Road within, perjalanan menormalkan diri

Bagaimana kalau ada 3 orang pengidap syndrom aneh bergabung dalam satu mobil melakukan perjalanan? pasti gak kebayang kan, tapi di film yang disutradari Gren Wells ini melakukannya dan benar-benar berhasil. Vincent seorang pengidap syndrom tourette, Alex seorang yang mempunyai obsessive compulsive disorder (OCD) dan Marie gadis yang merasa dirinya gemuk dan tidak mau makan, gimana bentuk perjalanannya ya?

maxresdefault

Syidrom tourrete adalah orang yang suka memaki apa saja yang dipikirkannya tentang suatu hal, dia kaget lihat payudara langsung saja otomatis bilang “Boobss” atau ngelihat orang arab dan dia gak suka maka otomatis saja bilang “fucking arab…” dan perilaku menahan makiannya itu bisa membuat dirinya kejang sendiri, OCD beda lagi dia sukanya bersih-bersih, cemas akan suatu hal yang kotor, menyetir mobil dan nginjak lubang otomatis berhenti karena dia berpikir abis ngelindes bayi atau ibu hamil, dan syndromnya Marie ini saya gak ngerti apa namanya tapi kalau tidak salah bintang cantik kesukaan saya si Keira Knightly pernah digosipkan mengidap syndrom ini karena badannya sudah kelihata tulang belakangnya tapi masih merasa dia gemuk, eh tapi semua cewek bukannya gitu ya? hehe

Kebayang kan kalau sudah ngerti itu syndrom bagaimana mereka dalam satu mobil melakukan perjalanan, Alex gak bisa duduk di kursi yang kotor lah, ketika dia nyetir setiap nginjak kubangan harus berhentilah, setiap menit setirnya dilap terus sama tisu basah, Vincent yang hampir tiap menit memaki, dan sampe kejang-kejang nahan makiannya bahkan ketika mereka harus kabur dan posisinya Vincent yang nyetir tiba-tiba dia kejang dan hampir nabrak pohonlah, dan sepanjang perjalanan Marie tidak pernah makan. sadis gak tuh ide ceritanya.

Perjalanan mereka yang tidak disengaja itu akhirnya mengantarkan mereka untuk menormalkan diri masing-masing, rbermula ketika Marie mencuri kunci mobil kepala pusat  gangguan kejiwaan dan mengajak Vincent kabur, dan dengan secara tidak sengaja Alex ikut karena kaset kesukaannya di curi oleh Vincent sebelum kabur, jadilah perjalanan yang pelan-pelan mengantarkan mereka untuk saling menerima kondisi masing-masing dan hanya saling menertawakan kekonyolan mereka masing-masing, bahkan dalam satu momen bahkan mereka bisa melupakan syndrom mereka sendiri.

Film ini mengajarkan banyak hal, Vincent yang diabaikan keluaraganya karena penyakitnya, apalagi setelah ibunya meninggal dan ayahnya menikah dengan perempuan lain, membuatnya banyak memaki, dan Ayahnya tidak sesabar ibunya yang mengerti bagaimana menangani kelemahan anaknya, dan perjalanan mereka yang hanya didasari oleh keinginan Vincent membuang abunya kelaut mengantarkan kita  pada satu kesimpulan, bahwa tidak ada syindrom yang tidak bisa disembuhkan, dan perhatian keluarga untuk memahami anaknya sendirilah yang bisa membantu penyembuhan mereka, karena banyak orang tua malu mengakui anaknya punya kelemahan dan seringkali menyembunyikan anaknya dari dunia luar agar tidak ketahuan mereka punya anak yang memiliki keterbelakangan.

Film ini mengajarkan banyak hal, sekali kita melihat kita mengerti dan pasti enggan untuk beranjak dari layar sebelum filmnya usai. Good Movie !!!

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: