3 model anti keberagaman DKI, kira-kira pemimpin mana yang cocok?

Keberagaman menjadi bahasan yang tidak henti dihembuskan dalam beberapa bulan ini, seiring menanjaknya tren pilkada DKI yang kemudian menyiratkan sentilan tentang calon a yang anti keberagaman sedangkan yang b tidak, peperangan opini ini pun menjadi semakin brutal seakan hanya calon a atau b yang bisa menyelesaikan ini semua, seharusnya tidaklah harus seperti ini, andaikan saja tidak ada statement yang blunder di awal masa pemilihan mungkin perdebatan tentang agama apa yang harus memimpin itu tidak akan sedahsyat hari ini, iya peristiwa di pulau seribu itu kita sudah sama-sama tahulah.

Sekarang dengan hembusan yang sedemikian kerasnya ini, bagaimanakah kita bisa menjadi netral untuk menentukan siapa calon pemimpin yang digadang-gadang untuk menyelesaikan ini semua, okey agar sebanding kita harus mengosongkan pemikiran kita tentang benar salahnya peristiwa pulau seribu yang melecut ini semua, kita anggap semua calon tidak mempunyai hubungan dengan hal tersebut.

Peristiswa anti keberagaman sebenarnya bukan hal yang baru terjadi di negara kita, sejak zaman orde baru sampai reformasi saat ini, sebut saja yang terjadi pada kasus sampit yang dikategorikan sebagai salah satu satu konflik antar suku, peristiwa itu sangat membekas di tahun 2001 dimana suku dayak dan suku madura saling bantai entah dengan banyak versi yang mengklaim semua menjadi korban, konflik antar suku itu berjalan sampai satu tahun lamanya.

Peristiwa lain yang membekas begitu dalam adalah konflik antar agama di Ambon, dimana orang-orang dari kelompok kristen berperang dengan kelompok islam di tahun 1999, yang awalnya diduga hanyalah konflik biasa kemudian ditunggangi oleh pihak tertentu sehingga konflik tersebut semakin besar, konflik antar umat beragama ini kemudian memanas daalam waktu yang cukup lama.

Atau masih jelas bagaimana konflik antar etnis yang terjadi di Indonesia, dimana kerusuhan yang terjadi di penghujung orde baru 1998 awalnya dipicu oleh krisis moneter yang membuat banyak sektor di Indonesia runtuh. kerusuhan tersebut akhirnya melebar menjadi semakin mengerikan hingga berujung pada konflik antar etnis pribumi dan Tionghoa.

Ini bukan membuka luka lama kita semua, semua tidak ingin semua hal tersebut terjadi lagi di negeri kita yang tercinta ini, tapi mari kita mencoba berandai-andai dengan semua hal tersebut diatas menjadi satu gambaran bagaimana kalau hal-hal tersebut berulang di negeri kita khususnya terjadi di Indonesia, kira-kira model pemimpin seperti apa yang cocok untuk mengatasi itu semua? yang seperti A kah atau B kah?, dengan semua track record yang pernah ada dan komunikasi yang terjadi selama ini, selama masa kampanye kita dapat melihat jelas bagaimana pertautan dua kelompok sama-sama memperjuangkan keberagaman sebagai salah satu fakta, akan tetapi kira-kira manakah calon yang lebih siap?

Kira-kira calon mana dipemikiran kita yang bisa berada pada dua kutub secara bersamaan, bisa dilihat selama kampanya mana calon yang mendatangi salah seorang pemimpin suku, pemuka agama dan kelompok etnis tertentu tanpa adanya perlawanan dari grass root yang mereka punya, mungkin banyak kelompok-kelompok yang tersebar dan sudah diklaim oleh masing-masing calon tapi ditelisik kembali, mana yang lebih tidak banyak gejolaknya? jawaban yang kamu dapat itu mungkin jawaban kamu harus nyoblos siapa besok.

Kenapa ini menjadi penting untuk kita telisik, karena pertaruhan politik ini sudah menjadi tidak netral, dan bukan berarti saya juga netral dalam menulis semua pendapat ini, akan tetapi minimal saya ingin kita semua menjadi logis walaupun pembelaan semua pihak saat ini menjadi kehilangan nalar, dan minimal dalam menyikapi persoalan keberagaman ini cukuplah hal ini kita pertanyakan kembali dalam hati kita.

Tentang siapa yang bisa menjadi penengah dari pengandaian 3 kejadian yang sama itu terjadi, siapa yang bisa lebih bijak menjadi penengah tanpa membuat terluka salah satu pihak, siapa?

Sekali lagi tidak usah dijawab karena biarkan itu menjadi salah satu alasan kita besok datang ke TPS besok..

Selamat Memilih Jakarta.

Iklan


Kategori:birokrasi

Tag:, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: