Dibalik tabir kenakalan remaja

Heningkan sejenak, mari bersama-sama mengingat kembali keindahan masa remaja kita. Kenangan-kenangan apa yang dapat kita ingat saat remaja. Kenakalan dan kebaikan saat remaja terekam sangat jelas pada memori otak kita. Apapun itu kejadiannya saat remaja adalah sebuah keindahan yang hanya bisa dikenang. Namun, saat ini saya merasa prihatin melihat tingkah laku para remaja di zaman sekarang. Meskipun saya pernah menjadi remaja, semua terasa berbeda.

Masa remaja merupakan masa transisi dimana sebuah adaptasi dari anak menuju dewasa.Mereka diberi waktu untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang sesuai dengan dirinya. Tidak luput pula, mereka akan dihadapkan pada permasalahan penyesuaian social, diantaranya problematika pergaulan teman sebaya. Sehingga pembentukan sikap, tingkah laku dan perilaku sosial remaja banyak ditentukan oleh pengaruh lingkungan ataupun teman-teman sebaya.

Apabila lingkungan sosial itu memberikan peluang terhadap remeja secara positif, maka remaja akan mencapai perkembangan social secara matang. Namun sebaliknya, apabila lingkungan sosial memberikan peluang secara negatif terhadap remaja, maka perkembangan sosial remaja akan terhambat dan bisa jadi mengarah ke tindakan criminal. Jika kita membicarakan kenakalan remaja, maka akan banyak ruang untuk saling menyalahkan. Terlepas dari itu, mari kita mencari tahu kenapa mereka sampai bertindak ceroboh.

ADA APA DENGAN KENAKALAN REMAJA?

Hukum sebab-akibat mungkin bisa berlaku dalam mencari tahu kenalan pada remaja. Apabila seorang remaja menjadi nakal atau bertindak ceroboh, maka pasti ada sebabnya. Apa itu sebabnya?

Terdapat tiga faktor yang menyebabkan kenalan remaja, antara lain adalah keluarga, sekolah dan lingkungan. Namun, banyak kalangan yang berpendapat bahwa keluarga yang bermasalah (broken home) menjadi penyebab utama dalam pembentukan psikis/emosional remaja. Nah, ternyata kekerasan terhadap anak telah terjadi tanpa disadari oleh keluarga yang dapat mempengaruhi perkembangan anaknya, sehingga perilaku menyimpang pada saat remaja bisa terjadi.

APA ITU KEKERASAN TERHADAP ANAK?

Anak merupakan anugerah terindah yang selalu diidamkan para orang tua. Terlahir suci serta penuh dengan kebahagian, sehingga apapun keadaannya kebahagiaan seorang anak harus diutamakan. Kekerasan terhadap anak dapat mengakibatkan dampak buruk terhadap anak baik itu secara fisik maupun psikis, sehingga dapat mempengarui perkembangan dikehidupan selanjutnya. Terdapat empat jenis kekerasan terhadap anak, yakni kekerasan psikis (emotional abuse), kekerasan fisik (physical abuse), penelantaran (neglect) dan kekerasan seksual (sexual abuse). Untuk kesempatan kali ini kita akan membahas jenis kekerasan terhadap anak yang pertama, yaitu kekerasan psikis (emotional abuse).

Kekerasan Psikis (Emotional Abuse) terjadi ketika keluarga menyampaikan kata-kata kasar dan kotor, menghardik, memaki, minim perhatian, dan sebagainya yang dilakukan secara terus-menerus tanpa disari. Hal ini yang dapat menghambat perkembangan anak sehingga kurang percaya diri dan sulit berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.

Kekerasa Fisik (Physical Abuse) terjadi ketika keluarga memberi tindakan sebuah pukulan kepaada anak yang telah melakukan kesalahan. Tindakan seperti ini memang akan membuat jera pada anak untuk tidak melakukan kesalahan yang sama atau sejenis. Akan tetapi, hal seperti itu dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, sehingga mereka akan takut ketika mencoba hal baru.

Penelantaran (Neglect) terjadi ketika anak tidak mendapat perhatian dari keluarga, baik itu terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. Pengabaian itu sendiri bisa berupa fisik, edukasi, kesehatan dan psikologis.

Kekerasan Seksual (Sexual Abuse) terjadi ketika mendapatkan perlakuan prakontak berupa sentuhan maupun kontak seksual langsung berupa pemerkosaan, yang dilakukan oleh orang yang lebih besar dari anak.

Sesungguhnya kenakalan seorang remaja dikarenakan pada kehidupan sebelumnya mereka telah menjadi korban kekerasan yang terdapat di lingkungan keluarga. Apabila keluarga mampu memberikan perhatian dengan pendekatan untuk tumbuh kembang anak selanjutnya, maka kelakuan menyimpang seorang remaja dapat teratasi.

Iklan


Kategori:psikologi

Tag:, , ,

1 reply

  1. Terima Kasih atas artikelnya Gan.
    ini peringatan keras bagi para orang tua untuk lebih dekat lagi kepada anaknya agar tidak terjadi hal yang menyimpang dikemudian hari.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: