Tradisi orang Muna dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri

Suku Muna merupakan salah satu suku yang berada di Pulau sulawesi, lebih tepatnya ada di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, tepat di kaki paling depan di Pulau Sulawesi yang berbentuk huruf K.

Saya adalah orang Muna, dan kami punya kebiasaan yang menurut saya berbeda dengan suku kebanyakan dinegeri ini dalam hal menyambut puasa dan lebaran, dan puasa juga sudah masuk hari ke 16, tidak terasa dua minggu lagi kita menyambut hari raya, intip deh koleksi baju lebaran di Zalora Indonesia pasti bakal sesuai dengan selera dan bersiap menjalankan tradisi lebaran daerah kamu seperti kami orang Muna.

Orang Muna dalam menyambut Ramadhan dan Bulan Syawal, Khususnya dalam hal makanan, kalau di Pulau Jawa (menurut pengalaman di Jawa Timur) makanan awal puasa merupakan makanan yang sehari-hari dimakan oleh keluarga itu, sedangkan kami orang Muna makanan yang kami sediakan cukup bervariasi, ada ayam dengan bumbu, daging kambing atau sapi dan sayurnya pun sayur yang hanya disediakan untuk menyambut hari-hari penting, yaitu “Sayur Konduru dengan gulai kelapanya”, nasinya pun diganti dengan “Lapa-Lapa” (makanan yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan janur, dijawa disebut lepet tapi lapa-lapa ukurannya lebih besar) yang dibuat dengan porsi yang banyak yang cukup dimakan untuk seminggu lebih.

Untuk menyambut Ramadhan dan Lebaran  tiap keluarga di suku kami pasti melakukan prosesi “Baca-baca” yaitu sebutan kami untuk syukuran bagi orang kebanyakan, tetapi dalam prosesi tersebut kami sempatkan mengirim do’a untuk keluarga kami yang sudah meninggal yang pada tahun itu tidak bisa mengikuti Puasa dan Lebaran, biasanya nama-nama keluarga yang sudah meninggal  dalam prosesi itu bisa sampai tujuh tingkatan diatas kami, di mulai dari kakek-kakek-kakeknya buyut kami dimana makanan yang sudah disediakan sejak pagi itu tidak boleh disentuh oleh keluarga atau siapapun sebelum prosesi “Baca-baca” dilakukan sehingga apabila baca-baca belum dilakukan maka kami hanya bisa menahan ngiler karena apabila disentuh maka kami pasti dimarahin oleh Bapak dan Ibu  dengan alasan yang sungguh bagi kami bahwa itu bukan alasan yang logis tapi menyentuh, orang tua kami selalu memarahi kami dengan kata-kata yang intinya ” saudaramu yang sudah meninggal yang gak bisa ikut puasa dan lebaran itu aja belum dibaca-bacain kamu sudah main ambil makanan aja”

Begitulah, bagi kami orang Muna, “Baca-baca” di awal bulan puasa dan menyambut lebaran merupakan tradisi penghubung kami  dengan kerabat kami yang sudah tidak bisa berpuasa dan berlebaran bersama kami lagi.. nah untuk prosesi “Baca-Baca” ini dipimpin oleh “MODHI” yaitu semacam Juru Doa yang biasanya dalam satu kampung banyak mempunyai modhi-modhi yang memang khusus mempunyai keahlian sebagai juru Do’a, bahkan dalam beberapa keluarga yang kaya mempunyai modhi Khusus semacam Modhi Keluarga yang untuk keluarga itu sendiri sehingga untuk keluarga tersebut setiap acara baca-baca pasti dipimpin oleh modhi tersebut, nah setiap menjelang Puasa dan lebaran (biasanya malam pertama puasa dan malam lebaran ) modhi-modhi inipun bergerilya mengelilingi desa, dengan hanya modal tasbih dan hafalan doa-doa untuk orang yang meninggal dan doa untuk kebaikan mereka mengais rezeki, sehingga dengan apabila modhi itu laris manis diundang untuk memimpin baca-baca dibanyak keluarga dikampung, yakinlah dia pasti banyak mendapat uang tambahan untuk puasa atau lebaran esok harinya..bahkan untuk Modhi ini “Berkat” yang dibawa pulang pun lebih baik dari peserta lain yang ikut baca-baca, tapi tergantung dengan kemampuan yang empunya rumah yang mengundang Modhi tersebut.

Begitulah tradisi kami orang Muna, salah satu suku di negeri ini dalam menyambut bulan penuh ampunan serta hari kemenangan. bagaimana dengan suku kamu?

Sumber foto: Facebook Muhamad Ishak. 

Iklan


Kategori:film, travelling

Tag:, , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: