Menembus Batas dari Bukit Matang Kaladan

Hari sudah malam ketika saya sampai di kota ini, Banjarmasin. Perjalanan dari Bandara Juanda-Syamsuddin Noor  membuatku sedikit lelah akan tetapi sambutan di pintu kedatangan dari seseorang yang istimewa seperti menghapus detak kelelahan yang sedari tadi muncul, Ini kali kedua aku menginjakkan kaki di kota ini, Kota Seribu Sungai di Bumi Antasari.

IMG-20160330-WA0004

Perjalanan menuju penginapan pun mulai menggambarkan bagaimana excitednya kami berdua akan menuju salah satu sudut Banjarmasin yang sering disebut Raja Ampatnya Kalimantan Selatan, sebuah bukit yang bernama Bukit Matang Kaladan. setelah urusan penginapan selesai, saya pun memutuskan untuk beristirahat lebih cepat menyiapkan tenaga untuk keesokan harinya.

Bukit Matang Kaladan sering disebut juga Bukit Tiwingan, mungkin karena lokasinya yang memang dekat dengan Pelabuhan Tiwingan, daerah ini berada dekat dengan Kota Banjarbaru dan juga dekat dengan Waduk Riam Kanan.

Ketika matahari Banjarmasin belum begitu tinggi, perjalananku pun dimulai, dengan kendaraan sewaan kami menuju arah Kota Banjarbaru yang kata supir yang membawa kami perjalanan akan memakan waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai Waduk Riam Kanan yang dianggap sebagai Pintu Gerbang untuk masuk ke bukit ini. Untuk ukuran daerah yang memiliki tingkat kemacetan yang rendah perjalanan 1,5 jam itu termasuk lama tapi ya begitulah saya mempunyai keyakinan kelelahan ini pasti terbalaskan.

Setelah cukup lama berjalan sampailah kami di tempat yang kami tuju, daerah Matang Kaladan sejatinya satu desa yang ada di ujung Riam Kanan, tempat ini udah sangat berkembang dan sudah lumayan tourist friendly, dan seperti daerah wisata pada umumnya tentu saja harus membayar tiket masuk dan parkir kendaraan, tapi tenang saja harganya murah banget kok.

Bisa dibilang tanjakan yang dilewati untuk mencapai keindahan Bukit Matang Kaladan cukup melelahkan, karena yang dilewati adalah tanjakan terus menerus tanpa melewati daerah landai, akan tetapi untuk pengunjung telah disediakan tali sampai keatas, jalur treking ini memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Dan keindahan yang kalian dapat setelah keindahan itu tidak akan sia-sia kok, sangat sebanding.

Saya sudah kesana, kamu kapan?

*Mau melihat keindahan Indonesia dari sudut pandang saya bisa langsung ke akun Instagram pribadi saya @precenk

Iklan


Kategori:travelling

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: