Tidak perlu takut ikut Pengadilan Tilang

Sepertinya dewi fortuna yang selalu menemani saya ketika ditilang dan bisa buat artikel tentang 7 Tips lolos dari pemalakan polisi dari razia kendaraan kemarin berakhir, saya kena TILANG, iya ditilang polisi karena sim saya sudah mati beberapa bulan yang lalu dan karena gak mau memperkaya petugas dijalanan saya tidak mau membayar dan akhirnya kena Tilang Pasal 281 serta dijadwalkan sidang hari Jumat tanggal 1 April kemarin, dan itu adalah pertama kalinya saya ikut pengadilan model ini dan semoga terakhir deh.

20160401_102314

Suasana depan ruang sidang

Tapi setelah mengikuti sidang tilang ini akhirnya saya paham, kita memang tidak seharusnya takut dengan pengadilan model seperti ini dikarenakan pasti akan lebih murah dibandingkan dengan pemalakan jalanan yang rutin diadakan polisi, karena saya sendiri denda yang tercantum dalam peraturan adalah minimal 100.000 – 1.750.000, dan mau dipalakin di jalan itu gak mau kurang dari 150.000, akan tetapi ternyata ketika selesai sidang saya cuma kena denda 70.000, jauh lebih murah dari denda minimal atau denda buat-buatan oknum polisi di jalanan.

20160401_095113

Suasana depan ruang sidang

Hanya saja memang proses ini terlalu repot untuk orang yang gak punya waktu banyak dikarenakan harus antri yang sangat lama dikarenakan yang disidang itu banyak akan tetapi prosesnya ketika sudah masuk ruang sidang itu sangat mudah kok, alurnya secara umum adalah seperti ini

Datang ke Pengadilan  —– Daftar dan memberikan Surat tilang yang kita pegang —- Antri menunggu panggilan —– Sidang —-Keputusan langsung —– Bayar denda (ada meja langsung depan hakim) —– Ambil STNK/SIM/BPKB yang ditahan —- Pulang

20160401_100601

Antri yang membuat orang malas menunggu

20160401_100225

Suasana  ruang sidang (candid)

Sesimple alur itu, bahkan ketika dipanggil depan hakim pun seperti formalitas saja dan denda yang diberikan ketika saya tanya ke beberapa orang kisaran dendanya antara 40ribu sampai 80ribu rupiah, dan proses sidangnya pun gak berbelit-belit kalau memang salah ya akuin salah, kalau benar tapi gak mau repot ya iya-iya aja tapi kalau ingin idealis dan merasa benar bisa melakukan banding seperti yang dilakukan pak Yusril sekitar tahun 1991 (lihat videonya disini) dan ketika proses banding bahkan bisa lebih lama karena pak yusril saja dikembalikan STNKnya dan diputus tidak bersalah itu 9 tahun kemudian seminggu sebelum beliau diangkat menjadi Menkumham zaman Presiden Gus Dur.

Jadi untuk apa merasa takut dengan pengadilan sidang? mari kita berikan langsung uangnya kepada negara daripada memperkaya para mafia jalanan yang berseragam polisi.

Iklan


Kategori:birokrasi

Tag:, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: