Ketika mendebat Harry Potter bagusan bukunya atau filmnya?

Membicarakan Harry Potter memang tidak ada habisnya, bukunya menjadi best seller seluruh dunia, filmnya merajai box office dan tidak ketinggalan penulis bukunya menjadi milyarder atau pemain filmnya yang dari kecil sampai dewasa tenar karena film ini, sebagai sebuah hiburan mereka sangat berhasil dari semua sisi akan tetapi ada satu hal yang mengganjal bagi saya sebagai pecinta sekuel cerita ini tentu saja saya yakin banyak yang berpikiran sama, bagusan mana sih menurut penggemar ? bukunya atau filmnya?

Mengapa saya tertarik pengen bahas? itu karena tadi pas nyari linknya para blogger terkaya di dunia saya lihat blognya si Pete Cashmore, di blognya yang bernama mashable itu sempat muncul headline tentang mana yang lebih baik dari cerita Harry Potter, filmnya atau bukunya? artikelnya tersebut berjudul “Are the ‘Harry Potter’ films better than the books? A passionate and magical debate “

Saya sebetulnya baru saja kecewa dengan filmnya ketika selesai membaca buku Harry Potter and Goblet of Fire, agak telat memang membacanya sudah 10 tahun yang lalu sejak menyukai bukunya dan seri ini barusan saya baca secara langsung ketika bulan lalu juga akhirnya telat baca bukunya yang Harry Potter and The Prisoner of Azkaban, dan di dua buku yang terakhir saya baca hasilnya kecewa banget banyak isi dari buku yang tidak muncul di filmnya.

Akhirnya saya mencoba membangun asumsi yang menuangkan utuh pendapat saya tentang Harry Potter baik buku dan filmnya. Saya mencintai habis-habisan karya ini, dunia khayal yang luar biasa dan efek penasarannya benar-benar membuat saya pernah membayangkan Harry Potter bagaimana hidupnya dibawah tangga ketika membaca buku pertama.

Di buku pertama dan kedua saya terus terang lebih suka versi filmnya, kenapa ? karena ceritanya masih dasar banget dan belum terlalu rumit serta mungkin isi novelnya tidak tebal-tebal banget karena sejak buku ketiga memang makin tebal apalagi buku terakhir. Bedanya ketika di buku kelima sampai buku terakhir, saya suka keduanya baik film ataupun bukunya karena informasi dari buku cukup digambarkan secara lengkap di filmnya

Tapi problemnya adalah di buku 3 dan 4, yang baru saya baca kemarin itu dan kecewa banget kenapa banyak adegan gak utuh seperti bukunya, seperti kejadian di Piala Quiditch, terus peri rumah winky yang menjadi penolong Barty Crouch nonton piala dunia, atau ada juga Hermione yang menjadi pembela kaum peri rumah, dan yang paling mengecewakan kenapa persembunyian Sirius tidak digambarkan padahal itu dekat sama Hogwarts

Tidak mengecewakan sih penggambarannya difilm, tapi informasinya terlalu banyak kelewatan dibuku 3 dan itu, mengingat itu buku tengah tentu saja banyak informasi penting yang tidak tersampaikan dan mungkin itu enaknya menjadi sutradara film ini penonton sudah lebih dulu tahu alurnya sehingga merasa gak perlu repot menceritakannya dengan detil, tapi ya gitu untuk penonton yang detil kayak saya pasti kecewa juga.

Kesimpulannya, lebih bagus bukunya kok, detilnya buat kita pengen ngebayangin gimana bentuk penggambarannya, dan lebih tepat jalan ceritanya, gak sabar untuk nunggu film lain dari JK Rowling yang berhubungan sama Harry Potter berjudul Fantastic Beasts and Where to Find Them

Kamu gimana?

Iklan


Kategori:book

Tag:, , , ,

2 replies

  1. Lebih suka bukunya juga…. gambaran veritanya lebih hebat jika kita berimajinasi sendiri hihihi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: