Pencurian yang tidak profesional, #ReviewFilm The Profesional

Komentar saya melihat film ini sejak awal memang tidak mengexpektasikan apa-apa, walaupun banyak teman blogger yang diundang untuk premiere filmnya dan menuliskannya dalam satu artikel membahas film ini juga tidak menarik perhatian saya untuk menonton, dan ternyata benar. Saya ngerasa hambar nonton film ini.

Kalau yang sering nonton film tentang pencurian ala drama gini, kiblat saya adalah Ocean Twelve, Ocean Thirteen atau hal yang dikit seru model pencuriannya adalah model Fast and Fourius terutama di edisi Fast Five atau mau model pembobolan brankas kayak The Italian Job, bagi saya list film itu master piecenya. Kenapa saya sebut film-film itu karena hampir semua adegan di film The Profesional (kecuali adegan kejar-kejarannya) hampir selaras dengan model cerita itu, sebut saja pada saat fragmen ketika ruangan brankas Reza hanya bisa dicapai dengan lift yang hanya bisa diakses menggunakan sidik jari Reza, cara untuk mengambilnya ya Abi pura-pura datang keruangan Reza dan mendapatkan sidik jari dari hasil memancing Reza. Ingat itu mirip dengan alur mana? adalah ketika Gisele di Fast Five mendapatkan sidik jari Hernan Reyes , bukan mau bilang ini plagiat loh tapi semacam dejavu aja dan tidak ada suprise.

Atau adegan ketika model hacker seperti Ferry yang diperankan sama Cornelio Sunny, meretas gedung, kamera CCTV sampai pecahin kode enkripsi file, itu masih tidak istimewa dibandingkan gaya Napster di film The Italian Job atau Tej Parker di Fast Five apalagi mau dibandingkan dengan gaya hacker model Benji di film Mission Imposible, kemampuan Ferry di The Profesional tidaklah istimewa.

Lihat lagi adegan Sophie ketika merayu Dani si ahli IT perusahaan Reza, dibikin mabuk sampai bisa membocorkan rahasia, itu terlihat kayak si Matt Damon merayu Ellen Barkin agar bisa masuk dalam ruangan berlian, caranya kayak gimana? ya buat Ellen jatuh cinta dan dibuat mabuk pada saat malam pencurian, dan Sophie ke Dani? juga hampir mirip :D.

Sekali lagi saya gak pengen bilang film ini adalah meniru film-film tersebut  akan tetapi dengan referensi film bagus yang cukup maka saya berani bilang kalo penonton tidak akan terlalu excited untuk melihat alurnya karena terlalu banyak kesamaan model, dan cara bekerja mereka dalam film pun tidaklah menunjukan mereka profesional dalam pencurian tingkat tinggi seperti yang diinginkan dalam film The Profesional ini.

Adegan membuka brankas pun terkesan sangat tidak profesional, jauh bila dibandingkan dengan aksi Charlize Theron yang memerankan Stella Bridger yang untuk membuka brankas yang sulit bahkan harus dengan mengebor kemudian melanjutkan dengan cara manual memakai pendengaran, sedangkan Pak Cokro yang diperankan Lukman Sardi bisa buka brankas dalam sistem pengamanan berlapis hanyalah seperti membuka brankas biasa seperti tempat penyimpanan itu tidak ada apa-apanya padahal pernah dibuat stres sampai bertengkar ketika tahu bahwa brankas yang dipakai Reza adalah type M, tipe tersulit, dan simpulkan sendiri aja deh.

Akhirnya saya hanya bisa bilang bahwa tidak ada suprise yang bisa membuat saya terpesona melihat alur film ini, penggarapannya terlalu mentah, bukan pula saya ingin membandingkan dengan cerita film luar yang biasa saya tonton akan tetapi kalau tidak bisa  lebih baik alangkah baiknya hadir dengan ide orisinil sehingga cerita utuhnya ketangkap dengan baik.

Akhirnya kesimpulannya film ini, bagus, iya bagus. Tapi tidak Istimewa.

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: