Strategi catur yang sesuai dengan cara bertahan hidupnya-Review film Queen of Katwe

 

“Ancaman bisa berasal dari mana saja, Perampok, Pemilik rumah yang pemarah, Banjir dan berbagai bahaya hidup lainnya, lantas bagaimana menteri ini bisa selamat “ucapnya sambil  menaruh bidak-bidak catur pada posisi yang ingin dicontohkannya, anak-anak yang melihat posisi tersebut awalnya lantas bergumam tidak mungkin selamat akan tetapi dia memerintahkan untuk memperhatikan lebih detil lagi.

“Mungkin kalian berpendapat bahwa menteri tersebut sudah tidak ada jalan lagi, akan tetapi ketika kalian memperhatikan lebih detil lagi maka akan ada satu posisi yang lebih cocok, dengan mencermati ancaman dan kemudian menyusun rencana, seperti yang kalian lakukan untuk lepas dari ancama kehidupan kalian” Ucapnya lagi.

Ucapan itu datang dari seorang yang bernama Robert Katende, seorang lulusan universitas dari daerah kumuh bernama Katwe, bagian dari negara Uganda, salah satu dari negara termiskin didunia. Kata-kata itulah yang kemudian menginspirasi seorang anak bernama Phiona Mutesi untuk kemudian bangkit memperjuangkan hidupnya melalui sebuah olahraga papan catur ini.

Phiona Mutesi lahir dari sebuah keluarga miskin di Katwe, ibunya ditinggal pergi oleh ayahnya dengan tanggungan 4 orang anak yang harus diberi makan, mereka berusaha secara bersama memberi makan anggota keluarga mereka, mulai dari berjualan jagung dan juga sayuran. Sampai kemudian ketertarikannya untuk mendapatkan bubur dari sebuah perkumpulan komunitas yang digagas oleh Robert Katende memperkenalkannya dengan olahraga catur.

Dengan tidak mempunyai pendidikan apapun, Phiona dan Brian adiknya ikut belajar catur setiap hari sampai kemudian satu persatu anak yang dididik oleh Katende lebih dulu mulai dikalahkan oleh permainan catur Phiona, Katende pun tertarik dengan kecerdasan Phiona. mulai mengajarkan lebih detil serta memantau perkembangan Phiona, karena anak inilah kemudian Katende berusaha mempertandingkan anak asuhnya dengan anak-anak sekolahan di sekolah ternama negara mereka, Kings College. Ternyata Phiona menang, mampu mengalahkan pemain catur terbaik disekolah tersebut.

Film ini diambil dari kisah nyata, dari buku yang sama berjudul “Queen of Katwe” dimana Disney tertarik karena kisah hidupnya.

Bagaimana semua anak-anak dalam perkumpulan Robert Katende diberikan pelajaran bahwa strategi bermain catur sama dengan strategi bertahan hidup. Bagaimana anak-anak Katwe yang terbiasa hidup susah akhirnya mampu bertahan dengan tidak menyerah ketika raja dalam permainan catur mereka diserang, kesusahan hidup Phiona itu pulalah yang mungkin mampu membuat Phiona akhirnya bisa menjadi master catur di usianya yang ke 16 tahun.

Sarat maka, sangat menguras emosi bagaimana perjalanan pecatur terbaik negara Uganda ini, mulai dari perselisihan dengan ibunya, kakaknya Night yang menjadi pelacur hingga akhirnya hamil, sampai rumah mereka harus berpindah-pindah karena ibunya tidak mampu membayar uang sewa. Yang paling menggelitik adalah bagaimana kemudian juara mampu merubah sedikit perilaku Phiona menjadi angkuh dengan orang lain akan tetapi kembali sadar dengan siapa dirinya ketika kalah di Olimpiade Catur Dunia di Rusia.

Sangatlah lengkap dan very touching, banyak pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini. Tonton saja kalau gak percaya.

Mungkin bisa lihat biografi Phiona Mutesi di wikipedia atau di link berita ini

Genre Biography, Drama, Sport Actor , , ,
Director Country Usa
Duration 2 jam 4 menit IMDb
7.3 /10 from 5691 users
Release 23 September 2016

 

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: