Jonru dan hal-hal remeh yang kita nabikan

Banyak sekali seliweran berita tentang nama ini di beranda facebook saya dalam beberapa hari terakhir, sampai semalam kemudian saya memutuskan menulis sudut pandang saya tentang orang yang bernama asli Jon Riah Ukur ini, padahal sejak dulu pertama kali melihat blognya dia diawal saya belajar ngeblog, kemudian dia ikutan juga dalam komunitas blog keroyokan yang saya ikuti lebih dulu, saya termasuk orang yang gak ingin berkomentar tentang segala perilaku yang ingin dianggapnya benar.

RTEmagicC_klakson.jpg

Source : Gito-touring

Masalah terbesar yang sebenarnya menggelitik adalah bagaimana dengan fokus kita pada kebenaran pada data-data yang diumbar di media, bagaimana daya analisis kita tentang sesuatu hal yang mentah, remeh dan kemudian dipercaya menjadi satu kebenaran, masalahnya adalah di diri kita pribadi yang kemudian mereaksikan sesuatu hal secara berlebihan padahal tau betul bahwa apa yang diberitakan itu tidak benar, yang kita lupa juga adalah bagaimana alogaritma search engine bekerja dari banyaknya hal yang kita sempatkan untuk berkomentar padahal kita telah melakukan hal yang setara dengan orang yang mendewakannya, yaitu mentenarkan dia sebagai sebuah individu.

Hal lain yang lebih gak tega saya melihatnya bahwa kita dinegeri ini sangat butuh bombastisitas terhadap sesuatu hal, sehingga ada yang sebuah media baik itu sebuah website atau sekedar fanpage di facebook kita menjadikannya sesuatu kebenaran, padahal ketika dirunut kembali fakta-fakta pendukungnya sangat lemah semisal yang saya beri contoh tentang nama asli Jokowi yang katanya keturunan Tionghoa, atau juga tentang Ibunya yang dapat tuduhan yang sama, kita ribut mencoba percaya dan menghubung-hubungkan dengan semua hal ketika tersambung sedikit lantas mengiyakannya sebagai sebuah kebenaran, dimana nalar kita melihat muka Jawa dibilang keturunan Tionghoa.

Dalam ruang sosial yang ilmunya selalu berkembang dan mengikuti perkembangan zaman tentu saja banyak sekali celah dalam membahas sesuatu hal apalagi untuk membuat perbedaan, karena dalam sebuah buku saja  bisa kita nilai hanya dari cover, ringkasannya, halaman terakhir buku, membaca setengah yang tentu berbeda dengan pendapat orang yang sudah membaca buku tersebut secara utuh yang walaupun dalam beberapa kasus orang yang membaca utuh juga tidak paham-paham banget tentang apa yang dibacanya, itulah ruang ilmu.

Akan tetapi yang tragis kemudian adalah banyak yang mencuplik beberapa kalimat dalam buku dan mengaku sudah membaca utuh bukunya, hanya membaca sampai halaman kesekian tapi serasa sudah tahu dengan semua hal dan yang lebih menyedihkan lagi itu adalah sebagian besar kita, hidup dalam ruang komunikasi terbesar umat manusia bernama sosial media dan internet tapi masih purba dalam memanfaatkan informasi untuk mendapatkan kebenaran sebelum membela sesuatu hal yang dianggapnya benar dengan pengetahuan yang sangat sedikit walaupun aslinya masih hitam putih.

Menyikapi sosok ini sebenarnya bagi saya simple saja, dia menggapai semua hal dengan apa yang dipostingnya dan kita hanya terjebak mengkomentari apa yang dilakukannya itu benar atau salah dan hanya sibuk bertengkar dengan orang lain yang kebetulan masih berada dalam dunia hitam putih, yang seringkali kita lupa adalah kebenaran selalu menemukan jalannya sendiri untuk membuktikan sebagai sebuah hal yang benar, dan beberapa fakta yang terjadi adalah apa yang dikatakan oleh sosok tersebut juga terbukti kebohongannya.

Yang menjadi hal lain perhatian saya adalah kita terjebak untuk menjadi benar ketika menemukan sosok ini salah, dan ketika hal itu terjadi apa yang membedakan kita dengan sosok tersebut, kita sama-sama terjebak dengan kenikmatan untuk menjadi benar dan menjadi paling benar dimata orang lain.

Dan bagi saya Jonru itu adalah remeh.

 

Iklan


Kategori:life

Tag:, , ,

2 replies

  1. dianggap remeh tapi dibahas hihihi….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: