Salah satu cinta yang terbaik adalah jatuh cinta dengan sahabat sendiri-#Reviewfilm Negeri Van Oranje

Tidak ada yang menyangka pertemuan tidak sengaja Lintang dengan 4 cowok Indonesia di sebuah stasiun kereta di Belanda akan menjadi satu garis panjang yang menentukan arah garis hidupnya, Adalah Banjar, Geri, Wicak dan Daus yang kemudian mewarnai harinya selama menyelesaikan Master europian studies di Leiden University.

Bersahabat dengan cowok memang banyak yang membuat dilema karena seringkali persahabatan itu mengarah pada kedekatan dan desir-desir lain yang dirasakan oleh yang cowok terutama, begitu juga dengan Lintang yang bersahabat dengan 4 cowok dan saling beda kota, ada yang si Banjar di Roterdam, Daus di Utrecht, Wicak di Amsterdam, Geri di Denhaag dan Dia sendiri di Leiden, 5 kota satu persahabatan.

Perhatian masing-masing sahabatnya juga beda-beda banget, ada yang full perhatian semacam Geri dan Banjar lantas yang konyol seperti Daus dan yang dingin serta misterius seperti Wicak yang karena pernah mendengar Lintang gak suka cowok pake baju Oranye dan merasa lebih cocok dengan cowok yang makai warna biru, bela-belain harus punya jaket biru ketika Lintang datang ngunjungin dia di Schipol. Semua kenangan bersama mereka mempunyai arti tersendiri bagi Lintang dan Dia merasa suatu saat akan dihadapkan pada satu pilihan siapa yang akan dipilih diantara 4 sahabatnya, Di Praha lah tempat mereka liburan yang kemudian menjadi satu jalan siapa yang akhirnya bisa menikahi Lintang.

Mencintai itu akhirnya sebuah pilihan karena telah mengenal orang yang akan dicintai dan kadang pilihan beberapa orang yang terbaik adalah mencintai sahabatnya sendiri, kaerena dengan sering berkomunikasi, berhubungan membuat rasa yang ada itu menjadi lengka ketika sudah saling mengerti. Saya paling suka banget Quote yang dikatakan Wicak pada Lintang ketika bertanya “kalau kamu lupa namaku maka kamu akan memanggilku apa?” Wicak jawab “Perempuan yang rela mandi pagi hanya untuk nemuin aku di Schipol” Lintang nanya lagi “Cuma itu kesanmu ke aku” Wicak dengan misterius jawab ” Cukup satu alasan Lintang untuk semuanya” gila keren abis.

Awalnya saya under estimate banget dengan film ini, pertama lihat posternya dulu pas nonton IP Man 3 kalo gak salah ternyata berubah drastis ketika baru nonton ini semalam, begitu berwarna dengan sinematografi yang menarik, Belanda dan Praha yang menawan membuatnya menjadi semakin bagus secara penglihatan sebagai notabene apa yang banyak dilihat kalau nonton sebuah film. Akting pemainnya juga begitu natural banget dan gak maksa banget ekspresinya gambarin totalitas penghayatan mereka.

Usut punya usut film ini diambil dari buku best seller dengan judul yang sama dan kalau lihat ending film yang kesannya nampilin tokoh aslinya kayaknya memang ini kisah nyata yang pernah terjadi dan semua cewek pasti pengen banget jadi Lintang, yang banyak disayangi oleh teman lelakinya.

Ini film bagus banget deh, gak ada adegan Eaa nya yang bikin saya malu sendiri lihat adegannya dan terus terang hal itu paling mengganggu kalau nonton film Indonesia, terkesan Eaa tapi hambar-hambar gimana gitu, good job lah buat yang bikin film sebagus ini, dan jadi pelajaran buat saya kalau gak underestimate mentang-mentang film Indonesia.

Yang sudah nonton setuju sama saya gak? yang belum nonton buruan deh pasti bakal suka. 😀

 

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , ,

2 replies

  1. review filmnya bagus, tidka bertele2 tapi sampai maksudnya pada pembaca trims

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: