Manusia, uang dan kekuasaan

korupsi

Ilustrasi, Source : Sawali.info

Manusia memang dilahirkan dengan mempunyai sifat konsumtif, baik dia kaya ataupun miskin pasti punya sifat ini. Sejalan dengan itu kebutuhannya akan uang pun pasti semakin besar tergantung pada pola hidupnya, akan tetapi sifat sebagian besar manusia  itu kadangkala menjadi pembuka suatu sistem yang bernama kekuasaan.

Kenapa saya berpendapat seperti itu pun bukan hanya sekedar statement biasa akan tetapi hasil pengalaman dimasa lampau dan juga hasil kejadian baru-baru ini yang hadir memberikan tamparan keras bagi pribadi bagaimana uang akan mempengaruhi manusia dan juga sebagai alat untuk mendapatkan kekuasaan.

Sebagai pendamping kabupaten sebuah program pemerintah saya memahami betul konsep bantuan yang dicanangkan sebagai sebuah program pengentasan kemiskinan yang kemudian memang erat dengan konsep kekuasaan dan saya melihatnya sebagai sebuah upaya pelanggengan kekuasaan, investasi politik dengan dalih bantuan langsung dan kemudian akan menjadi sebuah stigma keberhasilan personal seorang penguasa, akan tetapi saya tidak ingin terlalu jauh membahas itu.

Saya melihat ada korelasi yang berkesinambungan antara sifat manusia kepada manusia lain berkaitan dengan uang dan kekuasaan, dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah yang melanggengkan hal tersebut adalah orang yang mempunyai tingkat ekonomi yang lebih rendah dan yang memiliki modal kapital yang cukup akhirnya melanggengkan hal tersebut sebagai sebuah kebiasaannya untuk mempermudah apa yang di inginkannya.

Pengalaman pertama saya terjadi ketika saya bekerja di sebuah perusahaan dan membawahi hampir 20 orang pegawai dasar yang mempunyai gaji jauh dibawah apa yang saya dapat tiap bulannya, kemudian dalam proses mempermudah pekerjaan membawahi orang tersebut seringkali saya melihat ada beberapa orang yang tidak bisa disuruh atau bahkan cenderung sangat susah untuk disuruh akan tetapi ketika diberi stimulan dalam bentuk uang dia secara pribadi akan melihat orang yang memberinya sebagai salah satu variabel yang harus dihormati, bahkan kemudian itu menjadi satu kebiasaan dan atasannya pun akhirnya menyerah dan melihat hal itu sebagai salah satu jalan keluar mendapatkan pujian dan stigma yang positif.

Beberapa bulan kemarin pun sistem ini terlihat lebih nyata dan menjadi pengalaman menari tersendiri yang harus saya hadapi, menjadi seorang pendamping masyarakat dan melihat bagaimana sebuah kepemimpinan harus rusak karena sistem desa yang berjalan atas nama sistem keuangan dan apalagi diperburuk dengan model pemenangan penguasa yang rawan dengan money politic, Bahkan ketika orang yang mereka kagumi tersebut melakukan sebuah kesalahan mereka dengan tegas akan membela dengan dalih yang dipercayainya.

Ketika mendapatkan bantuan yang nilainya termasuk kecil bagi diri saya pribadi pun terlihat banyak sifat manusia yang berubah dan terkadang melupakan komitmen awal yang dipunyainya dan juga cenderung menjadi lebih liar padahal secara status mereka adalah orang kecil yang diklaim sebagai salah satu masyarakat yang tidak merasakan dampak dari sebuah sistem pemerintahan, akan tetapi ketika mendapatkan bantuan mereka terdorong untuk menyalahgunakan bantuan dengan dalih kemiskinan yang mereka punya, lebih ironis dan menyedihkan melihat fakta tersebut didepan mata.

Uang biasa merubah manusia dan uang pun dapat digunakan untuk meraih kekuasaan bahkan pula untuk terus berkuasa, Uang pun dapat merubah sifat manusia dalam tingkatan kemiskinan apapun termasuk yang paling miskin dengan tingkat keluguan dan kecerdasan yang pada awalnya tidak diprediksi akan mempunyai kemampuan untuk melakukan hal diluar kelaziman tersebut.

Iklan


Kategori:life

Tag:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: