Perjuangan kaum minoritas

Kalau menonton film tentang biografi sport di amerika, banyak sekali tema film yang membahas bagaimana perjuangan kaum minoritas di sana sebut saja di film 42, I am Ali atau film yang beberapa kali saya tonton yaitu film Express.

sukses-berkah-kaum-muslimin-di-indonesia-menjadi-minoritas

Ilustrasi minoritas. Sumber : bisnisaceh.com

Yang sangat kentara itu adalah film Express, bagaimana paman dari Erien Davis menjadikan Jackie Robinson sebagai salah satu tolak ukur dalam membina mental keponakannya, apalagi saat itu sedang gencar-gencarnya perjuangan Martin Luther King dalam perjuangan kelasnya untuk bangsa kulit hitam. Di film ini paman dari Erien Davis paham bahwa yang dilakukan oleh Jackie Robinson adalah salah satu cara untuk menyamaratakan kaum kulit hitam di Amerika dengan berprestasi di Baseball.

Ketika Erien Davis masuk Texas dalam pertandingan Cotton Bowl melawan klub tuan rumah terlihat bagaimana sara yang menentangnya bahkan hanya untuk lewat didepan gedung hotel orang kulit putih. Tapi ketika dia berhasil membawa kemenangan untuk timnya maka dia sudah melakukan perubahan pandangan itu sendiri, setidaknya teman-teman timnya merasa dia adalah bagian dari mereka yang berkulit putih.

Perjuangan kelas adalah hal yang lama dilakukan, bayangin yang dilakukan oleh Martin Luther King sekitar tahun 1950an, dan Amerika bisa menerima presiden berkulit hitam ditahun 2009, dan itu perjalanan yang sangat panjang dan mereka melakukannya secara simultan dari olahraga, musik sampai politik.

Begitu juga dengan isu-isu minoritas yang lain, dan beberapa dekade belakangan ini terjadi gelombang besar perubahan pola pikir masyarakat tentang hal yang berbau minoritas walaupun kalau melihat di Indonesia masih cukup tampak nyata dibeberapa segi, dan proses untuk menuju hal itu masih cukup lama.

Dan bisakah itu dilakukan oleh kita, kalau untuk hal yang berbau non agama mungkin saja akan cepat berubah tapi kalau untuk agama dan mengingat konsennya para pelaku kapitalis memainkan isu tersebut untuk mengambil keuntungan sepertinya masih sangat lama untuk bisa menjadikan minoritas sebagai hal yang biasa.

Iklan


Kategori:life

Tag:, , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: