Sound of Noise, ketika bakat musiknya muncul diketidakteraturan

Satu lagi nih film yang berada diluar jalur pemikiran kebanyakan, sebuah film Swedia yang menghadirkan alur cerita berbeda dan konsep yang tidak biasa, kalau saya pernah bahas film Street Sing, ini mungkin sejenis itu tapi lebih liar lagi pemikiran directornya, sangat diluar pemahaman.

sound-of-noise-still-6-jpg

Judulnya Sound of Noise, yang bercerita tentang seorang yang bernama Amadeus. Seorang polisi yang lahir dari keluarga pemusik klasik ternama di negaranya mulai dari kakek, nenek, ayah dan ibunya bahkan adiknya Oscar sudah bisa memainkan piano di umur 2 tahun, sedangkan dia sudah dicap tone daf (sebutan untuk orang yang buta nada) oleh keluarganya sejak umur 7 tahun dimana orang tuanya akhirnya menyerah mengajarinya.

Uniknya, Amadeus sebenarnya punya kemampuan musik yang tidak biasa sebenarnya. Kemampuannya untuk membedakan masing-masing detakan dan mampu mengklasifikasikannya bahwa itu adalah detakan apa, suara lain berasal dari bunyi apa, hal itu terlihat ketika sebuah mobil yang dikira mengangkut sebuah bom waktu, mampu dicernanya bahwa itu bukan bunyi detak bom akan tetapi sebuah bunyi dari sebuah jam analog, tapi hal itu sebenarnya tidak disadari oleh dirinya sendiri karena itu adalah jenis kemampuan yang tidak umum bagi seorang musisi.

Sebenarnya agak sedikit kecewa dengan pilihan alur yang dibuat oleh Directornya, dia berfokus pada pencarian jati diri musik seorang Amadeus, dimana ada sebuah kejadian yang digalangi oleh sekelompok orang dengan pemahaman musik yang sama bahwa musik orkestra itu sangat rapi dan tidak cocok untuk mereka sehingga harus melakukan aksi ditengah kota dengan 4 aksi ilegal dan membuat mereka disebut sebagai teroris yang dimana Kepala Polisi Anti Terornya adalah Amadeus.

Saya sebenarnya agak sedikit berharap dari beberapa adegan diawal, Amadeus mampu mengerjakan kasus musisi jalanan itu dengan memakai insting detakan yang dipahaminya dalam bermusik, sehingga bisa berada selangkah didepan ketika musisi jalanan itu akan merencakan aksinya, tapi seperti yang saya bilang sebelumnya sang director hanya ingin berfokus menjadikan peristiwa musisi jalanan ilegal itu sebagai sarana Amadeus untuk menemukan jati diri bermusiknya.

Pesannya difilm ini sebenarnya simpel, tidak semua orang barat suka orkestra, walaupun dicap sebagai musik yang mahal tapi tidak semuanya suka. Makanya mungkin ketika Amadeus kecil kelihaiannya bukan di musik orkestra tapi diajarkan musik orkestra sehingga gak nyambung dan dia dicap bodoh oleh ayahnya yang merupakan komposer orkestra ternama. Di film ini juga menggambarkan keuniversalan musik yang ingin diraih para musisi jalanan yang dipimpin Sara Parson, bahwa semua media bisa dijadikan alat musik termasuk ketika mereka masuk ruangan operasi dan memainkan perangkat operasi dari tabung gas oksigen sampai pengukur detak jantung sebagai medianya dan hasilnya? sangat luar biasa loh walaupun bagi saya kurang dieksplor banget semacam film August Rush, walaupun sudah sangat berani memainkan instrumen yang tidak biasa seperti buldozer sampai bergantung dikabel listrik untuk memainkan sebuah nada.

Mau nonton ? pasti sudah banyak kok CD nya, ini film yang cukup lama dari tahun 2010, selamat menonton ya.

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: