Film Talvar, Concussion dan drama sidang Mirna-Jessica #komentarinkasus

Banyak orang yang bertanya-tanya akan seperti apa ending dari drama persidangan ini, saya juga pada awal ngelihat kasusnya sebenarnya gak begitu peduli amat dengan apapun hasilnya akan tetapi dengan puluhan sidang yang ditayangkan dilayar kaca akhirnya mau tidak mau ngelihat youtube rekaman sidang pembunuhan Wayan Mirna Salihin ini.

Sebenarnya juga ketika ngelihat Jessica pertama kali di layar kaca, intuisi saya (yang biasanya selalu benar) mengatakan kalau pembunuhnya bukanlah Jessica, apalagi ditambah pada saat pengusutan kasusnya ada bebeberapa kali berkas permohonan sidang polisi ditolak oleh kehakiman karena kurang kuatnya bukti yang walaupun akhirnya memang bisa disidangkan, dengan banyak pendapat orang dibeberapa account twitter ini adalah khayalan pihak kepolisian.

Ketika akhirnya kemarin ngelihat video persidangannya saya juga melihat bahwa patokan pemeriksaan jaksa hanya berdasar pada video rekaman CCTV yang kemudian dikembangkan dengan pemeriksaan psikologi dan mempelajari gestur tubuh Jessica pada saat hari Mirna meminum sianida tersebut. Tanpa ada bukti lain dan hanya ditambah pemeriksaan lambung yang mengandung sianida dan menurut saya pribadi ini lemah banget.

Karena kalau pernah lihat film Talvar (sinopsisnya ada disini) bahwa proses penyelidikan polisi itu bisa berkembang ada dua hal saja, si A bersalah atau si A gak bersalah dan akhirnya ada pelaku B. Kemudian yang menjadi masalah adalah (kalau kita belajar dari film tersebut) bahwa analogi pembunuhnya adalah A atau B bisa diskemakan sesuai dengan apa yang di inginkan oleh pihak kepolisian, jadi tesis awal adalah Jessica mau bersalah atau tidak itu tergantung pada mindset penyidiknya dia menganut pola A atau pola B (sekali lagi ini hanya belajar pada film)

Kemudian kalau melihat sidang kemarin ketika melihat saksi dari pihak Jessica yang berasal dari Australia, bahwa ahli tersebut menyayangkan kalau substansi penetapan bahwa Mirna diracun hanya berdasarkan pada adanya kandungan sianida di kopi vietnam yang diminumnya, sedangkan menurut ahli tersebut lagi bahwa seharusnya sampel yang diambil itu tidak hanya berasal dari lambung, tapi juga sampel paru-paru, jantung, hati, dimana organ tersebut juga akan berpengaruh apabila seseorang di racun.

images

Mengingat itu saya kemudian teringat dengan sosok Bennet Omalu, tokoh utama dalam film Concussion (reviewnya bisa dilihat disini) bahwa pihak PUSLABFOR Polri ternyata tidak melakukan pemeriksaan menyeluruh ada kondisi seseorang yang mengalami pembunuhan,  karena Bennet Omalu ketika Mike Webster meninggal yang diduga depresi, bunuh diri karena pengaruh obat-obatan akan tetapi pada mayat Mike terlihat bahwa apabila orang yang mengalami gangguan kejiwaan dan obat-obatan seharusnya otaknya akan mengalami kerusakan, tetapi semua kondisi vitalnya normalnya dan otaknya masih dalam kondisi bagus penampakannya. Yang dilakukan Bennet adalah akhirnya membedah otaknya (padahal tampak luarnya bagus) yang kemudian menemukan bahwa susunan syaraf Mike Webster hancur lebur, dan pihak PUSLABFOR Polri ketika menemukan sianida di lambung Mirna merasa sudah cukup dan tidak melakukan pemeriksaan organ lain.

Tetapi waktu melihat pengacara Jessica dengan sekuat tenaga membelokkan kasus ini ke arah sah tidaknya bukti-bukti laboratorium, saya kemudian teringat kasus #PAPAMINTASAHAM dimana pihak pengacara Setnov membelokan pembelaan kasus ini dalam legal tidaknya pengambilan bukti rekaman yang menurut undang-undang hanya boleh dilakukan oleh aparat hukum, Saya akhirnya kemudian mau tidak mau membandingkan hal tersebut pada Jessica karena walaupun dalam hukum moral yang dilakukan Setnov itu bersalah akan tetapi ternyata pemberlakuannya dalam hukum positif berbeda, Setnov akhirnya bisa menjadi korban kecurangan pihak Sudirman Said dan Freeport dan kalau analigi gitu Jessica salah atau tidak? 😀

Lantas bagaimana dengan akhir Jessica ? kita bersabar saja kasus ini akan terus muncul di layar kaca karena setelah ada vonis pun pasti bakal ada kasasi, ketika kalah kasasi akhirnya bisa saja sampai pada mekanisme PK di mahkamah agung.

sidang-jessica

So. masih panjang dramanya guys. 😀

Iklan


Kategori:media

Tag:, , , ,

6 replies

  1. Suka banget tulisan ini, berbobot, bikin mikir, tapi seru di ikuti sampe akhir, berasa nonton film, haha.

    TFS yaaa.

    Suka

  2. Duh pusing liat drama persidangan Jessica – Mirna. Tapi kalo aku kok melihatnya kok Jessica emang bersalah ya?

    Suka

  3. Capek nonton episode sidangnya mirna. Tapi jadi dapet banyak ilmu soal hukum dan seputarnya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: