Kesalahan fatal non pendukung Ahok

Dalam beberapa hari belakangan pemberitaan tentang Ahok semakin tajam aja, apalagi ditambah dengan kondisi founder Teman Ahok yang dilarang masuk singapura karena dicurigai akan melakukan aktivitas politik, walaupun ini memang bukan dicurigai saja harusnya karena poster acaranya jelas adalah acara Teman Ahok sekaligus food festival yang hal ini sesuai dengan press release KBRI Singapura. Pemberitaan ini seperti melumpuhkan gerakan mereka, apalagi pernyataan twitter akun mereka yang mengancam akan mengerahkan masa di kedutaan Singapura, gerakan mereka sedikit melemah

CkLrzaXVAAAx6mH.jpg large

Tapi dalam dua hari ini mereka rebound lagi dengan fitnah akun facebook Zeng Wei Jian (akun facebooknya saya gak bisa buka, katanya sudah hilang linknya). Saya bukan pengen bahas Ahoknya tapi sepertinya ada kesalahan fatal yang dilakukan oleh orang-orang yang gak suka Ahok menjadi gubernur lagi.

Kalau dibilang kesalahan fatal, saya bisa bilang dua hal kesalahan fatal yang dilakukan akan tetapi merujuk pada satu ritme yang sama bahwa yang tidak mendukung Ahok ketinggalan satu langkah dibelakang sehingga kebawa arus permainan. Mari kita bahas satu-persatu

Mayoritas vs Minoritas

Sekarang ini mendukung yang mayoritas itu menyalahi HAM loh, Pribumi vs Cina dan Islam vs Non Islam, kartu itu yang digunakan secara terus menerus oleh pendukung Ahok untuk membela, sampai muncul tagline “Biar non muslim yang penting gak korupsi” dan anehnya orang yang ramai tidak mendukung Ahok pun masih koor pada isu-isu itu dan seperti tidak bisa move on dan mengkritisi kebijakan saja bukan fokus pada hal-hal yang sara. Gak enak banget memang jadi orang mayoritas di Jakarta, ngebelain orang yang seagama nanti takut dibilang rasis, cap itu sudah duluan ada, sehingga bisa dibilang mereka sudah maju selangkah sehingga gampang mendikte

Padahal isu sumberwaras kemarin itu sudah mengena karena fakta BPK tidak bisa diabaikan begitu saja walaupun BPK dihantam kiri kanan oleh pendukung Ahok juga, akan tetapi seperti tidak konsisten pendukung non ahok pun langsung terbelah ketika Sanusi ditangkap KPK karena kasus reklamasi seharusnya tidak diarahkan langsung ke Ahok. Bukti saja belum ada

Saran untuk yang gak mendukung Ahok : Berhenti bermain dengan isu agama dan suku deh, gak akan bisa menang orang mayoritas dengan cara itu, mending fokus pada kebijakan yang diambilnya, masih banyak yang bisa dibahas mulai dari proyek-proyek yang ada, serapan anggaran, reklamasi, penggusuran dan masih banyak hal lain yang bisa diangkat, STOP bermain SARA itu bukan mencegah Ahok jadi gubernur lagi tapi memudahkan jalannya untuk menjadi DKI 1 lagi.

Menyerang Personal

Ini pada ingat kasus obor rakyat yang menyerang Jokowi pas Pilpres kemarin sih ? bagaimana Jokowi dijelek-jelekan sama satu majalah gak jelas ternyata malah naik simpati masyarakat ? Tapi setelah terpilih ternyata Pemred Obor Rakyat ini oleh Jokowi diangkat menjadi salah satu komisaris di BUMN

Sekarang bagaimana Teman Ahok yang sudah mulai terkikis simpati masyarakat karena kasus Singapura tiba-tiba rebound dan tiba-tiba Singapura dilupakan karena tuduhan oleh satu akun abal-abal yang entah siapa dan dukung siapa menuduh Amalia Ayuningtyas menggunakan Hijab sebagai strategi yang  Silent Attack on Islamic Aqidah

Cara menyerang personal dengan berita hoax semacam berita di Obor Rakyat Jokowi yang mukanya medok gitu dibilang Cina gitu dan publik banyak yang langsung terbawa arus dan ikut-ikutan, dan hal hoax gitu dengan mudah di balas hanya dengan satu artikel di website mereka lupalah kita tentang blundernya mereka ke Singapura

Yang melempar isu gak jelas siapa, dibalas kiri kanan dan akhirnya pemenangnya Teman Ahok, kita harus sadar sedang bermain di arus yang mana.

Sama kayak bulan puasa, untuk orang-orang yang tidak ingin Ahok menjadi gubernur lagi harus menahan, ditahan untuk terbawa arus permainan, harus menciptakan ritme tersendiri.

Udah segitu aja dulu, puasa 😀

Iklan


Kategori:birokrasi

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: