Review Novel Pukat-Tere Liye

Setelah membahas anak bungsu Amelia (reviewnya bisa dibaca disini) , saya pengen membahas anak kedua Ini adalah anak yang paling pintar dalam keturunan Bapak Syahdan dan Mamak Nung, kecerdasannya mengelabuhi para perampok kereta yang tidak sadar dipasang jebakan agar ketahuan polisi pun membuka cerita dalam buku ini. Dia adalah Pukat, si Jenius, Si Penemu, Si Profesor dan semua yang berbau kepintaran melekat padanya.

Lahir sebagai anak kedua dan tumbuh dengan memiliki ide yang banyak, membuat pukat sangat disegani oleh teman-temannya, bahkan ada juga temannya  sampai iri dengan kecerdasan dan pujian yang dihampirkan tetapi Pukat adalah Pukat, kecerdasan yang ada pada dirinya tidak membuatnya besar kepala, bahkan itu semua digunakannya untuk membantu sesama.

pukatJudul : Pukat
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Republika
Halaman : 343
Harga : 55.000

Akan tetapi Laki-laki tetap saja laki-laki, selain pintar yang menjadi anugerahnya, kenakalan pun lahir bersamaan mengikuti akan tetapi layaknya semua anak Mamak mereka nakal hanya untuk urusan bandel dari semua tugas yang diberikan orang tua layaknya anak yang masih mementingkan dunia anak-anak dibandingkan apa yang dipikirkan oleh orang dewasa.

Seperti cerita Amelia, Pukat pun lahir dengan ceritanya sendiri, berpasangan dengan si bengal Burlian yang menjadi pasangan kompaknya melakukan kenakalan, bagaimana mindset mereka tentang pendidikan orang tua sampai kehidupan masyarakat yang ada di sekeliling mereka. Cerita tentang menjadi detektif, membantu Ibu Ahmad yang kewalahan mengurus warung karena Nayla sakit, sampai dengan membantu gurunya Pak Bin dalam mengajar kelas lain pun mewarnai hari-harinya selain bermain bersama teman sebayanya.

Dalam buku ini ada yang paling sangat menyentuh, di Bab 14 dalam judul Seberapa cinta mamak membuat saya menitikan air mata mengingat ibu sendiri, bahkan sampai langsung menelpon Beliau menanyakan kabar dan mendengar suaranya, cinta Mamak memang tidak pernah terbatas.

Cerita berjualan duku pun memberikan dampak yang besar dalam arus berpikir kita bagaimana mengartikan menjual dalam budaya masyarakat agraris dan pedesaan, juga tentang cara bercocok tanam dalam budaya masyarakat mereka semua membentuk Pukat menjadi pribadi yang lebih baik, tapi inti cerita yang menjadi benang merah yang ada dalam buku ini itu ada di Harta karun terbesar di dunia. Dari awal sampai akhir didengungkan dan kemudian kesimpulannya begitu menggambarkan keseluruhan buku.

Baca deh, dengan pola yang sama dalam serial anak mamak ini membuat kita membaca arti lain dalam setiap jengkal kehidupan.

Buku ini saya berikan nilai 8.5 untuk semua jenis filosofi hidup dan tingkah yang mengundang gelak tawanya.

Iklan

4 replies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s