Kebersamaan yang menjadikan sebuah keluarga, tidak selalu hubungan darah-#Reviewfilm Chronicle of a Blood Merchant

Sam Gwan seorang buruh lepas pekerja keras yang melakukan kerja sebagai buruh pasar sekaligus buruh bangunan tiba-tiba terpesona dengan  kehadiran Ok-ran seorang gadis penjual brondong jagung dan menjadi idola para buruh pabrik yang bekerja akan tetapi pada saat itu Ok-ran sudah punya pacar yang bernama S0-Young, seorang pemuda kaya dikampungnya, akan tetapi dengan saran temannya maka Sam Gwan berani mengajak jalan Ok-Ran dimana uang untuk mentraktir didapat dari hasil menjual darahnya ke rumah sakit.

Setelah mengajak makan dengan blak-blakan Sam Gwan mengajak Ok-Ran menikah dan alasan konyolnya adalah ketika ditanya kenapa mau menikahinya, Sam Gwan menjawab dengan polos kalau dia sudah menghabiskan uang sekitar 2000 Won hanya untuk mentraktir Ok-ran. Tapi usaha itu ternyata gagal, Ok-Ran menolak dan Sam-Gwan tidak mau kalah akhirnya langsung menghadap bapaknya Ok-Ran, ternyata setelah rayuan mempertahankan marga lamarannya diterima dan akhirnya mereka menikah.

Setelah 11 tahun menikah dan dikaruniai 3 orang putra ternyata banyak dari warga desa menggunjingkan anak pertama mereka yang bernama Il-Rak semakin hari semakin mirip dengan mantan pacar istrinya dulu si So-Young yang saat itu sudah menjadi yang paling kaya dikampung mereka, karena tidak tahan dengan gunjingan itu maka Sam-Gwan dengan berani melakukan tes darah pada anaknya, apakah sama dengan dia atau So-young dan ternyata setelah dengan pede niat mengumumkannya ditengah kampung, Il-Rak adalah benar anak So-Young. Marah dengan hasil itu Sam-Gwan akhirnya bertanya pada istrinya apakah pernah melakukan hubungan dengan So-Young dan istrinya mengaku kalau dia pernah berhubungan satu kali dengan So-Young.

Dengan setting tahun 1950an Korea, tahun dimana penjualan darah dan organ tubuh legal film yang dibumbui hal itu hadir dengan sebuh cerita keluarga yang sekilas mirip dengan apa yang terjadi dengan Kiswinar dan Mario Teguh, hubungan percintaan yang melakukan proses pernikahan, punya 3 orang anak dan ternyata anak pertamanya adalah anak dari hubungan dari istri dengan mantan sebelumnya.

Il-Rak yang dibenci Sam-Gwan akhirnya berusaha terus agar dianggap anak olehnya bahkan tidak mau kembali pada ayah kandungnya yang memang juga tidak mengakuinya sebagai anak, bahkan ketika So-Young koma dan dukun yang mengobati menyatakan harus dipanggil kembali rohnya oleh anak laki-laki So-Young, Sam-Gwan dan Il-Rak semakin merasakan hubungan ayah dan anak mereka karena kebersamaan 11 tahun mereka.

Film ini membuktikan bahwa hubungan kekeluargaan yang dibangun dari kebersamaan akhirnya memang bisa lebih erat dibandingkan dengan hubungan sedarah, Sam-Gwan yang ketika ekonomi keluarganya susah melakukan praktek jual darah dirumah sakit akhirnya paham dia menyayangi Il-Rak seperti anaknya sendiri, banyak rumah sakit yang dikunjungi hanya untuk menjual darah dengan bayaran 3000 Won per 2 botol ketika Il-Rak divonis terkena ensepalitis dan harus di operasi dengan biaya 40.000 Won.

Seringkali memang hubungan itu tidak harus melulu tentang hubungan darah, akan tetapi hubungan darah memang lebih kuat dari segalanya makanya di ending film ini ditunjukan sekali hal tersebut.

Akting pemain di film ini oke banget, apalagi pemeran Il-Rak dengan kebaikan yang terpancar diwajahnya serta perilakunya dalam nyikapin bahwa dia bukanlah anak kandung dari orang yang dianggap ayah benar-benar kena, dan penampilannya menjadi kakak sangatlah nyata.

Setting tempatnya juga menawan, bahkan sangat menunjukan bagaimana Korea ditahun itu, bagaimana hubungan dikampung itu terbangun dari padatnya perumahan sehingga gosip dapat beredar dengan cepat, perkelahian antar keluarga jadi omongan, film ini sangat lengkap menghadirkan semua konflik tersebut dalam satu alur yang menghubungan kekerabatan dari hubungan darah dan sistem penjualan darah yang masih terjadi saat itu.

Genre Drama, History, Romance Actor , , ,
Director Country South Korea
Duration 2 jam 4 menit IMDb
6.7 /10 from 206 users
Release 14 January 2015
Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , , ,

2 replies

  1. kebersamaan selalu menimbulkan kesan yang mendalam.
    thank

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: