The Choice, ketika seorang playboy jatuh cinta

Mungkin ungkapan yang banyak menyebut bahwa orang yang playboy ketika jatuh cinta maka dia akan sebenar-benarnya cinta cocok disematkan untuk film ini, ketika Travis seorang petualang cinta dan takut untuk membuat komitmen dengan seorang wanita akhirnya takluk pada seorang Gaby, seorang gadis tetangga barunya.

177A1317.CR2

Travis, seorang pria yang banyak disukai oleh banyak wanita dan juga punya banyak teman yang loyal kepadanya sebenarnya punya kesepian yang tidak diketahui oleh orang lain, tingkahnya yang suka pesta dan hura-hura sebenarnya indikator dari kesepiannya. Hal itu terlihat ketika setelah pesta dirumahnya, teman-temannya yang sudah beristri dan punya anak pulang dia merasakan kesepian itu.

Disaat itulah dia bertemu dengan Gaby, seorang tetangga baru yang sedang kuliah kedokteran sekaligus magang disebuah rumah sakit dikotanya. Gaby juga mengakui kalau Travis punya banyak hal yang dapat disukai oleh orang lain, apalagi lawan jenisnya seperti dia, tapi pilihan untuk serius ada ditangan Travis dan selama ini dia belum memutuskan untuk serius.

Film ini adalah adaptasi dari novel best seller dari Nicholas Sparks dengan judul yang sama, dan untuk perempuan yang biasa setia pasti akan tidak suka dengan tingkah Gaby yang tiba-tiba selingkuh dengan Travis, tapi yang seperti Gaby bilang bahwa Travis punya segala hal untuk disukai.

Part menarik dari film ini adalah ketika mereka berdua pergi kesebuah pulau milik Travis yang diwariskan dari kakeknya, sebuah pulau tersembunyi dibelakang rumahnya. Bagian ini adalah bagian paling romantis saya rasa, pasti seorang cewek diperlakukan seperti itu dengan kejutan yang tidak disangka pasti klepek-klepeklah, saya aja ngeliatnya envy aja.

Bagian yang membingungkan dari film ini adalah, okelah Gaby ditabrak mobil dan koma, akan tetapi ketika dia koma dan sudah last minute harus dicabut selang oksigennya tidak ada peristiwa yang membuat dia bangun lagi, hanya bangun aja gitu. Travis yang berada dipulau mereka, membuat sebuah altar dan sebuah aksesoris kerang penangkap angin kesayangan  Gaby (yang gak pernah disebut sepanjang film) berbunyi keras dan itu jadi penanda kalau Gaby sudah bangun dari koma dan beneran ketika sampai di rumah sakit Gaby sudah dalam posisi duduk, tidak ada chemistry yang menarik antar itu bagi saya.

Tapi untuk keseluruhan sebuh film romantis, ini cocoklah jadi bahan tontonan bersama orang tercinta ya.

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: