Memaknai arti kebebasan di film Room

Film drama disponsori oleh A24, 4 Films, diangkat dari sebuah novel terlaris karya Emma Donoghue, disutradarai oleh Lenny Abrahamson dan skenario film di layar lebar ditulis oleh Emma Donoghue dari judul yang sama, Pemain film penting dalam film ini adalah Brie Larson (Ma) yang menjadi ibu dari Jack (dibintangi oleh Jacob Tremblay, yang juga pemain film Smurfs 2 tahun 2013 dan Gord’s Brother tahun 2015. Ma atau dalam film bernama Joy Newsome, adalah seorang ibu dari anak berumur lima tahun bernama Jack, bagi saya ini adalah film psikologi yang luar biasa.

room-3c.telegraph

Ini adalah sebuah film dengan budget yang sangat rendah, latar syutingnya hanyalah sebuah rumah kecil, Jalan dan komplek tempat tinggal, rumah sakit dan satu rumah orang tua Joy, itu saja tapi dalam pengalaman saya nonton film Phone Booth, Buried, Room adalah film sejenis itu walaupun agak lebih ramai.

Film Room menceritakan Kisah Joy dan Jack yang terkurung dalam satu rumah karena diculik oleh Old Nick, penculiknya hanya datang sesekali untuk mengantarkan kebutuhan makanan atau melampiaskan nafsunya kepada Joy yang diculiknya sejak remaja hingga akhirnya mengandung dan punya anak didalam ruangan itu, alurnya sangat diluar jangkauan berpikir kita bahwa ada kisah yang kepikir seperti itu, bayangin dari umur 19 tahun diculik diperkosa dan akhirnya punya anak.

Dalam film dan novelnya Emma Donoghue mengangkat kisah sebuah keluarga kecil, dimana seorang ibu dan anak, Jack dan Joy tinggal dalam sebuah rumah kecil, dengan tempat tidur kecil, dapur, kamar mandi serta peralatan rumah standar lain, dan itulah benda-benda yang pernah dilihat oleh Jack bertahun-tahun. Tidak pernah melihat dunia luar, tidak ada jendela atau apapun yang dapat memberikannya pandangan ke luar dari rumah terkunci mereka.

Hanya ada sebuah ventilasi udara yang cukup tinggi sebagai pengganti udara di ruangan yang mereka gunakan selama bertahun-tahun. Meski demikian, mereka berdua tetap bahagia, kehidupan Jack terus didorong oleh Ma untuk tetap bugar, makan sehat, menonton televisi meski hanya sesekali. Dan orang lain yang pernah dilihat Jack adalah Old Nick.

Yang menarik bagi saya itu bukan tentang bagaimana mereka melarikan diri akan tetapi konsep kebebasan yang mengungkung seorang individu, setelah bertahun-tahun Jack hanya melihat barang yang itu-itu saja, melihat langit yang itu-itu saja, ketika bertemu dengan dunia yang baru dikenalnya dia akan merasa risih akan tetapi pelan-pelan akan mulai belajar dan akan mulai terbiasa, tapi berbeda dengan yang terjadi pada ibunya Joy, dari kecil sampai umur 19 tahun dia sudah paham dunia luar, akan tetapi ketika diculik dia selama bertahun-tahun hanya dijadikan pelampiasan seksual, melahirkan anak dan mencintai anaknya dalam satu ruangan kecil yang hanya cukup untuk mereka berdua, bahkan ketika Old Nick datang Jack harus disembunyikan di dalam lemari.

Akan tetapi ketika dia bebas, dia mengalami perubahan psikologi yang luar biasa bahkan bisa dibilang dia mengalami depresi atas kebebasan yang selama ini dia usahakan sampai harus menyuruh anaknya berpura-pura mati untuk bisa keluar dari kunkungan Old Nick, kebebasan baginya setelah itu menjadi hambar, bahkan cenderung merindukan kehidupan lamanya di dalam ruangan itu.

Seringkali memang kita merasa terkungkung atas suatu hal dan ingin melakukan hal lain, akan tetapi ketika sudah didapatkan yang terjadi justru kita terkungkung atas kebebasan baru yang kita inginkan sejak lama, alur psikologi kita serasa menghentak mundur dan merindukan keterkungkungannya yang dahulu lebih damai daripada yang dialaminya saat ini.

Bagi yang belum nonton, coba deh disaksikan tapi kalau gak mikiri film ini akan terasa membosankan, maka maknai dan kalian pasti bakal dapat mengerti pesannya..

Iklan


Kategori:film

Tag:, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: