Sebuah passion yang bukan (lagi) passion #Reviewfilm Ordinary World

Ketika ngeliat awal film saya agak ragu ini film biografi atau drama, karena Billie Amstrong si Vokalis dan Gitarisnya Green Day yang main, sekaligus nyanyi di awal tapi ketika film beneran mulai saya jadi tahu kalau si vokalis green day in lagi nyoba akting ternyata makanya nyoba film yang ada hubungannya dengan musik. Film ini tentang seorang Pery, vokalis band tenar dimasanya yang kemudian mundur karena mempuyai anak perempuan dan 15 tahun kemudian dia sesali.

Pery (Billie Joe Amstrong) bangun dengan ceria pagi itu akan tetapi isrinya yang sibuk karena harus ada meeting di pagi hari, dan lupa ulang tahun suaminya, belum lagi titipan tugas yang diberikan istrinya Karen (Selma Blair) juga terlalu banyak mulai mengantar anak sekolah sampai menunggu kedatangan orang tua istrinya di siang hari, dan permasalahan kecil itu yang membuatnya rindu dengan dunianya yang dulu yaitu ngeband.

Permasalahan kecil dari istrinya lupa mengucapkan selamat ulang tahun, adiknya yang tiba-tiba memecatnya karena selalu telat masuk kantor, berbuntut dengan mengundang kembali seluruh teman bandnya untuk pesta disebuah prresiden suite hotel yang mahal, ditempat itu pula Perry bertemu dengan mantannya Christy (Judy Greer) yang ternyata masih suka dan nekat untuk masuk kedalam kamar presiden suite diantara teman band Perry mengundang seluruh orang yang dikenal untuk merayakan ulang tahun Perry, sementara itu anaknya Salome (Madysin Shipman) sedang menunggu Perry membawakan gitar baru untuk penampilan di sekolahnya, konflik batin Perry sampai melupakan kewajiban yang biasa dia lakukan, dan merasa dia harus kembali ngeband untuk kembali pada passionnya.

Film ini drama biasa sih, no suprise ending bahkan terkesan datar sekali. Tapi untuk sebuah drama keluarga sih lumayan, awalnya padahal saya mengira ini film musical dari ngeband trus berkeluarga bandnya vakum dan kemudian kembali ngeband dengan lagu-lagunya yang tenar lagi, tapi itu tidak ada dan munculnya seorang penyanyi ternama yang di manajeri oleh Christy juga gak penting banget muncul.

Ini tentang konflik batin dengan semua kekacauan yang dirasakan karena ngerasa ngelakukan hal yang bukan passionnya, akan tetapi ketika dia mencoba masuk dalam passion yang dirasa itu dia banget, Perry ternyata menyadari bahwa hidupnya sudah tersetting untuk menyukai passionnya yang baru dan dia tidak sadari berpengaruh pada gaya hidup.

Not bad sih, tapi nontonnya jangan pake ekspektasi macam-macam, nanti jatuhnya kecewa kayak saya heheh.

Silahkan dicari trus ditonton kalau berminat ya.

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: