Kartu Truf Yusril yang membuat SBY dan Amien Rais turun tangan untuk pencalonannya di Pilgub DKI

Politik adalah sesuatu yang cair, setidaknya itu adalah statement yang banyak dikeluarkan oleh orang banyak menyikapi riuh rendahnya pertaruhan politik, dari lawan menjadi kawan serta dari musuh bisa menjadi berteman, seenggaknya dalam pertaruhan politik di negeri ini hanyalah keluarga Pak Harto dan Bung Karno atau SBY dan Mega yang masih kaku dalam saling menyikapi pola politik, selebihnya? setidaknya Ahok yang loncat dari golkar lantas hari ini didukung golkar,  atau yang lebih spesifik lagi bagaimana Ahok yang menyatakan anti partai ternyata hari ini maju di Pilgub DKI dengan didukung 3 parpol adalah bukti simpel bahwa politik adalah barang karet.

dki-1

ilustrasi source: kompasiana.com

Pertaruhan politik itu pulalah yang membuat sosok pakar hukum yang hampir tidak pernah kalah di sidang yang dibelanya, Yusril Ihza Mahendra ternyata ingin ikut berkontestasi dalam ajang pilkada DKI kali ini,meniru langkah Jokowi yang  jadi Gubernur DKI dan dua tahun berikutnya menjadi Presiden RI adalah mungkin ungkapan yang tepat dengan apa yang terjadi saat ini, karena jika hanya berpegang pada partainya PBB yang suaranya jauh dibawah ambang batas adalah tidak logis jika maju hanya dengan perahu yang pas-pasan, Menaklukan Jakarta adalah Menaklukan Indonesia.

Dengan perahu yang pas-pasan itu pulalah Yusril maju, akan tetapi karena sadar dengan jumlah kursi yang tidak dipunyai di parlemen DKI membuatnya harus memutar otak untuk bisa maju dengan partai politik, karena apabila maju dengan independen waktu yang dibutuhkan sangat sempit, Teman Ahok yang katanya mengumpulkan 1 juta KTP saja melakukan pekerjaannya 1 tahun lebih, apalagi Yusril yang dana saja tidak punya. Melamar ke partai yang mempunyai kursi adalah jalan utamanya, tapi apakah semudah itu? dimana PDIP yang menyatakan Yusril lolos verifikasi saja harus digantung Megawati sampai waktu injury time pendaftaran calon yang akan dibuka tanggal 19-21 September nanti.

Tapi menilik perjalanan politik Yusril, beliau mempunyai kartu truf pada dua orang tokoh politik sekaligus dan merupakan investasi yang belum pernah dipakainya sampai saat ini yang mungkin akan digunakannya saat ini.

Faktor Amien Rais

Mengenal Yusril tentu saja kita akan mendirect pada pemilihan presiden di sidang MPR tahun  1999, dimana Yusril maju menjadi capres melawan Gus Dur dan Megawati. Hari itu menjadi sangat aneh karena tiba-tiba ketika sidang dibuka Yusril mengumumkan pengunduran dirinya menjadi calon presiden dan mengalihkan suaranya ke Gus Dur yang saat itu didukung oleh poros yang dibentuk Amien Rais, yang kemudian hari Yusril mengakuinya bahwa beliau tidak ingin memecah perseteruan dua poros Islam, NU dan Muhamadiyah.

Kemudian ketika kali ini ternyata Amien Rais ikut andil dalam pencalonannya di Pilgub DKI, hal itu mudah saja ditebak karena ini adalah investasi politiknya Yusril dimasa lalu, kesediaannya mundur saat itu menjadi kartu truf yang bisa digunakan saat ini, ketika semua kartunya tidak bisa digunakan.

Faktor SBY

SBY dan Yusril adalah sahabat lama, walaupun pernah bersitegang ketika dirinya dipecat dari posisi Mensesneg, bukan berarti hubungan keduanya amblas begitu saja. Pertaruhan politik di tahun 2004 adalah kartu truf kedua yang digunakan oleh Yusril untuk mengamankan pencalonan gubernur DKI, SBY yang di tahun 2004 membutuhkan partner kerja dalam memenangkan presiden saat itu datang ke Yusril dan dengan tangan terbuka dibantu oleh Yusril dan akhirnya pasangan SBY-JK dapat memenangkan pemilu presiden tahun itu.

Ketika Yusril saat itu membantu dua tokoh ini dalam mencapai tujuan mereka dimasa lalu, mungkin inilah waktu yang tepat untuk menarik kembali investasi politiknya kepada mereka, dan secara sekaligus hal itu membuka peta politik baru bahwa Demokrat, PAN dan PPP akan membuat poros baru yang dimotori oleh Demokrat dan mungkin sebentar lagi PKB akan menyusul mengingat apabila mencari tokoh muslim yang pas nama Yusril adalah orang yang berada di bawah Ahok dan terus membuntuti hasil survey yang hasilnya Ahok semakin menurun.

Kita lihat saja ya hasilnya bagaimana..tapi Good Luck Bung Yusril… 😀

Iklan


Kategori:birokrasi

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: