Gandhi The Man, mengubah dirinya untuk dunia

gandhi

Tidak ada yang istimewa dari seorang Mahatma Gandhi di masa kecilnya, seorang yang pemalu, tidak punya bakat yang luar biasa bahkan lulus sekolah pun dengan status murid yang kurang dari rata-rata, tapi perjalanan hidupnya lah yang kemudian mengubahnya menjadi seorang yang dikenal seperti saat ini. Gandhi memang lahir untuk dirinya tapi mengubah dirinya yang dewasa untuk baktinya pada dunia.

Perjalanan Gandhi ke London atas bantuan pamannya yang mengusulkannya untuk sekolah hukum, meninggalkan istrinya yang dinikahi pada umur 13 tahun pun belum bisa mengubah sifat pemalunya, menjadi manusia penakut yang berbulan-bulan sembunyi ditempat tinggalnya tanpa berani sedikitpun untuk bersosialisasi. Pun begitu setelah kelulusannya, menjadi pengacara kelas kacang dan melarikan diri di kasus pertama yang ditanganinya membuat Gandhi putus asa.

Tugas ke Afrika Selatan akhirnya menyelamatkan sekaligus tonggak sejarah balik hidupnya, tersadar bahwa selama ini terjebak dalam argumen hukum kosong dan mayoritas yang dilakukan oleh para pengacara, dan akhirnya merubah pendekatan menangani kasusnya dan akhirnya berbuah hasil kemenangan pertamanya dan sampai pada kesimpulan mendasarnya sebagai manusia yang berubah ” Saya telah belajar prakktek hukum yang sebenarnya. Saya telah belajar menemukan sisi terbaik dari sifat manusia dan memasuki hati orang-orang. Saya menyadari bahwa fungsi pengacara adalah mempersatukan pihak-pihak yang terpecah belah”

Cita-cita untuk memberikan rasa persatuan dan pelayanan pamrih itupun akhirnya mengubah Gandhi dan seperti yang kita kenal sampai saat ini.

****

Buku Gandhi The Man yang dikarang oleh Eknath Easwaran ini memberikan jelas pandangan hidup seorang Gandhi dari sudut dekat, sebagai orang yang mengikuti pemikiran Gandhi sejak membaca pemikirannya di kolom mingguan Young India dan sebagai orang yang mengalami langsung gejolak pada masa itu serta melihat langsung The Salt March yang legendaris itu membuat buku ini sangat layak dibaca dan bisa masuk dalam sisi otobiografi seorang Mahatma Gandhi

Buku ini juga menjelaskan secara rinci tentang bagaimana Ahimsa, Satyagraha, Swadesi dan Hartal. Memang harus diakui bahwa buku ini seperti sangat menonjolkan Nirkekerasan yang banyak termaktub dalam Ahimsa akan tetapi penuturannya yang dinamis setengah novel sejarah setengah dokumenter membuatnya tidak saling mengkerdilkan penjelasannya.

Setelah membaca buku ini kita akan paham bahwa mengapa India itu sering diidentikan dengan Gandhi, dan Gandhi itu adalah india.

Gandhi dalam menjalankan aksi-aksi perlawanan selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan sebagai basis dasar gerakannya. Ajaran-ajaran Gandhi mengalir bersama kebersamaannya dalam kehidupan sosial rakyat India. Pokok-pokok pikiran Gandhi terangkum dalam satu rentang sejarah dan riwayat hidupnya di tengah perjuangan rakyat India

Selamat Membaca.

Iklan


Kategori:book

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: