Dangal, Aamir Khan dan Film India syarat makna #Reviewfilm

Transformasi film India memang sangat luar biasa, sebagai penikmat sejak kecil mungkin bukan hal yang aneh dengan lagu-lagu serta tarian khas mereka, akan tetapi dalam satu dekade belakangan film mereka sudah berubah menjadi lahan kritik akan tetapi dengan sinematografi luar biasa yang menjadi kombinasi apik antara cerita dan alur film, film india bukan lagi hanya soal hal-hal remeh tentang jagoan yang sangat jago dengan suara pukulan yang kadang lebay, juga bukan tentang cerita cinta yang alay dengan cerita mendayu-dayu penuh tarian yang kadang tidak nyambung dengan cerita, film India sudah berubah banyak menjadi kumpulan film syarat makna.

Aamir Khan mungkin menjadi salah satu orang yang konsen dengan hal tersebut, walaupun tidak sedikit juga film dimasa mudanya masih sangat alay. Tetapi ketika sudah terjun dalam dunia belakang layar sekaligus pemain dimasa matangnya, Aamir Khan lahir dengan film yang sangat penuh makna, sebut saja film 3 Idiot yang mendunia dengan sindiran bahwa orang harus bekerja sesuai dengan passionnya, atau kasus pendidikan anak istimewa yang mengidap disleksia di film Taare Zamen Par (baca reviewnya sini), begitu juga sindirian kerasnya terhadap konsep beragama di India bahkan seluruh dunia lewat film PK dan yang terakhir adalah film tentang perempuan india yang memenangkan medali emas dalam kejuaran gulat commonwealth. Dangal.

Dangal memang adalah salah satu contoh kesuksesan baik secara harfiah kehidupan lakon asli cerita ini, juga bagaimana sinematografi berjalan dengan baik.

Film Dangal adalah cerita drama keluarga syarat makna, Dinamika antara Mahavir Singh Phogat sebagai seorang ex juara gulat nasional, yang diperankan Aamir Khan, dengan anggota keluarganya menjadi kekuatan inti filmnya. Bagaimana tidak, dengan harapan bahwa anak laki-lakinya lah yang akan menjadi penerus cita-citanya menjadi juara internasional ternyata Mahavir Singh Phogat dihadapkan pada kenyataan kalau semua anaknya adalah perempuan.

Sempat kecewa dengan kenyataan hidup tersebut akhirnya Mahavir Singh Phogat seperti mendapatkan anugerah yang luar biasa ketika dua anak perempuan tertuanya Geeta dan Babita datang kerumah dengan membawa serta dua anak laki-laki yang habis dihajarnya, bukannya marah dengan kenyataan tersebut Mahavir Singh Phogat disadarkan bahwa anak perempuannya juga adalah seorang emas yang lahir dari darahnya. Darah pegulat.

Mulailah dia melatih dua anak perempuannya menjadi pegulat, dengan rutin berlatih sejak jam 5 pagi. Melawan cibiran orang dikampungnya bahkan mengabaikan protes dua anaknya tersebut sampai istrinya, memotong pendek rambut dua putrinya dengan dingin untuk sebuah cita-citanya dimasa muda, hasil kegigihannya pun bernilai sebuah emas dan perak Juara Comonwealth.

Dengan durasi 2 jam 49 menit, Dangal melahirkan menit demi menit gambar yang sangat mengesankan, dari rangkain itupun kita dapat memahami bagaimana susahnya olahraga gulat tersebut, Fatima Sana Shaikh yang memerankan tokoh Geeta Phogat pun dengan baik memeragakan semua teknik gulat, konon katanya Fatima harus menjalani 8 bulan rutin penuh untuk mempelajarinya dan hasilnya memang sangat baik, tidak ada yang janggal dari semua teknik yang dimainkannya, like a profesional.

Untuk peran ini pun Aamir khan harus menaikan berat badan sekaligus bentuk badannya sekaligus, jauh dari kata atletis seperti peran-perannya selama ini sekitar 2 kali lipat dari bentuk badannya terdahulu, tapi hal itu pulalah yang menunjukan ketotalannya dalam mempelajari teknik gulat sampai kemiripan dengan tokoh asli Mahavir Singh Phogat

Film ini layak untuk diacungi jempol sangat tinggi, baik secara cerita maupun sinematografinya, dan sekali lagi film ini sangat sarat makna. Menyentuh sebuah keuletan dan kegigihan seorang yang ingin mewujudkan cita-citanya  sampai dengan pelajaran ketidak pedulian mendengarkan cibiran orang demi sebuah kesuksesan.

Selamat Dangal, Selamat Aaamir Khan dan Selamat untuk Film India

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: