Di tahun 2006, ketika orang belum sibuk dengan dunia online dan blog belum menjamur seperti saat ini, saya sudah ngeblog. Bahkan untuk social media sekelas facebook atau twitter akunnya pun sudah saya punya yang anehnya ketika orang-orang sudah mulai ramai dengan dunia blogging dan socmed saya memasuki titik bosan yang luar biasa, apalagi ketika 2010 lulus dan diharuskan bekerja untuk membahagiakan kedua orang tua, tapi tetap saja masih ngeblog walaupun berganti-ganti dan kadang vakumnya lama luar biasa, mungkin konsistensi waktu itu adalah musuh terbesarku.

“We must act out passion before we can feel it”-Jean-Paul Sartre

Mungkin benar apa yang dikatakan Sartre, kesibukan bekerja diluar passion membuatku lelah sementara kita tahu bahwa passion kita bukan disitu akan tetapi untuk merasakan passion itu sendiri kita juga ternyata harus bekerja keras dalam artian bertindak untuk merasakan apa itu passion, bahkan untuk menemukannya pun saya cukup kesulitan, saya sadar untuk bekerja kantoran saya tidak nyaman, dan hal yang paling nyaman di kantor ketika kerja pun adalah membuka blog, melihat artikel-artikel tentang SEO, CSS, Bahasa PHP bahkan saya sampai pagi pun betah dikantor kalau laptop terhubung dengan internet dan menikmati orang menjelaskan tentang apa yang saya suka lewat video ataupun tulisan-tulisan mereka sampai pada suatu saat ada yang berkata lirih kepada saya ketika curhat dengan kegalauan tentang kerjaan, dia berkata “carilah apa yang buat kamu betah tidak tidur, tidak mandi bahkan lupa makan hanya untuk fokus pada hal itu” saya tersentak seperti disadarkan bahwa sejak 2006, blog adalah hal yang tiap hari saya pelajari tanpa pernah serius untuk dipraktekan.

Sejak itu saya resign dari pekerjaan kantoran, mencari pekerjaan lapangan yang bisa mendukung aktivitas saya ngeblog sekaligus ada yang tiap hari dikerjakan tapi bisa cukup longgar waktunya, akhirnya ada teman yang menawarkan pekerjaan sebagai pendamping kabupaten untuk program pemerintah di sebuah propinsi, saya ambil dan meninggalkan Jakarta, fokus untuk mimpi saya.

Membuat blog komentarin.com adalah jalan saya untuk menuju mimpi saya, kenapa namanya komentarin ? karena pada dasarnya semua orang suka berkomentar tentang apa yang mereka alami, rasakan, lihat, makanan yang mereka telan tidak jauh dari apa yang namanya komentar entah itu negatif atau positif, termasuk juga saya. 😀

Awal mula blog saya muncul per harinya paling banyak 20 viewer yang melihat blog, lama-lama berkembang jadi 30 sampai 50, awalnya saya senang dalam beberapa hari saya bisa mengambil ratusan viewer akan tetapi nyali saya ciut ketika mulai aktif berkenalan dengan beberapa blogger di komunitas baik di FB maupun di whatsapp, ada yang viewer seharinya bisa sampai 1o sampai 20 ribu bahkan ada teman seorang blogger wanita yang cukup tenar memamerkan satu artikelnya yang bisa dilihat sampai 369 ribu orang, saya shock ternyata passion saya memunculkan benturan dan sampai stagnan beberapa lama, tapi saya menyerah? iya sempat, hati saya masygul dan kembali berpikir untuk menjadi pekerja kantoran dan mulai merasa ini bukanlah passion saya.

“I have no special talents. I am only passionately curious.” -Albert Einstein

Kata inilah yang kemudian kembali menghidupkan mimpi saya, bahwa dari dulu selalu bersemangat untuk ingin tahu apa itu blog, apa itu SEO, bahasa program dan tanpa sedikitpun pernah mempraktekannya dalam meniti karir ngeblog, dan mimpi yang sempat redup akhirnya muncul bahkan muncul berkali-kali lipat, saya merasakan ghirah passion saya akhirnya disaat saya jatuh, melawan, bangkit dan mengalir deras, tanpa peduli dengan viewer saya bekerja, menulis, membaca dan sudah sekitar 182 tulisan di blog saya yang baru ini dan nafasnya seperti menderu keras tanpa perlu disentuh tools lain, content ini pun mulai bekerja, viewernya menggeliat, passionku akhirnya benar menemukan tracknya.

Akan tetapi dengan kesibukan pekerja lapangan yang memegang proyek pemerintah akhirnya menemukan kendala, karena tanggung jawab pekerjaan akhirnya saya hampir sebulan lupa untuk menulis, sebenarnya ketika di lapangan ide saya membuncah, ketika mengawasi warga desa, bercengkrama dengan janda-janda sasaran program ide saya berbuih, tapi untuk memegang laptop itu tidak sempat, tablet yang dipunyai juga terbatas fungsinya, ketika sampai rumah kalau tidak mengetik hasil pekerjaan saya pun terkapar kelelahan setelah mengelilingi pedesaan dengan sepeda motor, saya butuh alat untuk bisa melakukan dua pekerjaan ini secara simultan, jawabannya tentu saja harus notebook 2-in-1.

Pilihan saya akhirnya jatuh pada notebook 2in1 Acer Switch Alpha 12, kenapa? karena sebagai orang yang gak terlalu gaptek didukung doyan untuk berselancar di dunia maya, akhirnya mendukung saya untuk tahu notebook mana yang saya butuhkan tapi kalau mau tahu kenapa yuk deh mari kita bahas kenapa saya pilih dan juga mungkin bisa jadi referensi kamu ketika memilih notebook.

Pertama, karena desainnya yang simple, bisa dilepas screennya karena dihubungkan magnet dengan keyboardnya jadi kalau siang ketika jeda bisa disambi nulis dengan hanya mengambil screennya doank dan malam bisa jadi notebook utuh untuk digunakan menyelesaikan pekerjaan lapangan, mungkin dibilang lebay kan notebook juga bisa di lapangan buat nulis, ahelahh belum tau ya rasanya keliling desa dalam satu kabupaten dengan nenteng laptop, atau sambil jalan kaki ke rumah warga sambil ngetik dengan laptop? Tab lain kan juga bisa? nah itu dia bedanya notebook 2in1 Acer Switch Alpha 12 ada pena digital aktif pen. ini dia keunggulannya yang bikin kreatifitas kita tanpa batas. Karena pena ini bisa dipergunakan untuk menggambar diatas Notebook Tablet ini. Stylus dengan sensitivitas hingga 256 tingkat tekanan mampu memberikan pengalaman menulis digital yang rapi dan mudah di layar Switch Alpha 12, jadi sambil jalan saya bisa nulis dengan rapi banget.

1477945373_746_yuk-ikuti-switchable-me-story-competition-dengan-switch-alpha-12

Kedua, kalau menggunakan notebook 2in1 Acer Switch Alpha 12 menjadi jawaban untuk kamu yang mendambakan notebook tanpa penggunaan kipas konvensional, berapa banyak orang yang keganggu banget dengan bunyi mesin kipas kalau notebook nyala, bahkan kalau sudah lama bunyi kipasnya naudzubillah bunyinya, Switch Alpha 12 tidak akan panas karena juga mengadopsi teknologi terbaru Acer pada notebook 2-in1 yaitu LiquidLoop. Sistem ini mampu menghadirkan pendingin yang bisa menstabilkan suhu mesin laptop tanpa kipas, kebayang kan kalo lagi jalan nulis blog sambil kerja lapangan ternyata notebooknya tiba-tiba panas, mati gaya banget dah.

untitled-1

Ketiga,  Acer telah menanamkan prosesor Intel Core i Series generasi ke-6 yang memiliki kinerja kencang dan hemat energi.Ini dia  nih yang buat Acer Switch Alpha 12 berada di hitungan level lebih tinggi dibanding produk sejenis yang biasanya masih mengandalkan prosesor Intel Core M,  dengan port USB Type-C dengan USB 3.1 gen 1 juga buat kamu bisa mendapatkan hasil transfer data yang lebih cepat dari notebook yang masih pakai USB type 2.0

acer-switch-12-laptop-tablet-water-cooling

Keempat, layar 12 inci yang memiliki resolusi QHD (2160 x 1440 pixel) juga dilengkapi sama teknologi IPS apa bedanya dengan notebook yang lain ? ya layarnya mempunyai gambar tajam dan warna yang baik dari berbagai sudut, gak perlu khawatir kan sambil jalan keliling desa bisa nulis tanpa terganggu soal cahaya, apalagi teknologi BlueLight Shield yang dibenamin Acer bakal buat kamu gak akan lelah ngelihat ke layar terus.

Kesemua fitur itu sangat membantu untuk menulis blog dengan model pekerjaan lapangan kayak saya, apalagi nih ternyata Acer nyediain processor yang bisa kamu pilih mau itu i5 atau i7, suka-suka kamu deh, yang jelas teknologinya sama aja bakal muasin, setidaknya itu menurut saya, kalau belum puas, kamu boleh lihat video dari mobiletech review dibawah ini ya.

Kamu? ikutan saya aja deh switch ke notebook 2in1 Acer Switch Alpha 12, karena semua passion yang ada di diri kita itu menunggu untuk dikeluarkan, jadi jangan lama-lama, dukung passionmu dengan notebook yang mumpuni, kenapa gak sekarang?

acer-switch-alpha-12-cara-beli-saham-online

Iklan