Penyelamatan untuk satu orang dari sebuah negara – Review film Tunnel

Bagaimana perasaan kamu, ketika tahu orang yang kamu sayangi terjebak dalam reruntuhan terowongan bawah tanah, ternyata dilain pihak negara yang melakukan pencarian merasa cukup dan tidak perlu dilanjutkan serta untuk itu terowongan akan dihancurkan dengan bom, dan kamu disuruh tanda tangan gak bakal nuntut kalau orang yang kamu sayangi terkena bom ? lihat deh film ini.

Lee Jung Soo  yang ingin pulang kerumah untuk memberikan kue ulang tahun buat putrinya tidak menyangka bakal tertimpa reruntuhan tunnel yang rubuh tiba-tiba, berkat panggilannya ke 911 akhirnya regu penyelamat datang untuk melihatnya akan tetapi yang terlihat adalah, seluruh areal jalan terowongan ternyata hancur lebur.

Dae-Kyung seorang ketua tim regu penyelamat Korea Selatan akhirnya melakukan segala macam cara untuk mengeluarkan Jung Soo, apalagi ternyata ketika upaya untuk melihat kedalam terowongan dengan mini drone tidak bisa dilakukan karena jarak jangkau drone yang terbatas, akhirnya Dae-Kyung nekat untuk menembus beberapa meter terowongan yang tidak tertimpa runtuhan, dan ternyata Jung-Soo sudah berada didekat ujung reruntuhan dan bisa diselamatkan.

Film ini sangat dramatic banget, kemunculan Min-A seorang gadis yang juga terjebak dalam reruntuhan yang berjarak beberapa meter dari posisi Jung-Soo tertimbun sama sekali tidak membantu cerita dan bayanganku bakal memperumit keadaan lebih parah tapi ternyata cuma begitu saja.

Dalam segala upaya penyelamatan tersebut awalnya terlihat pememrintah Korea mendukung segala upaya penyelamatan Jung-Soo walaupun hanya satu orang, akan tetapi melihat perilaku pemerintah yang datang ke tempat reruntuhan ternyata hanya untuk datang berfoto dengan keluarga korban. Apalagi hari demi hari ketika Jung-Soo belum bisa ditemukan ternyata pemerintah malah mundur, untung punya petugas baik seperti Dae Kyung.

Part terbaik dalam film ini adalah ketika Jung-Soo yang sudah kehabisan air tapi Min-A yang tertimpa reruntuhan batu dan tidak bisa bergerak meminta air minum dengan kondisi kesakitan, Jung-Soo sempat dilanda kecemasan apakah dia harus menolong atau dia sendiri yang akan mati ketika air minumnya dihabiskan oleh Min-A tapi ternyata ketika dia sudah ikhlas, hal lain malah terjadi.

Adegan lain yang juga menarik adalah ketika Jung-Soo yang sudah kehilangan air minumnya disuruh minum air kencingnya sendiri oleh Dae-Kyung, akan tetapi ternyata Dae Kyung sendiri juga tidak tahu bagaimana rasa dari air kencing itu sendiri dan agar menunjukan kesungguhannya membantu Dae Kyung bersedia mencoba air kencingnya sendiri terlebih dahulu dan kesimpulannya ternyata menarik dari hasil meminum air seni sendiri. 😀

Hal yang kurang adalah, alur film berjalan terlalu lambat dan beberapa hal terlihat tidak alami, seperti tidak mungkin sebuah smartphone bisa tahan lama tanpa charger lebih dari 12 hari, hitungannya itu sangat tidak rasional, walaupun sering dimatikan, hal lain juga yang terasa kurang adalah konflik ketika harus memilih membiarkan satu orang mati atau negara akan terus berupaya menyelamatkan nyawa walaupun hanya satu orang, terasa sangat kurang dan gregetan banget.

Tapi overall tontonan ini sangat menarik dan seru, Korea sudah mulai berevolusi dunia perfilman mereka.

tunnel-teo-neol

Selamat menonton ya.

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: