Negeri para bedebah, Novel tentang segala kegundahan melihat para pelaku intrik kekuasaan

Cukup 6 jam saya membaca buku ini dengan hanya disambi minum beberapa kali dan terus terang membaca novel ini sejak masuk episode satu saya tidak bisa membiarkan fokus saya untuk hal lain sampai saya membaca buku ini tamat. Begitu beda dan berkelas dalam menyajikan semua alur cerita, kalau pernah membaca novel Gelombangnya Dee Lestari maka tokoh Thomas di buku ini serupa dengan Alfa penyajiannya termasuk kisah hidupnya dari sudut pandang yang berbeda.

3618874_b013e906-ba34-11e3-94e3-f4854908a8c2

Cerita ini kalau saya melihatnya pun adalah gabungan teori dalam film The Big Short yang menceritakan kejatuhan Amerika dari sistem keuangan yang bernama CDS (Credit Default Swap) dan juga intrik yang terjadi dalam sistem bail out Bank Century yang menggemparkan negeri ini beberapa tahun silam, tapi mengapa buku ini menjadi menarik? karena dia menceritakan segala intrik yang kita mungkin tidak pernah tahu dan mungkin sangat bisa terjadi dalam beberapa kejadian itu.

Cerita buku ini tentang dua malam seorang Thomas seorang konsultan keuangan kenamaan, yang punya klub petarung sejati disela-sela kesibukan bernegosiasi dengan angka-angka, tapi dibalik itu dia menyimpan masa lalu yang kelam karena perilaku beringas dan menghalalkan segala cara Om Liem, adik ayahnya. Dibesarkan di sekolah berasrama serta mendapakan beasiswa untuk dua sekolah bisnis ternama di dunia tanpa bayang-bayang nama besar keluarganya. Tapi dalam dua malam semuanya berubah dan semuanya tidak sama lagi, termasuk segala hal dilakukannya untuk menyelamatkan Om Liem.

Buku ini benar-benar mengisi segala ketegangan tiap lembarnya, bagaimana Thomas bertindak mengelabuhi polisi untuk membawa lari Om Liem dengan bantuan teman klub petarung melewati garis imigrasi bandara, bagaimana dia mengambil keputusan dengan memanfaatkan insting seorang petarung sekaligus pebisnis, dan semuanya harus benar-benar selesai dalam 46 jam, karena kalau tidak semua keluarga kecilnya akan hilang.

Dalam kasus Bank Century yang dalam buku ini tersirat sebagai Bank Semesta, yang mengalami kerugian sehingga harus di bail out pemerintah, dimana keputusan bail out itu diputuskan dalam sebuah komite keuangan, maka cerita ini adalah tentang Thomas dalam mengambil semua kesiempatan dan melakukan semua intrik dalam memuluskan rencana komite keuangan, mulai mempengaruhi Gubernur Bank, Kepala Lembaga Penjamin Simpanan, Menteri Keuangan sampai pada Putra Mahkota sebuah partai besar yang ketuanya menjadi Presiden negeri ini.

Tetapi semua itu dilakukan dengan banyak aksi untuk mengelabui aparat bandara, menyuap petugas penjara, bersekongkol dengan kepolisian dan mempermainkan pasangan mesra Jaksa dan Polisi Bintang Tiga yang gemar mencari ATM dari tangan-tangan pengusaha yang nakal, yang semuanya dmenggambarkan kebedebahan sebuah negeri yang ditandai dengan kerusakan aparatur negara dalam semua lini atas nama kekuasaan dan uang yang paling utama.

Bagian terbaiknya menurutku adalah bagaimana Thomas yang membawa Om Liem ke bandara dengan menggunakan Ambulance, menyuruh staf omnya untuk memesan ke semua rumah sakit dengan tujuan dalam beberapa menit semua ambulance yang ada di kota tersebut akan memenuhi jalanan ibukota dan menjadi alarm palsu bagi polisi yang sedang melakukan pelacakan pada posisi pelarian mereka, sebuah ide yang bagiku tepat dalam menggambarkan insting seorang pelarian.

Hal-hal lain yang mungkin tidak pernah tergambar di pikiranku adalah, bagaimana rute transfer tahanan polisi digunakan sebagai modus pelarian, kedekatan semua editor dan reporter media masa dengan kekuasaan sehingga mudah mendapatkan segala apa yang diinginkan bahkan diberikan segala cuma-cuma,  dan buku ini juga menceritakan dari sisi riewuhnya orang yang terlibat dan terkait dalam kasus bank semesta mulai anak, cucu sampai kakeknya yang mempunyai bisnis yang menggurita, Bank Century mungkin seperti itu? saya pun tidak sempat untuk mengecek bahwa segala alur hidup Opa dan keluarganya sampai Thomas itu mirip dengan kisah hidup yang punya bank century, kalau mirip berarti Tere Liye benar-benar melakukan risetnya yang luar biasa, akan tetapi satu hal yang pasti di buku ini jelas tentang konglomerat China.

Bagian yang lemah dari buku ini adalah saya sudah menebak siapa Ram sejak dia bertanya posisi Thomas ada dimana ketika sudah berhasil menyembunyikan Om Liem ditempat yang aman, apalagi dibeberapa bab kemudian masih dengan model yang sama entah Tere Liye ingin menyiratkan agar pembaca mengira tapi itu terlalu kentara.

Bagian yang gak aku suka adalah endingnya, terlalu mudah dan terlalu sederhana dengan alur yang sangat heroik seperti itu, karena endingnya seperti banyak adegan di film luar untuk bertanya-tanya apa yang terjadi kemudian tapi ya itu, terlalu mudah saja dengan pontang-pantingnya Thomas Jakarta-Jatiluhur-Yogya-Jakarta-Denpasar-Jakarta-Singapura, sangat gak seimbang, Mungkin akan dibahas dibuku berikutnya di Negeri di Ujung Tanduk.

Iklan


Kategori:book

Tag:, ,

3 replies

Trackbacks

  1. Our Kind of Traitor, tentang manusia dan uang – Komentarin.com
  2. Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Novel tentang kamu yang sering bertanya tentang hidup yang tak adil. – Komentarin.com
  3. Our Kind of Traitor, tentang manusia dan uang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: