Review film Central Intelligence

Awalnya ketika melihat alur awal film ini saya mengira film ini bakal membawa kita pada satu pembelajaran bahwa orang yang berprestasi ketika sekolah/kuliah akan bisa dikalahkan oleh seorang yang dianggap underdog dan berubah untuk menjadi lebih baik, ini dibuktikan dengan seorang Calvin Joyner yang ketika divote pada saat kelulusan SMA nya sebagai orang yang akan sukses dengan cepat, dan ternyata tidak. Dia hanya jadi seorang akuntan yang tidak pernah naik jabatan sampai asistennya sendiri yang dipromosikan menjadi atasannya.

Central-Intelligence

Di awal film ini juga ditampilakn seorang Robbie Wierdhict, seorang anak yang gemuk dan selalu jadi bulan-bulanan ejekan teman-temannya dilemparkan di kerumunan siswa yang sedang mendengar pidato kesuksesan Calvin dengan keadaan telanjang bulat, dan secara refleks Calvin menyerahkan jaket kesayangannya untuk menutupi bagian vital Robbie, disitulah hal ini bermula. Robbie yang selalu ingat kebaikan Calvin di 20 tahun kemudian tiba-tiba menghubungi Calvin melalui facebook dan janjian ketemu.

Ketika bertemu tersebut ternyata Robbie ingin dibantu menyelesaikan permasalahan transaski keuangan kepada Calvin, mengakses sebuah situs dan secara tidak sengaja Robbie menumpahkan minuman keras ke laptop Calvin saking kagetnya melihat transaksi tersebut dan ternyata besoknya Calvin didatangi oleh Agen CIA yang mengatakan kalo Robbie adalah agen yang berbahaya.

Saya selalu suka film-film Dwayne Johnson baik yang drama, action maupun komedi, dan di film ini entah mengapa terkesan nanggung aja antara mau comedy atau mau action dan pemilihan judul filmnya pun terkesan gak tepat, gak ada hubungannya SMA Central tempat mereka bersekolah dengan aksi intelligence yang dilakukan oleh Calvin dan Robbie lakukan sama sekali tidak beralasan, dan kalau dibilang Dwayne Johnson berkomedi sangat baik ketika film The Game Plan, dramanya dapat comedinya apalagi, tapi kalau untuk ini semua lininya nanggung.

Dan yang mengecewakannya lagi mengapa ada pemilihan siswa diramalkan cepat sukses diawal film, tidak ada koneksi antara hal tersebut dengan alur film setelah 20 tahun mereka, dan harapan saya di awal film itu selesai begitu saja ketika sudah masuk ketengah film, tetap saya ikuti sampai akhir karena ya lumayan actionnya tapi ya gitu nanggung aja.

Film ini juga pake efek CGI kalau gak salah, si Robbie pada saat SMA, lingkar mukanya mengambil bentuk muka Dwayne Johnson, akan tetapi badan dan rambutnya pakai orang lain, entah siapa yang dipakai dalam film itu dan hanya digunakan untuk telanjang di awal film dan disaksikan banyak orang.

Film ini gak buruk, tapi juga gak bagus-bagus amat, kalau bukan Dwayne Johnson yang main mungkin film ini gak bakal ada yang ngelirik deh, menurutku sih, gak papa kalau mau nonton, sebagai hiburan aja.

Tapi ada juga pembelajaran yang menarik dari film ini, bahwa mau jadi apapun kita pada saat masih belajar itu gak akan menunjukan bagaimana kita di masa depan. Selamat menonton

 

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: