Bagaimana mendidik anak yang jenius-ReviewFilm Gifted

Kalau bosan nonton si Chris Evans yang berperan jadi manusia superhero di Captain America, mungkin film ini bisa jadi salah satu tontonan yang menarik buat kamu, karena di film ini hanyalah murni sebuah drama keluarga.

Kisahnya dimulai dari anak yang mempunyai kemampuan luar biasa bernama Mary Adler, yang tumbuh dan besar bersama pamannya Frank Adler serta sesekali ditemani oleh tetangganya bernama Roberta, paham dengan kemampuan keponakannya Frank sebenarnya ragu bahwa Mary akan bisa hidup normal seperti anak lain seumurannya, akan tetapi karena dia ingin keponakannya itu belajar hidup menjadi seorang yang anak perempuan biasa maka suatu hari dia memasukan keponakannya tersebut ke sekolah untuk anak seusianya.

Akan tetapi namanya saja anak jenius, tingkahnya yang kelebihan pintar ternyata menimbulkan masalah buat pamannya, mulai meremehkan pelajaran tambah kali yang terasa biasa buat dia, bahkan untuk perkalian bilangan banyak pun dihitungkan tanpa menggunakan alat bantu, sampai membentak kepala sekolah menyuruh menelpon pamannya untuk memulangkannya.

Sampai ketika Mary membuat keributan lagi dengan memukul anak lelaki yang lebih besar karena membela temannya yang prakaryanya dirusak. Kepala sekolah akhirnya menghubungi keluarga Frank, Ibunya Evelyn ternyata sudah lama mencari keberadaan mereka karena yakin kecerdasan adik Frank yang bernama Diane turun kepada cucunya, dan ingin menuntaskan cita-cita meruntuhkan salah satu teori matematika pada cucunya tersebut.

Pertemuan yang terjadi pun tidak menemukan titik temu dimana Evelyn ingin cucunya dimasukkan dalam sekolah yang pantas untuk kejeniusannya, sedangkan Frank memaksa bahwa keponakannya tersebut harus menjadi seorang gadis biasa.

Sebenarnya cerita dramanya biasa untuk hitungan film drama keluarga, endingnya pun sangat mudah ketebak ketika melihat Frank harus berseteru di pengadilan dengan ibunya untuk memperebutkan Mary, hasilnya pun dengan gampang mudah kita tahu.

Tapi, yang perlu dipahami dan dinikmati dalam film ini adalah bagaimana cara Frank mendidik Mary dengan segala tingkah pola kenakalan yang lahir dari kejeniusannya.

Semisal bagaimana Frank mencoba melepaskan kegandrungan Mary dengan buku-buku matematika yang tiap hari dibacanya, diajak bermain, berdiskusi dan akhirnya walaupun dia sangat mencintai matematika akhirnya Mary memilih bermain mengikuti naluri anak seusianya.

Ketika Mary membentak kepala sekolahnya, Frank pun dengan tenang membawa Mary pulang kerumah, mengajaknya berdiskusi ringan dengan memancing logika-logika dasar kejeniusannya untuk berpikir ulang bahwa apa yang dilakukannya itu tidak benar tapi tidak dengan menghakiminya secara langsung, kalau kamu nonton secara utuh percakapan mereka dalam film ini pun pasti sangat suka dengan apa yang dilakukan Frank.

Begitu juga ternyata dalam persidangan Mary tahu bahwa ayahnya adalah satu saksi yang diajukan neneknya tapi ternyata ayahnya yang bahkan tidak mau menjenguknya, bersedih dan merasa tidak dibutuhkan didunia bahkan sampai merasa dibenci, yang dilakukan Frank hanyalah hal yang sederhana, membawa Mary ke rumah sakit bersalin kemudian menunggu bayi lahir dan disuruh memperhatikan bagaimana wajah-wajah keluarga orang yang melahirkan ketika mendapati salah seorang anggota keluarga mereka lahir dan hanya bilang ” beginilah suasana keluarga saat kamu lahir” dan ketika Mary bertanya ” Siapa yang bagian keluar dan berteriak mengabarkan aku lahir sebagai perempuan?” Frank menjawab ” Akulah yang melakukannya”. Itu adalah part terbaik dalam film ini tentang pembelajaran hidup.

Kamu hanya perlu nonton deh, pasti akan banyak makna yang kamu dapat setelah nonton film ini

Gifted

Director: Marc Webb

Writer: Tom Flynn

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: