Satu kenangan bersama Dahlan Iskan #SaveDahlanIskan

“Pak Dirut, kapan kita berangkat” suara itu terdengar lagi, sudah beberapa kali sosok itu mengucapkan kalimat yang sama, seseorang yang dipanggil Dirut lantas otomatis memandang kepada managerku yang juga otomatis mendelikan mata kepadaku, iya urusan pesawat carteran itu memang tanggung jawabku, tapi ini bandara bukan jalanan yang bisa kita berlalu lintas seenaknya, sesuai dengan jadwal yang kami pesan pesawat carteran kami berangkat jam 13.45 dan pihak maskapainya juga sudah mengkonfirm jam 13.30 baru akan berangkat ke landasan pacu yang kami minta sesuai dengan izinnya pada pihak bandara, dan sekarang masih jam 13.00, masih lamaa !!!

Satu jam sebelumnya, kami menjemput Beliau turun dari pesawat garuda yang telah kami setting agar bisa berhenti di tepat ruang pertemuan Pemda Maluku Utara sehingga tidak perlu turun dan melewati kerumunan bandara, mengajak kami berlari melewati tangga undakan yang menjadi penghubung antara landasan bandara dengan ruang pertemuan Pemda Ternate itu, menyempatkan Sholat Jum’at bersama yang walaupun dipersilahkan di saf paling depan Beliau tahu diri datangnya paling akhir sehingga hanya duduk beberapa senti dari pinggir teras mesjid.

Setelah sholat Jum’at yang kami pikirkan adalah puncak acara resminya yaitu ada semacam ramah tamah resminya, tapi Beliau langsung ke meja prasmanan mengambil singkong, sayur dan ikan seraya mengajak semua langsung makan, serentak semua langsung makan, kami hanya bingung kalau gini ceritanya acara resmi gak ada berarti penjadwalan pesawat carteran kemarin itu salah, harusnya lebih cepat, dan benar saja setelah makan, minum sebentar Beliau langsung berteriak “Pak Dirut pesawatnya sudah siap?” Kami langsung gelagapan, Saya menelpon pihak maskapai minta jadwalnya dimajukan menjadi 12.30 mereka menolak karena pihak bandara tidak bisa mengubah dan saat itu ada jadwal pesawat lain masuk, beberapa kali suara itu berbunyi lagi, saya yang dikode dirut dan manager hanya bisa membalas kode mengangguk saja dan pura-pura menelpon pihak maskapai.

Setelah beberapa kali meminta, akhirnya pada pukul 13.15 pesawat carteran kami muncul, langsung masuk lintasan dan saya mengabarkan ke Manager, Daaaan.. tidak sampai 5 menit sosok itu sudah turun dari tangga dan langsung menuju pesawat Chesna Proppelerjet yang kami pesan, saya yang sudah ada dengan pihak maskapai diwanti-wanti tidak bisa berangkat sebelum 13.45 ini hanya persiapan saja, saya negoisasi tetapi tidak bisa karena otoritas bandara katanya akan tetapi sosok itu ketika sampai pesawat langsung duduk menyuruh beberapa orang yang ikut dan langsung berteriak ” Kapten ayo kita menuju Bacan sekarang”, pihak maskapai yang melihat siapa yang ingin saya terbangkan ke Bacan otomatis langsung menyuruh kapten naik dan berkata “Pak menteri mau berangkat sekarang, segera berangkat” saya yang dengar langsung ngakak.

****

Sosok itu adalah Dahlan Iskan semasa menjadi Menteri BUMN, yang kemarin baru saja menyampaikan eksepsi terhadap dakwaan yang dituduhkan kepadanya lantaran dugaan penjualan aset PT Panca Wira Usaha, BUMD Pemprov Jatim, saya tidak mengenal beliau secara personal hanya menjadi fans layar kaca dengan segala aksinya, hanya pernah sekali mengurus penerbangannya ke Bacan dalam rangka peresmian Pabrik Es perusahaan tempat saya dulu bekerja, juga dipercaya beliau untuk menguruskan tiket penerbangannya kembali ke Jakarta dengan beberapa permintaan khusus yang dititipkan, tidak lebih dari itu tapi kenapa saya percaya dan yakin Beliau tidak korupsi?

eza-hazairin

Di Radar Halmahera

Selain kekayaannya yang memang sudah sangat cukup, saya mempercaya manusia dalam beberapa intuisi yang tidak terbaca secara kasat mata, berdekatan dengan Beliau kurang dari semeter saya menjadi tahu bahwa keramahan yang dibuatnya dan sering saya lihat di layar kaca bukanlah gimmick dalam rangka rencanya menjadi RI-1 seperti orang bilang, sama sekali tidak. Beliau sangat hangat dengan banyak orang, bahkan dalam upaya menghambat Beliau bertanya “kapan berangkat” kami menyuruh beberapa orang untuk minta berselfie ria, dan senang banget ditanggapi oleh Beliau, bahkan ada orang Maluku Utara yang sudah lama kontak karena bukunya, ketika ada rencana mau ke Maluku Utara, orang tersebut dihubungi dan bertemu ditempat pertemuan kami, itu luar biasa.

Bahkan kalau orang itu bukan Dahlan Iskan saya yakin sudah marah-marah kalau dia ingin berangkat tapi pesawatnya belum ada, sudah marah-marah gak jelas, tapi beliau tidak, memang bertanya bukan untuk segera pergi tapi memang kondisinya sudah sangat ingin meresmikan sebuah pabrik dari aset perusahaan kami yang sudah lama vakum dan tak terurus, beliau memang semangat untuk menghidupkan tapi bukan dengan cara PMN seperti menteri-menteri dahulu tapi dengan usaha sendiri dan daya juang perusahaan, makanya perusahaan kami yang sering dapat raport merah karena merugi menjadi prioritasnya apalagi sebuah perusahaan perikanan.

Hal yang unik dari Beliau lainnya adalah, ketika dari pesawat carteran beliau turun pertama kali dan langsung mengatakan dengan ramah “Thank You, Capt” sambil mengacungkan jempolnya kearah kapten pesawat, saya melihat langsung momen itu, ada pejabat lain yang seperti itu? saya rasa jarang, dari pengalaman saya menjadi konsultan dan bertemu beberapa menteri dan Dirjen, sikap mereka bagai raja yang mau dilayani segala hal dan cuek dengan beberapa orang yang tidak ada urusan langsung dengan mereka, Dahlan Iskan sangat jauh dari sifat itu, buktinya kami yang menjadi panitia yang tergopoh-gopoh menyiapkan seluruh schedule agar berjalan sesuai rencana sebelum berangkat disapa dulu oleh beliau” Wah ini yang pakai seragam pasti panitianya ya, sukses acaranya ayo kita foto dulu”, Seriously itu real terjadi dan kami senang banget.

bersama-hesti-dan-wida

Sejenak sebelum Take Off 

Yang menarik lagi adalah ketika diminta mengurus tiket kembalinya ke Jakarta dengan Garuda, beliau minta disampingnya tidak boleh ada yang duduk dan minta direquest langsung ke maskapainya, berhubung itu maskapai plat merah ya saya gampang saja kesananya karena sesama plat merah, akan tetapi ketika saya konfirm ke maskapai untuk cetak tiket Beliau ternyata pak Dahlan selama jadi menteri sering minta hal yang sama dan menariknya kata mereka lagi ketika ada orang yang menyapa Beliau ketika naik pesawat minta foto atau tanda tangan, langsung ditarik duduk sama Beliau dan jadi temannya sepanjang perjalanan di pesawat, ada pejabat publik yang kayak gitu? saya rasa nggak deh.

di-executive-lounge-bandara-baabullah-ternate

Ini foto pribadi banget dan bukan ambil di google.

Banyak hal yang membuat manusia dipercaya, dan banyak pula hal yang bisa membuat orang dihujat, akan tetapi banyak pula yang berkata bahwa intuisi adalah penilaian terbaik terhadap orang lain, hati memang tidak bisa ditipu. Melihat langsung secara nyata keramahan orang seperti Pak Dahlan itu rasanya susah banget digambarin, low profilenya, bahkan saya pernah melihat langsung ada orang yang sering ikut senam bersama yang diadakan oleh dahlanis di monas setiap hari Jum’at, orang itu ikut karena keterbelakangan aja dan hanya memakai sendal dan langsung disapa Beliau yang ternyata beberapa menit kemudian mereka bertukar alas kaki.

Ada orang yang korupsi punya sifat-sifat segitunya? #savedahlaniskan

Iklan


Kategori:birokrasi

Tag:, , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: