Ini 3 model ta’aruf, kamu pilih yang mana?

Sebenarnya  belum pantas sih bahas tentang ini di blog pribadi saya karena berhubung belum pernah nikah dan belum pernah melakukan proses yang dinamakan ta’aruf, akan tetapi setelah ngobrol ngalor ngidul dengan beberapa adik kelas di Malang kemarin dan mendengarkan cerita mereka masing-masing, saya jadi pengen menceritakan ini dalam blog sebagai bahan pengetahuan saja, pliss saya jangan dibully karena bahas ini.

321857T

Kalau menurut saya pribadi, pacaran sama ta’aruf itu sama saja merupakan proses pengenalan antara dua orang dalam rangka untuk menuju jenjang yang lebih serius (dalam hal ini yang berpacaran hanya untuk sok-sokan atau melakukan aktivitas play girl atau playboy tidak termasuk ya) yang pada intinya pengenalan karakter antar dua orang yang berlawanan jenis untuk menuju jenjang pernikahan, berdasarkan hal tersebut selesai mendengarkan cerita langsung orang yang melakukan saya membagi ta’aruf dalam 3 model

Ta’aruf model berpacaran

Model ini adalah ta’aruf yang melakukan aktivitas yang disebut berpacaran oleh anak sekarang, sama-sama punya status dimiliki oleh satu sama lain dan berkomunikasi intens layaknya orang yang punya pacar, ada kewajiban untuk saling mengabarkan, saling membantu minimal antar jemput kerja/kuliah  akan tetapi tidak melakukan aktivitas berduaan, kalaupun berduaan mungkin sebatas antar jemput dan tempat bertemunya ya dirumah masing-masing dan kalaupun jalan ke mall atau bioskop wajib hukumnya ditemani oleh anggota keluarga, Adik tingkat saya ada yang melakukan proses ini dan memang benar-benar serius.

Ta’aruf semi perjodohan

Model ini adalah model perjodohan, ada yang bertindak sebagai penghubung dan tempat saling bertanya satu sama lain, entah kerja dimana, lulusan mana sampai tentang keluarga bahkan mungkin penghasilannya, dan ini umumnya dilakukan oleh antara dua keluarga yang sudah saling mengenal atau antara teman kantor saling mengenalkan temannya, tukar menukar foto sudah lazim di model ini dan kalau cocok dipertemukan sekali atau dua kali dan apabila cocok, pihak keluarga bisa langsung membicarakan proses lamaran dan pernikahan, saya yakin model ini banyak yang pernah mengalami gak hanya teman-teman saya.

Ta’aruf murni

Ini adalah proses yang baru saya ketahui kemarin, dan cukup kaget juga dengan prosesnya yang sedemikian rupa, yang dimana proses ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang saling memanggi Antum-Ukhti tapi tidak menutup kemungkinan juga dilakukan oleh orang yang biasa, prosesnya dimulai dengan mengisi curicullum vitae dan diserahkan pada mediatornya, dengan hanya saling melihat CV masing-masing apabila sama-sama cocok maka mereka akan dipertemukan dalam satu ruangan tapi dipisahkan oleh tirai (tidak boleh saling melihat) dan yang harus dilakukan adalah saling menghafal ayat atau bergantian membaca Al Qur’an dan saling mendengarkan dan apabila dengan hal tersebut sama-sama mengatakan cocok maka bisa langsung menuju proses pernikahan tanpa terlebih dahulu saling ketemu.

Menarik bukan? kamu bakalan pilih yang mana?

Iklan


Kategori:life

Tag:, , , , ,

2 replies

  1. wah,,, jangan gitu mas… maaf mgkin istilah yang anda pakai terlalu intens, memicu “salah paham”. karena dalam islam. taaruf lah yang diperbolehkan. dan caranya sangat jauh dari yang anda paparkan,,, tolong jangan mempermudah istilah itu mas,,, banyak nanti muslim yang salah kaprah,,, apalagi bagi mereka yang sedang belajar agama. yang ketiga pun masih belum tepat mas.,, saran saya pake kata lain, karena istilah taaruf rada rumit, ada aturannya. bukan dengan asal ngaji bareng. atau shalat bareng. karena hanya inilah cara yang syar’i untuk menemukan jodoh… dan lagi kebaikan dan keburukan tidak bisa digabung mas

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: