Surat terbuka untuk Saut Situmorang

Selamat Malam, Bapak Saut Situmorang.

Bapak memang gak kenal sama saya, tak mengapa pak saya juga tidak begitu mengenal bapak kalau sekarang tidak menjadi pimpinan KPK, tapi sebagai awalan saya ingin memperkenalkan diri dulu, nama saya Muh Hazairin, menjadi kader HMI sejak tahun 2005 dan karena saya lulus tahun 2010 maka 2 tahun kemudian di Februari 2012 maka saya bukan lagi kader tapi sudah menjadi alumni HMI.

20160408_112613

Saya Alumni HMI pak, gak pernah Korupsi, Kami mendampingi masyarakat langsung

Oh iya pak saya ingin sedikit memberitahu Bapak dalam surat ini mengingat pernyataan Bapak dalam talkshow di salah satu televisi nasional mengatakan “Mereka orang-orang cerdas ketika menjadi mahasiswa, kalau HMI minimal LK I. Tapi ketika menjadi pejabat, mereka korup dan sangat jahat.”itu terus terang sangat mendiskreditkan kami sebagai alumni HMI kalau jadi pejabat akan korupsi, apalagi bapak menyinggung tentang LK I kami seolah-olah kami LK di ajarin korupsi, maka dengan surat ini kami pengen menyampaikan sesuatu tentang HMI dan LK I biar bapak gak bodoh-bodoh banget jadi pejabat.

Saya LK I HMI di Wisma Nala Batu Malang tanggal 3-4 september 2005, sertifikatnya sampai sekarang masih saya simpan, dan materi kami sama sekali tidak ada tentang korupsi. Bapak bisa cek itu di manapun LK I HMI dimanapun di Indonesia materi dasarnya mirip, hanya ditambah dengan beberapa materi telaah kritis sesuai dengan fakultas dimana kami berada, karena kebetulan saya dari fakultas perikanan makanya ada materi tambahan tentang “Telaah Kritis Akar Kemiskinan Nelayan” di fakultas pertanian atau peternakan mungkin beda materi tambahannya tapi intinya sama, kami diajarkan untuk berpihak.

20160508_185550

Materi Kami gak ada tentang korupsi pak, kami diajarkan keberpihakan

Materi dasar kami mulai dari Sejarah HMI – Nilai Dasar Perjuangan (NDP), itu membahas sejak Lafran Pane mendirikan organisasi ini, HMI juga ikut berjuang ketika zaman merebut kemerdekaan sehingga Panglima Sudirman menyebut organisasi kami sebagai Harapan Masyarakat Indonesia, itu sekelas Panglima Besar TNI loh pak, bukan sekelas intel.

Materi NDP kami itu padat pak, berdasarkan pemikiran besar seorang Cak Nur. Bapak pernah lihat Cak Nur mengajarkan korupsi semasa hidupnya? bapak harus banyak baca kayaknya, NDP kami itu pak gak sama sekali mengajarkan tentang korupsi, materinya padat tentang ketuhanan, kemanusiaan sampai teknologi pak. kalau bapak perlu baca nanti saya kirimkan atau bolehlah ikut sama adek-adek kami yang mahasiswa baru di LK I

Saya cuma mau mengingatkan bapak kalau teori populer tentang korupsi ada tiga hal (saya lupa pernah baca dimana). Pertama, orang melakukan korupsi karena ia ditekan (oleh kekuasaan, masyarakat, keluarga, atasan, partai politik, dan lain-lain). Kedua, karena adanya kekuasaan. Ia memiliki kekuasaan untuk melakukan atau tidak melakukan, dan ketiga karena adanya kesempatan. Bila kesempatan terbuka dan ia tak memiliki moral tinggi maka ia mudah terseret oleh tindakan korupsi. ketiga aspek ini sekarang bapak tambahkan dengan niat jahat yang walaupun saya harus pertanyakan kembali bapak punya ukuran satuannya tentang niat jahat seseorang ? bapak bisa baca niat orang lain? kalau misal ada yang korupsi untuk membantu janda-janda yang tidak mampu itu jahat atau bukan? Bapak menciptakan model berpikir anti korupsi yang rancu dan sebelum itu jelas pun bapak kembali menghubungkan antara HMI, LK I, Pejabat dan Niat Jahat. Jadi kalau dia bukan HMI dia gak jahat? bapak mungkin harus mereset ulang otak bapak yang mungkin sudah mulai menua.
Bapak ada baiknya merefresh niat bapak dulu menjadi Pimpinan KPK itu mau ngapain? sebelum mau mengurusi organisasi kami yang mungkin sudah seusia dengan umur bapak, atau mungkin lebih tua, bapak besar bersama HMI yang lahir di tahun 1947, dan kami juga tidak menampik kalau ada yang dulunya kader HMI atau Kahmi ketangkap untuk kasus korupsi, tapi itu personal bukan tentang institusinya, Bapak yang lulusan Persada YAI kalau mengeluarkan statement bodoh apakah yang bodoh semua lulusan Persada YAI? kan enggak pak Saut. tapi kalau bapak ada niat tersendiri untuk menghancurkan institusi kami maka mungkin bapak harus siap-siap dengan segala bentuk argumentasi.

Alumni kami tersebar dari Sabang sampai Merauke pak, dari Wakil Presiden sampai yang cuma kayak saya jadi pendamping masyarakat supaya mandiri, memang ada yang korupsi tapi yang berprestasi lebih banyak lagi, mulai bupati sampai pengusaha, kami LK bukan untuk korupsi pak, kami LK hanya untuk mencari saudara, sehingga kami kalau masih mahasiswa terdampar di kota lain dan gak tahu arah hanya perlu datang ke komisariat HMI terdekat pasti kami akan disambut seperti saudara, gak perlu jadi pejabat tinggi kami dijamu hanya syarat pernah sama-sama LK dan punya bahan bacaan untuk berdebat dan beradu strategi, cuma sesederhana itu lagipula bagi kader HMI menjadi pejabat itu bukan tujuan cuma bonus saja.

Begitu saja pak, semoga diberikan jalan yang lurus atau minimal karirnya masih bertahan sampai akhir masa jabatan.

Salam
Muh Hazairin
(Alumni HMI)

Iklan


Kategori:birokrasi

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: