Cinta adalah banyak tentang kehilangan

gambar-dp-bbm-kata-kecewa-kehilangan-cinta1

Ecobar 365 Kemang sepi pengunjung saat mereka sampai, ada beberapa musisi yang lagi manggung didalam dengan suara yang memekakan telinga. Mereka datang bukan pengen nonton itu, Oza hanya menemani Puri yang ingin menonton konser Tulus minggu depan di sebuah cafe lain di bilangan Kemang sekitar beberapa blok dari tempat mereka berada.

“Serius kamu gak pengen beli tiketnya” kata Puri menanyakan kembali kesekian kalinya kepada Oza yang sejak perjalanan mereka dari Semanggi menanyakan kepastian ikut atau gaknya dia.

“Gak bisa, Aku ada kerjaan dihari itu” kata Oza yang memang kelihatan berat juga bilang gak kepada Puri.

Bagi Oza ini adalah hal yang istimewa, sejak 2008 saat masih kuliah dikampus yang sama dia ngajak Puri jalan bareng dan satu-satunya bisa bareng itu pas nonton film kambing jantannya Raditya Dika itupun duduknya gak bisa sampingan, jaraknya beberapa kursi disamping Puri karena dia duduk bersama pacarnya. Tapi hari ini disaat kesempatan itu datang dia benar-benar tidak bisa ikut, kesibukannya untuk mengelola beberapa dokumen pengadaan membuatnya terpaksa harus tetap masuk kantor walaupun itu di hari libur.

“Emang bener gak bisa ditinggal gitu” tanya Puri lagi-lagi menanyakan hal yang sama
“Gak bisa, ini tanggung jawabnya di aku semua ” jawab Oza yang juga tetap dengan mimik kecewa yang sama
“Walaupun buat aku gitu? apa sih yang gak buat aku” Puri masih mencoba merayu tapi tetap saja Oza tidak berdaya walaupun nadanya ingin banget.

Mereka melanjutkan perjalanan lagi, sesuai dengan rencana mereka mau nonton sebuah film di sebuah mall dekat Kemang, sampai malam mereka nonton dan Puti menyempatkan membeli sebuah kue ulang tahun untuk ibunya yang kebetulan ulang tahun esok harinya.

Perjalanan itu adalah hal yang terindah bagi Oza, setelah perjalanan pertama yang berbeda motor mereka mengitari jalan dari Kota Kasablanka, melewati pasar Gembrong dan tembus di BKT dan melewati kuburan didepan kampus Trisakti Transportasi dan untuk pertama kalinya mengetahui rumah Puri sejak berkenalan dan beberapa kali ngobrol

Bagi Oza dua malam itu yang terindah.

****

Oza menatap nanar layar handphonenya, menunggu kabar dari Puri yang sejak dua hari kemarin berlibur ke Malang bersama dengan teman-temannya. entah kenapa diceritakan ketemu dengan mantannya di sebuah cafe di Malang intensitas chat mereka semakin berkurang. Walaupun kurang intensnya mereka komunikasi dibayar lunas oleh Puri dengan mengirimkan foto-fotonya yang lagi narsis disebuah kamar kost teman akrabnya. tapi hari ini. Semua kembali beku sejak kedatangan masa lalunya.

“Aku baru sampai di kereta”

Bbm Puri tiba-tiba masuk membuyarkan pikiran Oza, membalas dengan sukacita, walaupun sebentuk kabar itu terdengar kaku tapi cukuplah untuk menuntaskan rasa rindu

“Aku mungkin masih lemah ” kata Puri dalam bbmnya.
“Aku pikir aku bakal kuat menghadapi kenyataan kalau mantanku sudah jadi milik orang lain”
“Tapi aku mikir lagi sepertinya aku belum kuat untuk ngadepinnya, aku lemah ”
Berturut-turut kata-kata bbm Puri yang masuk mulai menyeruak rasa nyeri di dada Oza, kata adalah tumpukan makna-makna yang entah tersembunyi atau tidak pelan-pelan akan menampakan artinya sendiri dan membacanya Oza hanya diam menunggu kata selanjutnya yang mungkin menjadi pamungkas dari arti kata-kata tadi

“Aku minta maaf ya, minta tolong juga foto yang aku kirim semalam dihapus ya, aku lagi galau sampai ngirim foto kayak gitu “

Akhirnya muncul juga, pikir Oza yang cuma diam yang akhirnya cuma bisa menjawab iya dan mengirimkan foto screen capture hasil delete foto kiriman Puri semalam dan hanya bisa kembali mengirim emticon senyum. Heningnya malam dan embusan angin kereta yang membawa Puri ke Solo akhirnya menjadi batas rindu-rindu sejenak yang pernah tercipta diantara mereka.

****

Timeline twitter bergerak cepat dengan celotehan-celotehan yang tak tentu arah, sampai mata Oza melihat mention-mentionan yang kembali menguak luka lama tapi dengan cepat diredamnya. Puri seperti sudah bahagia, kehilangannya yang dulu karena kisah masa lalunya sepertinya sudah hilang oleh munculnya orang baru, Oza hanya bisa tersenyum

Cinta adalah kadang tentang kehilangan, entah mungkin yang terjadi terus menerus ataupun hanya sekali tapi itu tetaplah cinta.

Dari kehilangan kita belajar, dari kehilangan kita memberi arti, bahwa hidup dengan memberikan kehilangan bagi orang lain itu sama perihnya ketika kita kehilangan hal yang sama.

Tapi satu hal yang pasti, Jika kehilangan itu bukan tentang oksigen yang membuat kamu hidup maka kamu pasti bisa hidup tanpa kehilangan itu.

Iklan


Kategori:cerpen

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: