Perjuangan, penjajahan dan harga diri di film Warcraft

Melihat film warcraft semalam membuat saya berpikir satu hal, bahwa kisah penjajahan yang dilakukan suatu bangsa pada bangsa lain tidak selalu disetujui oleh keseluruhan bangsa yang menjajah, banyak yang meragukan tujuan penjajahan itu sendiri, lihat saja banyak literatur-literatur bahwa bangsa Belanda tidak seluruhnya setuju penjajahan di Indonesia dahulu, atau banyak juga bangsa Yahudi yang mendukung kemerdekaan Palestina secara utuh di jalur Gaza, itulah pelajaran yang diambil dari renungan Durothan kepala suku forstwolf salah satu klan dalam orc.

horde-alliance-warcraft-film

Film ini bermula ketika Guldan yang dijadikan pemimpin oleh para bangsa Orc, kekuatan sihir yang dimilikinya membuat hampir semua orang takut hingga Guldan akhirnya membuat gerbang teleportasi yang membawa mereka ke dunia manusia. Disinilah awalnya, pertarungan antara manusia dan orc itu dan kerajaan manusia adalah Azeroth yang dipimpin oleh Llane dan mempunyai panglima perang yang bernama Lothar. Keberhasilan Lothar membawa pulang seorang orc bernama Garona dan dibantu oleh guardian yang bernama Medivh  dan seorang penyihir muda bernama Khadgar akhirnya membuka tabir semua perjalanan film ini.

Setiap bangsa punya identitas tersendiri, baik itu manusia dan orc itu sendiri, dalam bangsa orc pertarungan adalah hal yang suci, ketika ada tantangan duel tidak boleh dilakukan secara curang dan yang menang pasti dihormati dari bangsa manapun itu. Hal itu terlihat ketika Guldan mampu mengalahkan Durothan yang menantangnya tapi bukan dengan berduel tangan kosong, Guldan menggunakan sihir untuk mengalahkan Durothan, kepercayaan orc pada Guldan pun meluntur walaupun akhirnya tetap kalah ketika Guldan menyuruh mereka dengan bantuan sihir fel.

Begitupun ketika Blackhand salah seorang kepala suku orc dan tangan kanan Guldan menantang Lothar berduel yang akhirnya dimenangkan Lothar dengan sangat mudah (dalam dua kali serangan saja) semua orc mengagumi dan menghormati kemenangan itu.

Hal ini menunjukan pada kita bahwa tidak semua penjajahan itu disetujui oleh semua bangsa yang menjajah, seperti Orc yang salah satu kepala sukunya berencana berkoalisi dengan manusia untuk meruntuhkan kekuasaan Guldan dan manusia juga begitu, ketika Medivh ternyata yang membantu Guldan untuk membuka gerbang teleport kegelapan. Bangsa Indonesia ketika merdeka pun begitu dimana seoranga AL Jepangan yang bernama Laksamana Maeda sangat sepaham dengan tujuan kemerdakaan RI, dia adalah Durothan di Klan Jepang

Hal lain lagi yang bisa kita simpulkan adalah bagaimana setiap bangsa mempunyai entitas tersendiri untuk harga diri mereka masing-masing, termasuk orc bangsa yang primitif itu sendiri, menghargai kemenangan setiap orang yang berduel dengan cara-cara tradisi mereka. Bagaimana dengan manusia? tentu saja lebih banyak entitas harga diri dalam setiap diri manusia. Hanya saja ya begitulah

Selamat menonton, film ini bagus banget makanya gak heran imdb kasih rating 9.0 awesome !!!

 

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , , ,

2 replies

  1. Memang filem ini bagusbagus mas. Tapi banyak dari pecinta game yang diangkat ke layar lebar ini sedikit kecewa. Alasannya yah di game yang sampe sekarang legend ini dan masih dimainkan itu memiliki banyak char atau karakter yang keren. Oke memang harapanya untuk jadijadi sekuel emang ada karna lothar naik jadi raja tapi di bangsa manusia dan orc sendiri ada karakter yang gak di angkat atu di hidupkan. Contohnya kerdel “sniper” seorang hero manusia menggunakan senjata jarak jauh untuk bertempur, setidaknya ada sedikit kek yg mirip. Film ini agak menyimpang dari gamenya tapi yah dinikmati aja.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: