The Green Mile : film tentang para terpidana mati diakhir hidupnya

Film ini adalah film lama sekitar tahun 1999, salah satu film drama penjara yang cukup baik kalau sepanjang yang pernah saya tonton, tentu saja yang paling bagus adalah film Shawshank Redemption, kenapa saya nonton ? karena saya penyuka drama ketika Tom Hanks main sebagai pemeran utamanya, dan kali ini dia berperan sebagai Paul Edgecomb, salah seorang petugas dari sebuah penjara yang bernama Green Mile, salah satu pusat penjaranya terpidana hukuman mati di masa perang dunia ke-2.

343802-the-green-mile

Dalam film ini digambarkan jelas bagaimana proses kehidupan didalam sel penjara para terpidana mati, yang hidup dipenjara untuk menunggu eksekusi mati sesuai perintah pengadilan, ada yang lama menunggu ada juga yang cepat banget baru berapa lama disitu sudah diputuskan langsung dihukum mati, dan hukuman mati kala itu adalah duduk di kursi listrik, kalau saya ngelihatnya ini lebih kejam dari penembakan dengan regu tembak di Pulau Nusakambangan yang terjadi saat saya menulis artikel ini.

Kejadian dalam penjara itupun aneh-aneh banget, ada seorang narapidana yang merasa sangat kesepian sehingga sangat mencintai seekor tikus dalam keseharian menjalani hidupnya dipenjara, Paul Edgecomb adalah seorang petugas penjara yang sangat akrab dengan semua narapidana dan mengerti semua kegelisahan yang dihadapi dan mengurus mereka dengan sangat manusiawi, termasuk mengerti mengapa seorang terpidana menyayangi tikus bahkan turut tertawa-tawa melihat tingkah laku narapidana tersebut dengan tikus peliharaannya.

Kisah unik yang lain tentu saja ada petugas sipir yang menyebalkan dan tidak memanusiakan narapidana, bermusuhan dengan hampir semua narapidana, penjaga penjara bahkan karena saking tidak sukanya dia menginjak mati tikus yang dipelihara narapidana tersebut, disaat itulah ada seorang narapidana baru yang bernama John Coffey meniupkan nyawa kembali dan tikus itu bisa hidup lagi, dengan kisah ajaib itulah film ini menemukan alurnya.

Berbagai macam kisah lain juga diceritakan mulai prosesi hukuman mati dikursi listrik, ada narapidana yang sampai kencing karena takut akan dihukum mati, kisah tentang istri sipir penjara yang disembuhkan sakitnya oleh John Coffey sang narapidana yang badannya seperti raksasa tapi hatinya lembut, bahkan Paul mencoba membantunya tapi tetap saja mentok dan akhirnya John Coffey harus dihukum mati.

Film ini sangat humanis menceritakan semua hal tentang sebuah penjara, apalagi tentang hukuman mati yang sangat seram dan bagaimana mental psikologis orang-orang yang terlibat didalamnya, baik dari rohaniawan sampai sipirnya, bahwa semua orang yang berhubungan dengan terpidana mati tetap saja dia merasa sedih akan sebuah kehilangan betapapun jahatnya mereka, dan setiap orang yang dihukum mati juga punya sisi manusiawi yang dalam. Begitu humanis, kalau yang belum pernah nonton dicari deh sangat bagus untuk pembelajaran hidup.

Selamat menonton.

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: