Why Him, Dilema orang tua untuk pasangan anak perempuannya

Kalau ditanya film apa yang paling lucu tahun 2016 kemarin, pasti banyak orang yang menyebut film garapan John Hamburg ini salah satunya kalau mereka menontonnya, karena di Indonesia film ini tidak masuk layar bioskop mainstream kalau tidak salah, sehingga mungkin banyak yang belum ngelihat atau bahkan asing, tapi saya yakin banyak yang akan ngakak dengan cerita film ini kalau menontonnya, gak percaya ? ini sedikit sinopsisnya.

Filmnya sebenarnya sangat sederhana idenya, bahkan kalau yang pernah nonton filmnya Asthon Kucher dengan Thandia Newton dimana keluarga Thandia Newton yang merupakan Afro America kaget dengan pilihan anaknya yang ternyata berkulit putih, kisah ini mirip-mirip seperti itu tapi digarap dengan apik ditambah gaya urakan James Franco yang memerankan tokoh utama semakin menjadikannya menarik. Iya James Franco yang memerankan tokoh di Spiderman dan juga brilian di film kisah nyata 127 Hours itu.

Ned Fleming adalah seorang pengusaha kertas yang mempunyai dua orang anak, Stephanie dan Scott, dimana Stephanie bersekolah disalah satu universitas ternama Amerika, Stanford dan adiknya adalah seseorang yang dipersiapkan untuk menggantikan posisi ayahnya yang pengusaha. Ned adalah seorang tipe ayah yang sangat protectif terutama kepada anak perempuannya, Stephanie. Betapa kagetnya mereka ketika sedang melakukan video call dengan anak perempuannya kemudian dari pintu muncul seorang anak muda yang masuk apartemen anaknya dan langsung membuka celananya.

Peristiwa itulah yang membawa mereka untuk memilih berlibur ke tempat Stephanie sekaligus untuk mengenal pacar anaknya yang urakan tersebut sekaligus Ned ingin meminta kepada anaknya agar meninggalkan pemuda itu.

Ternyata Pemuda urakan yang menjadi pacar anaknya adalah seorang milyuner muda yang kaya karena membuat gaming walaupun dengan gayanya yang urakan tapi mempunyai hati sangat baik dan ketika bertemu Ned, Laird langsung mengutarakan niatnya untuk menikahi Stephanie. Ned yang sudah terlanjur ilfil berusaha keras untuk menolak pilihan anaknya, dan Laird dengan gaya urakannya coba mengambil hati orang tua Stephanie.

Adegan demi adegan berjalan penuh dengan kelucuan yang benar-benar membuat ngakak sampai sakit perut banget, mulai dari kelucuan tingkah Ned yang bingung cara menolak pilihan anaknya, sampai cara-cara eksentrik Laird merayu hati calon mertuanya, atau gerakan-gerakan absdurd dari pengawal Laird yang selalu muncul tiba-tiba dimana saja dan membuat gerr yang tidak biasa. hehe

Yang paling oke adegannya adalah ketika Ned yang ingin mencari tahu pekerjaan Laird, masuk kedalam komputer dan bekerjasama dengan seorang anak buahnya yang dianggapnya paling jago IT, mereka mampu masuk kedalam sistem komputernya memang dengan mengirim virus yang mampu mengambil alih sistem komputer yang dituju, akan tetapi ternyata hasilnya sangat tidak diduga. Kocak abiss..

Ini betul-betul bukan James Franco yang kita sering lihat, mungkin dia bisa akting gila-gilaan seperti yang terjadi di awal film 127 Hoursnya akan tetapi ini benar-benar kocak.

Kesimpulan film ini sebenarnya cuma satu, bahwa dimanapun orang memilih pasangan pastilah orang yang mampu membahagiakan orang tuanya, dan Laird ingin seperti itu walaupun dengan gayanya yang urakan.

Mau tertawa ngakak? tonton deh.

Genre Comedy Actor , , ,
Director Country Cambodia, Usa
Duration 1 jam 51 menit IMDb
6.3 /10 from 29577 users
Release 22 December 2016
Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , ,

2 replies

  1. Bapaknya overprotective hahaha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: