Gitaris yang berbicara iman

Dari banyak band tanah air saya paling suka banget dengan Sheila on 7, alasan tentang kesukaan saya pernah saya tulis disini, selayaknya orang yang suka sama suatu grup band otomatis suka banget juga sama anggotanya, saya teringat banget waktu SMA suka banget sama mereka eh di ledekin sama banyak sepupu yang kebanyakan memang suka band underground dan rock, tapi tak mengapalah buktinya selera saya oke terjawab sudah saat ini, band idola mereka semua sudah hilang ditelan bumi.

20160516_002315

Termasuk dengan penulis buku “Markas Cahaya” ini, saya awal beli bukunya pun sejujurnya karena saya fans sheila on 7 bukan tertarik dengan isi bukunya, sorry ya mas Sakti :), tapi setelah membaca bukunya yang membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk paham buku 220 halaman ini saya harus kagum perubahan drastis yang dipilih seorang Sakti dengan merubah nama menjadi Salman Al Jugjawy

Buku ini terdiri atas 5 part utama dan juga ada tambahan Wirid Al-Lathif diakhir, di part 1-4 diceritakan bagaimana perjalanan hidupnya bersama dengan Sheila on 7 termasuk dititik mana pertanyaan tujuan hidupnya mulai menggelayuti, pertemuan dan berbagai macam tanda untuk masuk dalam ruang hidayah yang lebih jauh, dan juga gak lupa bagaimana reaksi kawan-kawan ngebandnya ketika berpamitan disaat masa kejayaan mereka lagi naik.

***

Di Part kelima adalah sebenarnya inti buku ini, bagaimana Salman yang dulunya lihai menulis lagu dan nada tentang cinta antar manusia bermetamorfosa menjadi penyampai kata-kata cinta dari sang Khalik, kita akan menemukan kerenyahan yang sama untuk mengerti iman yang disampaikan Salman serupa dengan kita senang mendengar lagu “Buat Aku Tersenyum” ciptaannya ketika masih ngeband di sheila on 7.

Kita akan menemukan banyak hikmah di zaman nabi dan masa khalifah yang diceritakan disini, terkesan mengantar satu titik iman ke titik lain dengan satu contoh yang pernah ada dan terjadi sesuai dengan hadits, dan bisa dibilang semua hadits yang ada di buku ini ada daftar dalam hadist sahih yang ada, jadi tidak usah khawatir dengan kedalaman ilmu dan cara penyampaian dalam buku ini.

Orang banyak yang bilang untuk mengetahui tingkat kedalaman ilmu seseorang dapat dilihat dari caranya menjelaskan suatu hal yang rumit menjadi ringan, Insya Allah bakal kita dapatkan dari buku ini, walaupun ditulis oleh seorang mantan gitaris band ternama tidak akan berbeda dengan nilai agama yang banyak diajarkan oleh ulama.

***

Kelemahan dari buku ini cuma satu, kisah perjalanan dakwahnya tidak banyak diceritakan sehingga terkesan buku ini sangat tipis dan tidak rinci bagaimana keputusan berdkawah itu hadir, di lain waktu mungkin mas Salman menuliskan lagi kisah perjalanan dakwahnya dari mulai awal sampai bisa tidak grogi lagi, saya pernah nonton di salah satu infotainment bahwa mas Salman pertama dakwahnya itu hanya bertahan 1 menit, dan saya harapkan ada dibuku ini tapi ternyata tidak.

Selebihnya good job mas Salman, semoga istiqomah terus dengan perjalanan dakwahnya.

Iklan


Kategori:book

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: