Cinta sejati yang melepaskan, mengikhlaskan..

Wahai laut yang temaram, apalah arti memiliki?
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami

Wahai laut yang lengang, apalah arti kehilangan?
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan
dan sebaliknya, Kehilangan banyak pula saat menemukan

Wahai laut yang sunyi, apalah arti cinta?
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah?
Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati
Atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?

Wahai laut yang gelap, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan?
Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu?
Hingga rindu melupakan jaraknya setipis benang saja

(Puisi dalam buku Rindu, karangan Tere Liye)

Apakah arti cinta sejati itu? banyak yang bertanya dalam dirinya sendiri tentang dua kata yang membuat orang kadang galau di malam minggu atau juga kebingungan untuk mendapat jawaban akan kebutuhannya akan kasih sayang, seringkali bertanya hal bodoh, apakah cinta sejati itu? bisakah kita merasakan atau mungkin itu hanya sekedar angan-angan tapi melihat banyak kisah bahagia yang mencerminkan kisah cinta sejati itu ada.

tumblr_ntfx5gASOJ1u1fvewo1_1280

Sejarah mencatat banyak kisah cinta sejati lengkap dengan roman-roman magisnya, kisah Romeo dan Juliet, Samson dan Delilah atau nyata dihadapan kita seperti Habibie dan Ainun sampai kisah bioskop terkenal Indonesia Rangga dan Cinta yang hadir sebentar lagi di hadir mewarnai layar. kita boleh banyak berasumsi tentang itu.

Tetapi secara pribadi, cinta sejati itu hidup ketika kita merasakan sakit dan kehilangan apa yang kita cintai karena semua yang terasa sempurna tidak akan betul-betul sempurna apabila belum merasakan ketidaksempurnaan, atau bagaimana kita menerima sebuah ketidaksempurnaan dalam menyempurnakan kesempurnaan itu sendiri.

Dalam usaha untuk itu, cinta sejati adalah banyak hal tentang melepaskan. Semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kita melepasakannya. Persis seperti anak kecil yang menghanyutkan botol tertutup di lautan, dilepas dengan rasa suka cita. Kita tahu, sebagian besar dari kita mungkin akan protes bagaimana mungkin itu adalah cinta sejati tapi kita justru melepaskannya? tapi inilah rumus terbalik yang tidak pernah dipahami oleh para pecinta. Mereka tidak akan pernah mau mencoba memahami penjelasannya, tidak bersedia!

Banyak kisah manusia yang terkungkung atas ketidakbersediaannya dalam melepaskan apa yang mereka pikir cintai dan sayangi, karena berpikir apa yang disayanginya dan dicintainya apabila diusahakan itu adalah cinta sejatinya, tapi tidak sedikit pula yang mendapatkan kebahagiaannya ketika melepaskan sesuatu dan menggapai hal baru, dimana letak perbedaan mereka memahami apa itu cinta sejati? di kesediaan mereka melepaskan atau tidak..

Tapi apakah dengan kita tidak melepaskannnya itu adalah satu kesalahan? TIDAK, akan tetapi terkadang pendewasaan diri yang kita dapatkan dari melepaskan itu hasilnya lebih manis daripada kita mempertahankan  sesuatu..

(Terinspirasi dari membaca buku Rindu, Tere Liye, bahwa kerinduan terbesar kita dalam hidup adalah untuk berdamai dengan kesalahan/beban berat masa lalu kita)

Iklan


Kategori:life

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: