Review Novel Amalia-Tere Liye

Hai-hai…

Lama nih gak nulis, maklum penyakit blogger ya gitu kalau belum ketemu mood nulisnya bisa berbulan-bulan gak jadi sebuah tulisan yang hitungannya hanya beberapa ratus kata aja #inijanganditirukarenamemangbukanbloggerfemes# akhirnya pada ada kesempatan pengen bahas serial anak mamaknya Tere Liye yang baru dibaca dalam sebulanan ini.

Sedikit tentang serial ini keseluruhan adalah tentang sudut pandang masing-masing anak dalam memaknai pendidikan Bapak dan Mamaknya, termasuk pengalaman berharga mereka dalam kampus hidup kampungnya tentang teman, sanak saudara dan warga sekampungnya, semuanya tentang itu, dan yang pertama kita mulai bahas sinopsis si Anak Bungsu. AMELIA.

Selamat membaca karya ini, dan selamat datang di Serial Anak Mamak

******

Amelia adalah nama yang dipakai Bapak dan Mamaknya ketika dia melakukan sebuah kesalahan, melakukan pembicaraan serius, selebihnya dia dipanggil Amel walaupun hati kecilnya ingin dipanggil sebagai ELI, panggilan kakak perempuan tertuanya, ELIANA. Lahir sebagai bungsu membuatnya kerap disebut anak manja oleh kedua kakak usilnya PUKAT dan BURLIAN, mendapat perlakuan khusus ketika melakukan kesalahan akan tetapi saban hari ditekan sebuah kenyataan budaya masyarakat anak bungsu sebagai “penunggu rumah”.

Oleh ayahnya dia dianggap sebagai anak yang paling kuat, tegar dalam semua kondisi yang membuat kagum bapak dan mamaknya, tidak itu saja bahkan Paman Unus adik satu-satunya mamak memanggil dengan hal yang sama. Itulah bekal dari lahir pemberian orang tuanya.

175206_b66f2672-06e5-11e5-8336-43c249bc7260Judul : Amelia
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Republika
Halaman : 391
Harga : 55.000

Dibuku ini Tere Liye dengan jelas menggambarkan perjuangan sebagai seorang anak bungsu tidaklah selalu mudah, bahkan untuk mencapai tujuannya yang diselingi kecemburuan kakaknya yang ingin diperlakukan sama, Tere Liye menunjukan bahwa anak bungsu bisa melakukan banyak hal dengan kemampuan yang dimilikinya.

Bagaimana Amelia belajar menjadi kakaknya ELI yang dianggapnya sangat cerewet mengatur semua kehidupannya, memarahi bahkan sampai menjewer telinganya dan akhirnya ketika mencoba membalas perlakuan kakaknya dengan sembunyi-sembunyi dan ketahuan maka itulah hukumanya, Amel jadi belajar bahwa menjadi anak sulung tidak semudah yang dilihatnya. Tidak itu saja, ternyata pendidikan model Bapak dan Mamaknya ampuh sekaligus dalam mendamaikan mereka, harus diakui dalam banyak hal buku novel Tere liye untuk serial ini cocok untuk dijadikan sebagai literatur orang tua bagaimana mendidik anak mereka.

Yang paling menakjubkan adalah bagaimana riset Tere Liye tentang tumbuhan yang akhirnya mengaitkan karet, mangga sampai mencangkok hingga akhirnya menimbulkan ide yang brilian dikepala Amelia, sampai dengan ide tentang kultur jaringan melalui daun pun baru tergambar dikepala saya. Perpaduan ceritanya begitu terasa mulai dari tengah sampai ke akhir, tapi harus diakui ceritanya dengan ending seperti itu bukanlah favorite saya.

Tidak hanya tentang hal yang serius, cerita yang lucu tentang Burlian dan Pukat tentang serba-serbi sunat pun menjadi satu kelucuan tersendiri, belum lagi candaan cerdas antara Pendi dan Juha yang dimunculkan oleh penulis tidak bisa dianggap enteng, kalau bisa berstand up comedy sepertinya Tere Liye bisa dengan bahan-bahan seperti itu.

Saya memberi nilai 8.0 untuk novel ini, very recomended untuk semua orang yang merasa menjadi anak bungsu atau orang tua yang ingin mengetahui cara mendidik anak yang terlahir paling buncit termasuk dengan semua kemanjaan dan rengekan yang hadir. saya yakin pasti akan menjadi bahan pembelajaran yang baik.

 

Iklan

5 replies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s