AADC 2 : Dilema dan kisah yang belum selesai

Orang bilang setiap wanita yang akan menikah diuji kesungguhannya menjelang pernikahan dengan orang terindah di masa lalunya, entah ini mitos atau memang benar adanya tapi faktanya memang banyak yang mengalami. Begitupula Cinta ketika sudah menerima lamaran Trian ternyata si Rangga yang legendaris itu kembali dan muncul di tengah liburan reuni bersama teman-temannya.

020431800_1459167162-PP__834_of_952___Large_

Sejujurnya saya tidak menikmati film ini di 20 menit pertama, kalau saya bilang awalnya terlalu blak-blakan dan setelah saya pikir-pikir mungkin wajar sebagai sebuah film yang ditunggu kedatangannya setelah 14 tahun pembuat filmnya Riri dan Mira sulit menentukan mulai darimana menceritakannya, dan kalau saya boleh memilih awal cerita saya lebih memilih puisi Tiada New York Hari ini dan setting kota Brooklyn sebagai pembuka, sekali lagi ini menurut saya pribadi dan gak ngerti dengan orang lain, tapi kalian merasa gak sih?

Saya menikmati setting Rangga dan Brooklyn di awal-awal cerita, dan saya menikmati penuh sampai akhir adalah ketika sudah mulai berada di Jogja apalagi rentetan perjalanannya Rangga dan Cinta sembari menyindir perilaku orang yang berlibur tapi mengatakan itu travelling dan saya sepakat dengan kesimpulan mereka “This is about journey not destination”

Rangga yang saya lihat di film ini sekarang tidak berbeda dengan Rangga yang dulu, penuh dengan kejutan-kejutan, mulai dari nonton pertunjukan sampai travelling ke Gereja Ayam itu adalah sosok Rangga yang dicintai oleh Cinta, berbeda dengan cowok kebanyakan dan unpredictable, Sejak adegan Jogja sampai selesai saya enjoy banget dengan film ini dan endingnya sesuai dengan harapan saya banget, dan cerita AADC sepertinya akan benar selesai setelah ini karena tidak ada lagi pertanyaan yang tersisa.

Ini adalah film bagus dari mulai sudut pandang, pemainnya dan juga jangan lupa puisi-pusinya Aan Mansyur sampai merinding saya denger kata-katanya.

***

Banyak hal yang saya lihat dan berlalu lalang di pikiran sejak saya melihat rentetan adegan film ini kembali, dan kesimpulan saya film ini berbicara tentang dua hal, yaitu dilema seorang laki-laki serta kisah yang belum selesai dan harus dipertanyakan kembali karena sekian lama bermain dengan prasangka tentu suatu hari akan menemukan ujungnya dan membutuhkan jawaban. Saya mencatat ada 2 kisah yang belum selesai, dan 2 dilema yang diceritakan utuh dalam film berdurasi 124 menit ini.

Dua kisah yang belum selesai

Sejak film pertama saya sudah menganggap bahwa kesetiaan Cinta dan kisah hidup keluarga Rangga yang misterius adalah penerus cerita ini dan ternyata benar, bagaimana kepergian Ibu Rangga sejak dia masih kecil dan penantian berapa purnamanya Cinta ternyata dikemas apik dalam satu kisah pertemuan.

Memaafkan sebuah masa lalu adalah hal yang terumit dilakukan oleh seorang manusia, bagaimana luka-luka itu dijahit dan disembuhkan sembari dipakai untuk menjalani hari bersama kisah yang dimaafkan itu sulit, bagaimana Cinta berusaha menepis kehadiran seorang Rangga dengan jari manisnya sudah di isi oleh cincin dari orang lain, bagaimana pelukan seorang Ibu seringkali mampu meluruhkan rasa benci yang sudah tersimpan dalam ribuan detik mengutuk kepergian tanpa pamitnya, cinta manusia memang kadang sebegitu tipis temboknya dengan benci yang tersentuh satu kehadiran pasti akan runtuh juga.

Dilema seorang laki-laki

Ketidakmapanan adalah salah satu musuh seorang laki-laki pecinta, mungkin memang benar orang yang dicintainya tidak membutuhkan status itu tapi melangkah ke hal yang lebih besar harus punya jawaban pasti ketika keluarganya menanyakan “mau diberi makan pakai apa anak saya” dan terkadang laki-laki ketika menghadapi hal itu dan sadar akan kondisinya maka hasil yang dpilihnya adalah menjauh dan menekan habis rasa kehilangan untuk kebahagiaan orang yang dicintainya, Rangga memilih jalan itu dan sadar konsekuensinya dia akan dibenci.

Musuh lain seorang laki-laki adalah banyak yang merasa harus berbuat adil dan mencoba bijak walaupun hatinya hancur lebur, dan hal yang tidak ditampilkan dalam film ini adalah Trian pasti akan sadar bahwa Cinta lebih mencintai Rangga daripada Dia sehingga dengan ikhlas membiarkan Cinta pergi dan yang kemudian yang ditampilkan hanya bagian Cinta berusaha mengejar Rangga ke Bandara tapi tidak jadi karena dia hampir tabrakan.

Merasakan dua dilema itu? pasti banyak laki-laki yang pernah merasakannya, minimal salah satu yang dirasakan Trian atau Rangga, tapi saya yakin banyak juga yang merasakannya dua kali menjadi Rangga sekaligus Trian dengan perempuan yang berbeda.

***

Mengapa setelah hampir kecelakaan dan gagal menahan kepergian Rangga ke Amerika Cinta tidak langsung menyusul keesokan harinya atau minimal kalo harus buat visa dulu ya gak lama lah maksimal seminggu, kenapa harus menunggu SATU PURNAMA KEMUDIAN.. ya karena kalau yang ingat puisi Rangga di AADC 1 yang isinya begini :

ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin kamu,itu saja.

Ya, itu Saja.

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: