Film Koala Kumal dan Patah Hati

Akhirnya bisa juga nonton film ini, setelah mengikuti langsung proses pembuatan filmnya melalui vlog, dan karena itu pula jadi keranjingan juga nonton vlognya Raditya Dika yang sempat saya bahas juga di blog ini dalam  artikel (bisa dilihat disini dan Radit pun pernah ngeshare di page fbnya) pertama kali kata yang keluar setelah berada diluar bioskop adalah “Ini film terbaiknya Radit ” dan film ini keterlaluan gak masuk nominasi film Indonesia terbaik tahun ini.

Koala-Kumal-1

Komentar itu tidak serta merta muncul, sebagai penikmat filmnya Raditya Dika dan sosoknya juga pernah juga jadi alasan untuk mendekati seorang cewek, maka rentetan karyanya pun pernah saya lihat baik buku dan film. Untuk film sendiri sebelum ada film Koala Kumal saya paling suka Manusia Setengah Salmon dan Cinta Dalam Kardus, yang lain tidak jelek tapi juga tidak terlalu istimewa.

Kenapa film Koala Kumal akhirnya menjadi yang paling istimewa, saya membagi pendapat saya dalam beberapa bagian.

Opening dan Ending yang tidak terduga

Saya gak nyangka banget adegan Jessica Milla dan Kevin Julio itu dijadikan opening dengan efek slow motion dan narasi yang oke banget, bahkan saking pintarnya saya baru sadar kalau trailernya pun ternyata itu isinya hampir semua opening film dan belum masuk ke cerita yang utuh, dan saya selalu berpendapat sebuah film bisa dilihat bagus atau gaknya dari openingnya dan itu berhasil banget.

Endingnya pun gak biasa, kayak film Radit yang lain dan bahkan ditrailer pun gak nyinggung sama sekali dan ini termasuk ending yang saya sukai.

Lucu yang pas 

Sejak awal film ini memang penuh dengan lucu yang maksimal, jenis lucunya pun gak ketebak bakal dimana punchlinenya, dan lucunya Yudha Keling, kata-kata Annisa Azizah ke ibunya Dika , dan mama minta pulsanya Sherryl itu juara banget lucunya sampai ngakak berulang-ulang ingatnya. Tapi jangan dilupain juga adegan Mamanya Dika yang ketemu Sheryl dan bilang “oh jadi ini orangnya” dan Sheryl yang licik menjawab “Iya, saya orangnya” luar biasa punchline yang gak ketebak apalagi ketika Sheryl ngomong dibelakang ketika tanganya berpegangan dengan Dika “Habis ini tanganmu gue bakar”, gak bakal habis kalau ngomongin lucunya.

Content yang berbobot

Ada dua bagian yang paling berbobot di cerita film ini menurutku, ide tukaran videonya Sheryl sama Adipati itu bagiku luar biasa, sambil nonton saya geleng-geleng luar biasa ide hubungan dua orang manusia yang mengikatkan diri dengan cara yang tidak biasa, kok kepikir gitu.. Salut banget.

Munculnya Anggika Bolsterli dalam film ini juga sangat istimewa, seakan menyindir dan menggoda sekaligus, momen munculnya pun pas dan ditempat yang tidak biasa bahkan dengan model perjumpaan yang sangat tidak biasa. Ini ide penceritaan yang maksimal banget.

Akting pemain yang sangat maksimal

Saya bisa bilang dalam film ini tidak ada yang berakting jelek, luar biasa semua muncul dengan khasnya masing-masing serta dengan pemilihan peran yang cocok, dan kalau itu terjadi sama Nino Fernandes atau Acha itu biasa, tapi ini semua pemain baru baik Yuotubers, Stand Up Comedian itu aktingnya sangat alami dan kredit terbaik tentu saja buat Sheryl Shefinafia, mungkin dia yang paling terbaik aktingnya diantara semuanya, sangat mengalir dan terkesan itu memang kesehariannya dia, dan untuk ukuran pemain yang baru main film sebagai pemeran utama Sheryl sangat berhasil, sangat ditunggu film berikutnya ya.

Btw, Pame di film ini memang mirip banget Gollum ya. 😀

Adegan yang kurang tapi tidak mengganggu

Tapi tentu saja saya harus fair berpendapat kalau film ini punya isi yang menurut saya pribadi gak pas, yaitu ada satu adegan EAA MOMENT dan satu adegan yang kurang DETIL, yaitu pada adegan di Cafe ketika Pao Pao dan Dika ketemu, di adegan slow motionnya itu luar biasa narasi dan nada pembukanya, tapi ketika beneran ketemu dan muncul Sherryl entah kenapa saya ngerasa kurang pas aja gitu, kayak EAAA tapi memang gak masalah dan ganggu keseluruhan film

Adegan lain itu adalah ketika memakai kostum Harry Potter itu, ketika Anggika dan Dika ketemu dan ada dua orang yang lagi adegan saling bertempur dengan ngeluarin mantra sihir kayak Expelliarmus, Avada Kedavra dan Senctumsempra. Saya ngerasa efek dari mantra Expelliarmus di film Harpot yang saya tonton itu semuanya adalah senjatanya kelempar bukan orangnya yang terjatuh, tapi sekali lagi ini gak mengganggu film.

***

Semua orang punya patah hati terhebatnya, entah itu ketika yang dicintainya melakukan perselingkuhan, kebosanan yang dirasakan oleh satu orang dan mungkin juga ketika orang tua kekasihnya tidak menyetujui, dan film ini bercerita tentang hal itu semua dan menyindir kita sambil tertawa.

Banyak orang yang ketika mengalami patah hati yang dirasakannya adalah trauma atau kemarahan kenapa hal itu bisa terjadi dan kesemua hal itu berujung pada satu hal, hambarnya hubungan percintaan selanjutnya ketika kita belum bisa berdamai dengan masa lalu.

“Memaafkan untuk melupakan” kata seseorang yang pernah menjadi patah hati terhebat saya ketika kami bertemu lagi dimasa yang lalu dan merasakan seperti apa yang dirasakan Koala yang melihat hutannya ditebangi seperti cerita film ini.

Tapi hidup harus terus berjalan karena takdir akan selalu mempertemukan kita dengan orang yang tepat, mungkin bukan sekarang tetapi nanti disaat yang tepat tapi berdamai dengan masa lalu akan selalu membuat kita melangkah maju dan melihat ke belakang sebagai seorang sahabat baik yang akan kita akan selalu kenang dengan senyuman.

Terima kasih film Koala Kumal.

IMG-20160710-WA0010

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , , , , , ,

2 replies

Trackbacks

  1. Telat nonton film Single garapannya Raditya Dika – Komentarin.com
  2. Telat nonton film Single garapannya Raditya Dika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: