rasa yaitu Cheese, Black, Nutella, Greentea dan Banana, akhirnya pilihan saya jatuh sama Nutella dan Green Tea jadi penilaian rasanya hanya berdasarkan apa yang saya beli saja. Oh iya nama Patata itu sendiri diambil dari nama Potato loh, makanya bahan dasar dari produk kue ini adalah kentang.

IMG-20171112-WA0004

Untuk Green Tea rasanya memang seperti namanya, Cakenya sendiri berwarna hijau pada lapisan paling atas dan memiliki isian berwarna coklat dan cream. Ketika lidah saya merasakan kue ini terasa begitu nikmat dan potongan coklat dan cream begitu lembut ketika masuk pada gigitan bagian tengahnya tapi entah mengapa saya gak ngerasain kentangnya dimana, mungkin karena green teanya terlalu kuat.

IMG_20171113_194310

Sedangkan untuk Nutella patata rasa kentangnya dapet banget disetiap gigitan. Memang bahan dasar dari kue oleh-oleh Surabaya ini adalah kentang. Serat dari kuenya juga cukup padat, mirip serat gandung tapi rasa kentangnya kental cuma herannya nggak bikin seret seperti gandum, paduan nutellanya langsung melted di mulut begitu dikunyah. Enak banget! Bagian dasar kue ini lebih keras dan renyah, kalau dirasain di mulut antara lembut berseratnya bolu kentang, kacang, renyahnya dasaran dan meltednya nutella bener-bener bikin lumer hati

Bener-bener ciamik soro deh kayak slogan mereka.

 

Surabaya Patata

Jl. Dharmahusada No.187, Mojo, Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur
Berada di kawasan Dharmahusada yang juga dikenal sebagai kawasan beberapa tempat kuliner legendaris khas kota Surabaya.

Outlet Mitra 

  • Mitra Patata Stasiun Gubeng Baru
  • Mitra Patata Stasiun Pasar Turi

Asyiknya Robusta Cafe di Bangkalan

Dalam perjalanan kembali ke Malang, setelah melewati perjalanan 5 hari di Kota Sampang dengan menikmati sajian makanan kaldu khas Sampang seperti yang dibahas disini dan juga setelah mengalami musibah yang tidak terduga seperti yang telah diceritakan disini, kami memutuskan untuk mampir di Bangkalan, selain ingin bertemu dengan teman-teman yang ada di kota ini juga ingin menghilangkan penat sejenak dengan minum kopi.

Sebenarnya kami mampir juga di Bebek Songkem Pak Salim untuk makan besar dulu karena minum kopi dengan perut kosong bisa mengakibatkan hal yang gak diinginkan, tapi karena baterai handphone habis dipakai dalam perjalanan dari Sampang ke Bangkalan kami tidak sempat mengambil dokumentasinya, tapi yang jelas bebeknya itu sangat enak dengan rendah kolesterol serta semua bagian tubuh bebek enak untuk dimakan, serius !!! kamu akan dengan enak menjadikan tulang bebek menjadi krispi jenis baru, lain kali kalau kesana lagi bakal mampir buat dibahas deh.

Tempat ngopi yang kami tuju ini sebenarnya tidak terlalu paham juga bakal kayak gimana tempatnya, tapi karena hanya butuh tempat melepas lelah sejenak kami memilih karena namanya bagus, sesuai dengan nama warung kopi original yang sering kami minum kalau di Malang yang jumlahnya beraratan.

Ternyata.. memang bagus, bahkan untuk daerah Bangkalan yang maghrib saja sudah sangat sepi ada tempat hits kayak gini adalah sebuah mukjizat loh.

IMG_20170706_181639_optimized

Tempatnya sangat instagramable, dengan penataan serta pemilihan furiniture yang sangat tepat, deretan jenis kopi juga tersaji dengan apik lengkap dengan toples-toples kopi yang sering dipakai sebagai wadah kopi setelah diroasting.

IMG_20170706_181436_optimized

Sebenarnya ada lantai 2 nya, tapi karena badan yang sangat lelah, kami malas untuk beranjak mengambil dokumentasi tempat yang diatas, kami sampai langsung legrek dikursi masing-masing, memesan dan langsung menghela nafas banyak sambil menikmati keindahan yang ada disekeliling tempat itu, pilihan om google yang pas menurut kami.

IMG_20170706_181701_HDR_optimized

Yang menarik, owner Robusta Cafe ini seperti sangat paham dengan ornamen yang harus ada dalam sebuah warung kopi klasik sehingga pilihan warna serta gambar-gambar yang ada di dinding cafe itu terasa sangat elegan, layaknya tempat minum kopi yang mahal tapi kalau dari segi harga sangat terjangkau kok, bahkan harganya hampir mirip dengan warung kopi yang sering kami singgahi kalau di Malang.

IMG_20170706_182538_HDR_optimized

Untuk menuju tempat ini, saya gak paham juga kalau menjelaskannya dengan detil, nanti alamatnya saya taruh di bagian akhir dan bisa dicari dengan google, tapi kalau kamu dari Suramadu, jalan lurus saja ke arah Bangkalan, lurus terus kearah Balaikota. taunya itu saja wes, google aja ya. piss..

Tapi walaupun bagus, sebenarnya tempat ini juga masih ada kelemahan, alat press kopinya tidak banyak, biasanya ditempat kopi dimanapun aja, kalau memesan kopi dengan jenis alat pressnya otomatis dikasih dengan alatnya, seperti pada saat itu kami memesan kopi dengan French Press tapi yang diberikan hanya langsung kopinya, kami tanya alatnya dimana katanya langsung dipress kan ditempat, padahal salah satu kenikmatan ngopi adalah akrab dengan alat-alat kopi seperti itu, mungkin perlu diperbanyak kedepannya.

IMG_20170706_214326_HDR_optimized
Sempatkan berfoto sebelum kembali ke Malang

Robusta Cafe Bangkalan
Jl. HOS. Cokroaminoto No 38B, Demangan,
Kec. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69115
Jam Buka 11.00-15.00 – 15.00-00.00
Harga : 11.000-45.000

Kalau ke Sampang wajib mampir ke Kaldu Al-Ghazali

Sampang, daerah penghasil garam terbesar di Indonesia. terletak di tengah antara Bangkalan dan Pamekasan yang bisa dibilang merupakan daerah yang ada di Pulau Madura paling kecil, iya gak sih?

Jadi ceritanya sebelum ada kejadian seperti yang diceritakan di sini, saya dan teman-teman berkeliling Kab. Sampang dari utara sampai selatan bahkan sampai nyasar juga di Tanjung Bumi, daerah paling utara Bangkalan. Maklum dengan hanya mengandalkan GPS dan nanya-nanya orang sekitar tentang objek penelitian yang kami cari.

Selama berada disana kami menginap di Camplong, salah satu daerah terujung selatan Sampang, kata teman yang asli daerah sana dari tempat kami menginap sampai Pamekasan itu cuma 20 menit, cukup dekat yang membuat orang Camplong kadang kalau belanja lebih suka ke Pamekasan yang memang bisa dibilang kotanya lebih besar daripada Sampang.

Untuk makanan memang tidak banyak yang istimewa dari kota ini, kami praktis hanya makan di 3 tempat dalam 5 hari perjalanan, bahkan Restoran Pantai  Camplong itu tempat makan kami selama 4 hari dan satu tempat makan bernama Nikmat serta satu lagi Kaldu Al Ghazali.

Untuk Restoran Pantai Camplong tidak ada yang istimewa disini, makanannya pun hampir sama dengan tempat makan yang lain tapi untuk daerah sana itu termasuk tempat yang hits apalagi dengan bonus pantai Camplong yang kadang katanya seru dipakai pacaran malam oleh pemuda setempat.

Ini Sedikit Gambar yang diambil menu yang ada disana. IMG_20170703_190453_HDR_optimized

IMG_20170703_195457_HDR_optimized

IMG_20170703_195551_HDR_optimized

Menunya termasuk biasa kan? makanya yang pengen saya bahas sebenarnya adalah salah satu tempat makan yang ada di Sampang dan termasuk hits, kalau orang yang melewati jalur selatan ke arah Pamekasan dan Sumenep begitu juga sebaliknya selalu mampir tempat ini karena berada dijalur utama, pada awalnya juga kami gak ngeh sampai satu teman yang asli Pamekasan melihat postingan IG kami dan menyuruh mampir ke tempat yang bernama Kaldu Al Ghazali.

IMG-20170704-WA0025

Awalnya kami gak paham dengan apa yang disebut Kaldu itu, kami mengira itu hanyalah sebuah makanan berkuah dengan kaldu ayam atau sapi yang istimewa sampai makanan itu sampai di Meja.

19665281_10209950568825796_7605623035775257551_n
Maaf fotonya tidak begitu jelas, frame rate kameranya jelek. :p

Ternyata yang dimaksud Kaldu itu adalah Tulang Sapi yang gedenya masya allah, orang didaerah lain mungkin ada yang jual ini tapi lebih erat dengan sebutan Sum-sum entah dicampur dengan bakso menjadi bakso sum-sum atau dengan kreasi makanan yang lain, sejak pertama saya lihat sudah langsung yakin bahwa makanan itu tidak akan sanggup dihabiskan, ini pernah serupa saya alami ketika makan sum-sum tulang kerbau di Medan, tapi saat itu lagi kurus banget jadi gak khawatir, tapi dengan berat badan sudah miring ke kanan membuat saya berpikir ulang makan ini banyak-banyak, tapi tidak begitu dengan kedua teman saya, mereka dengan lahap menghabiskan satu porsi itu sampai tandas.

IMG-20170704-WA0026
Satu porsi 😀

Rasanya memang enak, keseluruhan daging terasa sangat lembut di gigit dengan aroma kuah yang menggoda dan seluruh daging yang menempel ditulang semuanya bisa diambil dengan sendok, tanpa perlu disediakan pisau kecil seperti yang pernah saya makan di Lombok. Entah butuh berapa lama mereka mengolah tulang sapi dengan daging yang masih banyak dan gajih berwarna putih menjadi selembut itu.

Depot Kaldu Al Ghazali tidak hanya menyediakan kaldu saja, mereka juga menyediakan soto iga, lalapan, nasi rawon dan nasi rames tapi menu yang ada itu banyak kami temukan didaerah lain makanya kaldunya menjadi istimewa.

Harga kaldu termasuk cukup murah, hanya dengan merogoh kocek 45.000 satu porsi kita dapat merasakan kenikmatan yang pasti jarang kamu dapatkan di daerah lain ada juga katanya yang spesial dengan harga 65.000,- tapi tidak kami pesan.

Untuk kamu yang kalau ada kesempatan ke arah Sampang, Pamekasan atau Sumenep wajib singah ditempat ini, karena Depot Al Ghazali berada di daerah jalan utama jalur selatan pulau Madura.

Depot Al Ghazali 
Daerah Tanglok
Jl. Diponegoro 34A Sampang,
Harga 45.000-65.000

N.B : maaf fotonya diambil tidak terlalu bagus, karena kamera hpnya jadul 😀

Soto Lamongan “Tuyul” Pak Mardi

Kalau ke Lamongan gak lengkap rasanya kalau tidak mencicipi kuliner berkuah yang satu ini, akan tetapi kalau kamu ke kota ini jangan nganggep semua soto yang dijual disini enak semua loh, selama saya setahun lebih tinggal disini, hanya dua tempat makan soto yang recomended, yang satunya ada di Depot Asih Jaya, warung soto yang ini sudah terkenal dimana-mana bahkan banyak artis yang sudah pernah makan disini, dilihat dari foto-foto staf bersama artis yang terpampang di hampir semua sudut ruangan, tapi selain enak disini juga satu hal yang perlu diwaspadai, Harganya Mahal !!!, maklum mungkin karena sudah ramai banget tempatnya juga sangat strategis ada di pinggir jalan pantura.

Nah yang kedua inilah yang ingin saya ceritakan kali ini, Soto Lamongan Pak Mardi yang warungnya tepat berada disamping Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, tepat berada di perempatan.

Rasanya jangan ditanya enak pake banget, secara rasa tidak jauh beda sama yang ada di Depot Asih Jaya, dan menurut saya selain bumbunya yang pas dalam meracik kuah sotonya, di Soto Pak Mardi kamu bakal dapat tambahan dua potong telur bebek asin yang kalau lidah saya tidak salah (berarti bener) puncak kenikmatannya terletak pada telur asin ini.

img_20161116_111333

Tempat ini sangat ramai dikunjungin dari buka sampai sore ( jam 3 sore jualannya sudah habis). Hal inilah yang membuat orang banyak heran karena dengan tempat seadanya, soto ini bisa sangat luar biasa pengunjungnya, sehingga ramai yang nyebut tempat itu ada tuyulnya, banyak juga yang buat cerita kalau makan soto disitu emang enak, tapi kalau sudah dibawa pulang rasanya beda.

img_20161116_111839

Padahal seharusnya mereka paham, kuah soto itu kan kalau dibungkus harus pakai plastik kecuali yg belinya bawa tempat sendiri, nah ketika dibungkus plastik kuahnya jadj tercampur lagi dan otomatis tidak akan enak lagi, begitulah kira-kira sehingga saya kalau makan disitu selalu makan ditempat, murah kok dengan es teh dan kerupuk dua paketannya harganya cuma 12.000, udah puas banget deh.

Sekali-kali coba deh kalau mampir Lamongan saat siang, dan bukan hari Jum’at dan rasakan “Tuyul” Pak Mardi bekerja.

Sehabis Ngopi di Rumah Kopi, Lamongan

Sore kemarin disela-sela kesibukan, diajakin teman buat ngopi yang maklum awal-awal tahun lagi sibuk-sibuknya pada bagi-bagi jatah proyekan, jadi sebagai orang yang punya akses ke beberapa konsultan saya menjadi penting untuk diajak ngobrol beberapa peluang entah minjam bendera atau nyari investor beberapa proyek yang katanya mereka bisa akses.

20160201_172053

Sejak tinggal di Lamongan sejak bulan 6 kemarin, selain mengurus kerjaan saya juga sibuk antar jemput calon istri yang pulkam dihari jumat dan balik lagi ke Gresik di hari minggu, dan sering banget lewatin tempat ngopi ini, Rumah Kopi namanya berada di sekitaran jalan Veteran Kota Lamongan, akhirnya karena mumet juga akhirnya saya ajaklah teman untuk ngopi disitu sekaligus bisa tahu bagaimana tempatnya.

Karena kemarin sempat ambil beberapa foto dan mumpung rada kosong hari ini saya mau nyoba ngereview tempat ini dan karena saya orang yang paham ekonomi (secara jurusan saya sosial ekonomi) akhirnya coba deh kita bahas tempat ini dalam konsep bauran pemasaran (4P) yang terdiri dari Product, Price, Place dan Promotion

Product

Varian product yang ditampilkan disini cukup bervariasi kalau boleh saya bilang ini tempat yang agak lengkap untuk seukuran kota kecil seperti Lamongan, kopinya lengkap dari Aceh sampai Brazil, tempat pembuatan kopinya juga lumayan lengkap seperti Mokapot dan lain-lain, serta mereka juga membuat produk camilan lain yang bisa dikonsumsi barengan sama kopi ini, akan tetapi jujur untuk makanan kecil/snack yang dibuat tidaklah istimewa, karena ada chicken chips yang saya pesan itu kalau saya tidak salah adalah produk dari sebuah perusahaan yang ngeluarin produk semacam nugget dan sebangsanya. tapi untuk kopi sangatlah tidak mengecewakan karena rasa Kopi aceh Gayo yang saya cicipi itu terasa istimewa.

20160201_161226

Price

Kalau bagi saya kalau dibandingkan sama tempat-tempat ngopi di Jakarta, Surabaya atau Jogja harganya jauh banget murahnya karena sepengetahuan saya di kota-kota tersebut harga kopinya ya lumayan diatas 20rb, sementara disini hanya berkisar 7ribuan sampai 20rban, tapi rasanya tidak mengecewakan loh walaupun jauh lebih murah (untuk Kopinya) tapi kalau dibandingkan dengan warung kopi yang memang banyak berserakan di Lamongan harganya cukup diatas sedikit.

Place

Ini jadi perhatian saya sebenarnya, tempatnya sangat tidak tepat dan terlalu mepet dengan jalan akhirnya tidak maksimal, design tempatnya gak terlalu oke dibandingkan Mato Cofee di Jogja, atau misalnya Peacock yang juga di Jogja, akan tetapi bagian dalam Rumah Kopi Lamongan ini bagus menurut saya, enak buat lesehan tapi kurang begitu luas dan pihak rumah kopi yang sudah memasang banner mereka sekaligus tempat kursus barista tempat ini jauh dari rasa nyaman baik buat ngopi ataupun percaya bahwa ini bisa melatih menjadi barista handal.

Promotion

Ini adalah kelemahan buka usaha di Lamongan mau promo sekayak gimanapun ya pasti cuma kayak gitu-gitu aja, walaupun mereka juga punya sosial media seperti twitter dan blog (blognya bisa dilihat disini) ya walaupun tampilan blognya masih biasa-biasa saja, twitternya juga biasa aja dengan pengikut yang gak sampai 30, saya yakin mereka gak serius garap promosi mereka dengan menggunakan media online. dan bagi saya ini cukup percuma sih, dengan logo yang menarik serta tagline menarik dan juga menganut konsep pendidikan buat barista mereka lalai menggarap pasar onlinenya,

20160201_154414

Mereka jual biji kopi/bubuk semua jenis kopi dan untuk ukuran lamongan mereka seharusnya menjadi trend setter dan pemasok utama tempat-tempat kopi yang di Lamongan jumlahnya buanyak banget.

Tapi kalau untuk tempat santai, tempat ini bolehlah, wifinya juga kencang banget dan gak mengecewakan seperti tempat ngopi di lamongan yang biasanya pada lemot atau gak bisa nyambung.