Review film The Rack Pack

Ini mungkin film biografi yang paling sadis endingnya, kalau kebanyakan orang dibuatkan film biografinya karena prestasinya kemudian ada titik terjatuhnya dan akhirnya bisa bangkit dan kemudian jadi pemenang, ini nggak !!, si Alex Higgins jatuh total diakhir film, kalah di permainan snooker, diceraikan istrinya dan tidak boleh dekat-dekat sama keluarganya sesuai keputusan pengadilan dan dijauhi juga oleh sesama pemain snooker yang dulunya sangat memuja dirinya. Gak enak banget.

rack-pack-luke-treadaway-CULTURE-large_trans++eo_i_u9APj8RuoebjoAHt0k9u7HhRJvuo-ZLenGRumA

Film ini bercerita tentang Alek Higgins, seorang pemain snooker profesional, kalau yang tidak tahu snooker apa, itu adalah sejenis biliard akan tetapi warna bolanya berbeda dengan dengan billiard dan aturan poinnya juga berbeda. Dia adalah juara dunia di taun 1972 dan 1982, juga pernah menang UK Championship di tahun 1983 dan Turnamen Master tahun 1977 dan 1981.

Musuhnya juara dan orang sukses ternyata dimana-mana sama semua, mulai tenar sejak kemenangannya di tahun 1972, mulai sombong dan arogan didukung pula dengan sangat pintar bergaul dan disukai oleh siapa saja membuatnya kebablasan, kecanduan minuman keras, narkoba sampai wanita, sejak menang di tahun 72 dia sebenarnya sudah sering kalah akan tetapi kepercayaan dirinya masih tinggi dan bisa merebutnya di tahun 82, akan tetapi sepertinya arogansinya yang tinggi mulai menimbulkan antipati dimana-mana termasuk Barry Hearn dan akhirnya mulai menemukan dan menciptakan penantangnya. si Steve Davis

***

Film ini benar-benar mengajarkan bagaimana kejatuhan seseorang dimulai dari perilakunya untuk menghancurkan dirinya sendiri, bahkan ego yang terlalu besar tidak digunakan untuk mencapai kemenangan yang besar pula tapi dipakai untuk minum minuman keras, narkoba dan perempuan.

Ada dua watak yang ditonjolkan dalam film ini, yaitu Steve Davies dan Alex Higgins, dimana Steve Davies yang dimanajeri oleh Barry Hearn lebih tertata emosinya dan kekalahan atas satu pertandingan bukan membuatnya stres tapi dijadikan batu sandungan yang akhirnya mengantarkan dia sebagai pemenang 6 kali juara dunia Snooker, dan Alex Higgins tidaklah seperti itu, kalah dan merasa paling jago membuatnya tidak pernah belajar pada kekalahan, dan akhirnya diapun harus mengemis pada Barry Hearn agar mau memanajerinya,

Pelajaran lain adalah ketika Alex Higgins jatuh dalam titik terdalam sebenarnya dia pernah bangkit dan akhirnya kembali bisa menang di tahun 1981 karena keluarganya sampai anak dan istrinya dibawa ke tengah panggung dan memegang piala kemenangannya , akan tetapi ketika dia menang tersebut tenggelam lagi sama kebiasaan lamanya dan akhirnya dicerai oleh istrinya. setelah itu dia hancur lebur akan tetapi tetap main sampai tahun 1990 dan tetap kalah juga, Tragis banget.

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: