Jalan panjang warisan dan keluarga- #Reviewfilm Cek Toko Sebelah

Perdebatan siapa yang akan melanjutkan sebuah usaha dalam keluarga memang sudah sangat sering terjadi, orang tua biasanya akan menempatkan itu dari penilaian tingkah laku anak-anaknya. Tapi terkadang pilihan itu memang tidak selalu baik bahkan akhirnya menimbulkan konflik, sekilas itulah yang ingin diangkat dalam film Cek Toko Sebelah.

Dalam keluarga juga sudah sangat jamak kalau anggota keluarganya tidak semuanya sempurna, begitulah akhirnya membedakan antara Koh Yohan dan Koh Erwin, Yohan yang mantan pengguna narkoba, putus sekolah yang akhirnya menggeluti usaha fotografi sesuai bakatnya berbanding 180 derajat dengan adiknya, seorang sarjana lulusan Sidney dengan pekerjaan mentereng bahkan sedang dalam proses promosi menjadi pemimpin wilayah asia dikantornya.

Pasangan dari Yohan dan Erwin pun berbeda 180 derajat satu sama lain, Ayu yang menerima segala kekurangan Yohan walaupun tetap memendam keinginan membuka toko kue sendiri dengan mencoba mengabaikan godaan dari mantannya yang mencoba masuk dengan menawarkan perwujudan mimpi lama Ayu, lain dengan Natalie pasangan Erwin yang mempunyai rasa gengsi besar apabila kelak hanya menjadi istri dari seorang Koko penjual sembako.

Koh Afuk yang menjadi tokoh sentral dalam cerita ini membuka konfliknya dengan keinginan pensiun setelah terkena darah tinggi karena capek dan stres, Yohan yang merasa lebih tua berharap toko warisan keluarganya diberikan kepadanya, akan tetapi dengan penilaian layak tidak layak akhirnya Koh Afuk berharap Erwin yang melanjutkan. Keputusan yang kemudian membuka lebih banyak lubang dalam keluarga mereka.

Hubungan Dilematis Ayah dan Anak.

Banyak anak yang tidak akrab dengan ayahnya, serta juga banyak ayah yang kecewa dengan salah satu anaknya, ketika anak kecewa dengan orang tuanya, pilihan yang diambil tentu saja bisa positif dan juga negatif, Yohan memilih jalan yang negatif dengan kecewa atas kematian ibunya, putus sekolah dan narkoba adalah pilihan jalan pintas sebuah kekecewaan, Koh Afuk dengan kondisi anaknya seperti itu akhirnya menumpahkan kasih sayangnya secara berlebih kepada Erwin yang memanfaatkan hal tersebut dengan hal yang membanggakan, prestasi. Tapi harus disadari pilihan Koh Afuk untuk hal tersebut ternyata bisa berakibat fatal kepada Yohan andai saja Ayu tidak menyelamatkannya, untung anaknya kembali baik-baik, kalau tidak? dan banyak orang tua yang sering melakukan kesalahan yang sama terhadap hal itu.

Pola Kepercayaan Keluarga

Keluarga sebagai sebuah entitas kecil dalam masyarakat juga punya pola-pola tertentu dalam hal kepercayaan, seringkali anak yang sudah berbuat salah malah sangat dikucilkan dalam keluarga, kalaupun diberi makan iya tapi dalam bentuk kasih sayang utuh sudah tidak diterimanya, hubungan itu terlihat dalam Koh Afuk yang lebih mempercayai Erwin mengelola toko daripada Yohan dengan pertimbangan bisnis, bukan pertimbangan kekeluargaan. Terkadang untuk anak yang dikucilkan dari ayahnya, ibu lebih paham mengarahkan tapi sayang dengan cerdas Ernest memotong hal tersebut dalam skenario sebagai sebuah garis utuh sebuah pola.

Ujian kebersamaan pasangan

Pilihan untuk menjadi lebih tinggi dengan persetujuan pasangan itu seringkali menimbulkan perdebatan, lihat saja tokoh Natalie yang merasa gengsinya bakal jatuh apabila ternyata orang yang dipacarinya dan kelak akan dinikahinya cuma seorang kokoh penjual sembako, tapi mereka melewatinya dengan baik. Begitu juga dengan Ayu yang godaan mantannya untuk kembali dengan iming-iming perwujudan impiannya menjadi cobaan besar akan tetapi bisa dipilih dengan baik tanpa konflik.

Nilai-nilai dalam berdagang

Perbedaan Koh Afuk dengan toko sebelah sangatlah cerdas ditata dalam film ini, bahwa Koh Afuk bisa memberika utang sedangkan yang sebelah tidak boleh utang, akan tetapi tujuan utama mereka adalah sama,memberikan harga grosir untuk kebutuhan barang pokok bagi warung-warung kecil disekeliling mereka, walaupun pada awalnya saya mengira ini akan menjadi konflik lucu-lucuan antar dua toko yang berdampingan.

So far, dibanding dengan ngenest yang menurut saya tidak terlalu bagus, film Cek Toko Sebelah mengalami peningkatan sinematografi yang sangat baik.

Iklan


Kategori:film

Tag:, , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: