Skiptrace dan Jacky Chan yang sudah mulai menua

skiptrace

Source: variety.com

Jacky Chan tidak diragukan lagi adalah sebuah fenomena dalam dunia perfilman tidak hanya di Cina negara kelahirannya bahkan sudah sangat mendunia, termasuk Indonesia. Sejak kecil kecil kisah Police Story nya mewarnai layar kaca atau juga si Drunken Master yang mumpuni, kelihaiannya memainkan jurus bela diri dengan banyak variabel pendukungnya mulai dari bangku, meja, tiang sampai dengan adegan berbahaya yang dilakukannya sendiri tanpa pemeran pengganti, akan tetapi untuk film yang ini sepertinya jauh dari ekspektasi sebagai penggemarnya.

Kenapa saya sebut demikian karena film terbarunya ini bagi saya jauh sekali dari harapan, mulai dari adegannya yang lamban sekali, cerita yang buruk terkesan hanya menyambung-nyambungkan dan kisah petualangannya dengan partner barunya terkesan tidak mendalam seperti yang dahulu dilakukannya di Rush Hour dengan Chris Tucker atau briliannya dia berpasangan dengan Owen Wilson di Shanghai Noon, yang akhirnya ketika dia berpasangan dengan John Knoxville di Skiptrace ini terkesan kurang bertaji.

Film Skiptrace kalau saya melihat secara garis besar gabungan model cerita Police Story dengan Rush Hour atau Shanghai Noon, tentang Bennie (Jacky Chan) yang partner terbaiknya yang meninggal karena dijebak oleh penjahat dan ketika melakukan tugasnya ternyata kepala polisinya berkomplot dengan mafianya dan untuk membuktikan semua analisisnya dia akhirnya diberi cuti oleh kantor dan malah digunakan untuk menyelidiki kasusnya yang akhirnya membuatnya bertemu dengan Connnor (John Knoxville)

Untuk aksinya sebenarnya gak perlu diragukan lagi, pasti bakal banyak adegan perkelahian dan menggunakan banyak variabel mulai tiang, kerdus, tong sampah, rantai dan lain sebagainya yang kamu lihat sendiri di filmnya, juga adegan berbahaya bergelantungan di tali dengan dibawahnya jurang, adegan naik rakit dialur yang deras, semua ketegangan itu akan tetap kita temui di filmnya seorang Jacky Chan, akan tetapi ya seperti yang saya jelaskan. Banyak missnya apalagi aksi Jacky Chan yang sudah tidak terlalu cepat lagi seperti di waktu mudanya, termasuk ceritanya sudah termasuk sangat umum bagi penikmat filmnya sejak awal, saya merindukan aksinya dikisah yang berbeda seperti di Chinese Zodiac atau Dragon Blade yang pernah saya bahas juga.

Tapi film ini tetap menarik untuk ditonton, yang mencuri perhatian bagi saya adalah keputusan cerita film ini untuk mengelilingi seluruh daratan China-Eropa dimulai dari Rusia, Mongolio dan China dan memotret banyak kejadian unik di negara negara tersebut termasuk dengan tradisi mandi lumpur di Cina ketika musim panen tiba dan budaya untuk melakukan sebuah nyanyian untuk melewati sebuah jalan, kita juga akan diberikan pemandangan Gurun Gobi yang luar biasa, wilayah Mongolia yang sangat indah dan termasuk budayanya,  itu adalah hal-hal unik yang sangat saya nikmati ketika melihat film ini,

Selamat menonton ya, film ini akan rilis 2 September di Amerika mungkin di Asia sudah duluan di bulan agustus ini

 

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: