Melihat Indonesia dari sebuah toilet

Toilet, berapa kali kamu bersihkan sehari?

Sebuah ruangan berukuran 3 x 2 atau mungkin juga ada yang lebih kecil atau lebih besar memang menyimpan hal yang menarik, setidaknya beberapa pakar psikologi atau estetis menghubungkan kondisi toilet dalam sebuah rumah sebagai ukuran kebersihan atau erat kaitannya dengan pola perilaku orang yang berada didalamnya, mungkin hanya hotel berbintang yang mempunyai tingkat kebersihan sangat baik dalam hal ini. Mall pun kadang lalai dengan hal ini padahal punya bermacam fasilitas.

Kalau kita pergi ke tempat keramaian, berapa banyak toilet yang tersedia seperti hanya sebuah pelengkap saja tanpa perawatan yang berarti, banyak dari kita berjinjit jijik dengan air yang berserakan disekitar toilet atau yang paling jamak bau pesing dimana-mana, orang banyak beranggapan itu adalah perilaku perawatan pihak pengelola yang tidak telaten mengurus tempat tersebut akan tetapi sejatinya banyak yang tidak sadar kebersihan dalam ruangan kecil tersebut adalah tanggung jawab orang yang masuk kedalamnya, berapa banyak yang mengabaikan air buangan dari tubuh mereka muncrat kemana-mana dan tidak disiram lagi sebagai bentuk tanggung jawab, atau yang dengan cueknya membuang tissu bahkan lebih parah pembalut pun dibuang dengan tidak berpikir orang yang akan masuk setelahnya.

Tempat yang seharusnya bersih pun seringkali tidak diperhatikan kebersihannya, saya berkeliling dari Sumatra sampai Maluku, saya baru menemukan satu mesjid di daerah Lamongan yang toiletnya bersih, bahkan sekelas Istiqlal pun saya tidak nyaman untuk buang air besar di dalamnya, mau kita mengakui atau tidak berapa banyak mesjid yang kita masuki (bagi yang muslim) tidak ada puntung berserakan atau bau pesingnya lumayan mengganggu.

Patokan inilah yang membuat saya ingin melihat Indonesia dalam sebuah mindset tanggung jawab dari sebuah hal kecil yang bernama toilet, hampir semua rumah yang ada di negeri ini pasti dilengkapi ruangan ini, atau kalau tidak ada tentu saja kita banyak mengkategorikan sebagai daerah sangat terpencil, ukuran itulah yang kemudian ternyata apabila ditelaah lebih lanjut dalam penggunaan ruangan ini saja kita tidak telaten, apalagi untuk mengurus hal yang lebih besar.

Buang air kecil selanjutnya menyiram air seni yang kita keluarkan dengan air hanya perlu waktu sebentar, membersihkannya seminggu sekali pun bukanlah hal yang berat, padahal apabila ada tamu yang bertamu ke rumah kita dan mendapati toilet kita tidak layak semntara rumah kita terlihat sangat bagus dari depan tentu saja kita sangat malu, begitu juga dengan negeri kita, kita menampilkan diri sebagai salah satu negara timur yang mempunyai sikap malu, segan dan menghormati orang lain akan tetapi di dalamnya menyimpan rahasia kita sebuah bangsa yang punya borok kelakuan tersembunyi dan akan ketahuan ketika orang lain masuk kedalam negeri kita lebih dalam.

Indonesia bagaikan toilet yang berada dimana-mana, dimasuki oleh siapa saja, dipakai oleh banyak orang di tepi jalan untuk mencari nafkah dengan selembar uang kecil sebagai balas jasa.

Indonesia bagaikan toilet yang bisa disiram dengan memakai gayung atau instan memakai tombol flush akan tetapi tetap saja masih bau pesingnya dimana-mana apabila tidak dirawat oleh yang punya.

Indonesia hanya bisa melihat kemewahan sebuah toilet yang ada di hotel-hotel bintang lima, bersih akan tetapi hanya bisa dirasakan oleh kalangan atas sementara kalangan bawah ada yang punya toilet terbang (kotorannya ditaruh diplastik terus dibuang entah dimana)

Negeri kita mengaku sebagai bangsa yang bermoral, sibuk mengurusi kealiman seseorang akan tetapi seringkali lupa dengan borok kita sendiri. seperti toilet yang ada dalam rumah kita.

Indonesia.

Iklan


Kategori:life

Tag:, , ,

3 replies

  1. Kalau di kampung saya masih ada tampian. Toilet di atas kolam, terbuat dari bammbu dan atap jerami. Airnya air pancuran. Gak pernah dibersihin, tapi bersih aja 😊

    Suka

  2. Masalahnya ketika ada yg bersihin, tapi yg datang ke toilet tersebut jorok2 juga sami mawon, harusnya pada sadar, toilet umum dijaga bersama..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: